Djiwa

Djiwa
11. Belum tenang.


__ADS_3

Hati Gizha tak bernyali mendengar suara menggelegar Bang Drajat. Bibirnya terdiam, wajahnya sendu.


"Mas nggak mau kasar atau membentakmu, tapi kenapa kamu memancing emosiku dek. Kamu berbicara seperti itu seolah mau menjualku. Kamu bisa di sayang atau tidak???" Suara Bang Drajat masih meninggi.


Ketiga Abang pun tak lagi bisa berkomentar sebab salah atau tidak, Bang Drajat memang pantas menegur Gizha.


"Tidak boleh begitu dek. Suamimu pasti memikirkan segala yang terbaik bagi rumah tangga kalian berdua. Jangan memutuskan apapun sendirian." Mbak Kinan ikut menegur Gizha.


"Segera urus surat pindahmu dan berangkatlah ke tempat tugasmu yang baru..!!"


"Siap Bang."


Ponsel Bang Drajat bergetar, info group littingnya sudah rame dengan komentar para sahabatnya. Ada seorang sahabatnya di larikan ke rumah sakit karena terlalu banyak minum alkohol, kekasihnya di jodohkan dengan pria lain.


Bang Drajat menyimpan ponselnya, tak ingin tau dengan urusan orang lain. Bukannya tak peduli tapi dirinya sendiri pun sedang mengalami masalah.


...


Sampai malam ini keadaan Gizha tak kunjung membaik dan hal itu membuat Bang Drajat sangat cemas.


"Sampai kapan kamu mau memikirkan saudara kembarmu, kamu sudah punya kehidupan sendiri dek. Biarkan dia dewasa dengan kehidupannya. Dia yang sudah memilih jalannya sendiri." Kata Bang Drajat.


"Soal apa yang di tanyakan Bang Gumarang dan Bang Katon tadi. Iya benar, Gizha senakal itu. Gizha sering mabuk dan bertemu dengan om-om, di bawa bupati dan orang penting lainnya.. tapi Gizha dan Disha tidak saling tau apa dunia yang kami geluti, yang jelas.. itu pekerjaan Gizha selama ini." Ucap Gizha mengakui siapa dirinya. "Setelah Mas tau semua kenyataan ini, terserah apapun keputusannya.. Gizha terima."


Bang Drajat syok, ada emosi juga saat mendengarnya.. namun dirinya juga harus lebih dewasa menyikapi keadaan.


"Boleh Mas tau apa pekerjaanmu?" Tanya Bang Drajat hati-hati demi melindungi jabang bayi yang masih ada dalam kandungan.


"Penyanyi Mas, Gizha sering nyanyi di kantor pejabat. Gizha juga seorang montir.. tolong jangan bilang siapapun ya Mas." Jawab Gizha.


"Ya Allah, Astagfirullah dek.. rasanya Mas mau jantungan mikir yang tidak-tidak. Tapi bagaimana bisa kamu jadi montir??"

__ADS_1


"Dulu mantan pacar Gizha yang ajarin. Kami putus karena........." Gizha menarik nafas panjang.


"Karena apa?"


"Karena Gizha nikah sama Mas Drajat."


"Siapa mantanmu? Sudah kerja?" Tanya Bang Drajat merasa hatinya tercubit.


"Sudah."


Bang Drajat mengangguk tapi tak ingin lagi membahas soal mantan yang membuatnya muak. "Tidurlah, jaga kesehatanmu juga."


***


Mbak Enny sedih dan bingung karena Disha mendadak demam tinggi. Ia terus memanggil nama Bang Drajat. Namun bagaimana pun keadaannya, keluarga tidak mungkin memanggil Bang Drajat untuk 'menyembuhkan luka' Disha apalagi luka tersebut adalah perkara yang di buatnya sendiri.


"Bagaimana ini Pa, tidak mungkin khan kita meminta bantuan Drajat."


"Papa tau Ma, kalau kita mengandalkan Drajat.. kita akan memperkeruh rumah tangga Drajat dan Gizha, kehamilan Gizha akan semakin terganggu." Kata Bang Katon. "Papa akan konsultasi dulu dengan dokter."


...


"Tolong temui sebentar saja Om Jat..!! Kasihan sekali Disha. Disha juga hamil muda sama seperti Gizha."


"Maaf mbak, Disha bukan tanggung jawab saya. Mungkin Disha membutuhkan bantuan dan kehadiran saya tapi kalau Gizha sampai tau, dia akan terluka. Saya tidak mau menyakiti hati istri saya." Tolak Bang Drajat.


"Kita diam-diam saja. Jangan sampai Gizha tau." Kata Mbak Enny.


"Saya masih ada pekerjaan Mbak." Bang Drajat berjalan pergi tapi Mbak Enny mengejarnya.


"Om Jat, bayi yang ada di dalam kandungan Disha juga harus di pikirkan. Bayi itu memang bukan bayimu, tapi bayi itu juga punya nyawa." Mbak Enny terus membujuk Bang Drajat.

__ADS_1


Bang Drajat menatap tajam sosok istri Abangnya. "Mbak En, apa yang harus saya katakan kalau saya sudah menemuinya? Harus bicara apa? Apa saya harus memeluknya, membujuknya seakan saya ini suaminya. Pernahkah Mbak memikirkan perasaan Gizha jika Gizha melihat saya menenangkan perempuan lain padahal hati istri saya saat ini juga tidak tenang."


Mbak Enny terdiam, hatinya juga perlahan menjadi semakin resah. Tak lama Bang Katon datang.


"Lho Ma, kenapa disini?"


"Bang, tolong bilang ke istri Abang. Jangan pernah meminta saya untuk menemui Disha apapun yang terjadi." Bang Drajat pun pergi.


"Apa ini Ma, kenapa kamu lancang sekali. Biar Papa yang urus semua. Kalau sudah begini, kamu bisa mengacaukan semuanya Ma." Tegur kesal Bang Katon.


...


Acara pertemuan kunjungan kerja di undur esok hari. Bang Drajat sudah bersiap pulang tapi tak di sangka ban motornya kempes.


"Mas Han.. bagian bengkel ada yang standby nggak?" Tanya Bang Drajat.


"Ijin Dan, masih."


//


Gizha membuka pintu rumah dan melihat sosok wanita tua di hadapannya.


"Ibu... Siapa ya?" Tanya Gizha yang tidak pernah melihat sosok wanita tersebut.


"Kamu.. kamu pasti wanita yang sudah membuat Ratna masuk rumah sakit. Kau menghancurkan masa depan anakku."


Ibu tersebut mendorong Gizha masuk ke dalam rumah lalu menguncinya rapat.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2