Djiwa

Djiwa
30. Menawarkan perdamaian.


__ADS_3

"Ayah tau kamu marah dan tidak terima, tapi biarlah mereka mengungkapkan perasaan mereka Jha."


"Apalagi?? Mereka mau bilang cinta??? Apa begitu caranya mencintai?? Yang satu kasarnya bukan main, yang satu terus berbohong. Menyiksa batin juga KDRT Yah. Gizha dan Gizha mungkin hanya adik ipar saya, tapi saya juga ikut merawat mereka dari bayi. Saya sudah seperti Ayah bagi mereka." Ucap Bang Ranjha tidak terima. "Berani sekali mereka menyakiti adikku."


Kedua pria yang biasanya nampak gagah perkasa itu menangis di hadapan Bang Ranjha. Wajah mereka sudah penuh penyesalan tak terlukiskan.


Bang Ranjha bukannya tidak melihat penyesalan kedua iparnya tapi pernikahan bukan hanya akan dilewati satu atau dua hari saja.


"Gizha dan Disha sedang tidak baik-baik saja. Apa perlu sampai mereka berdua meregang nyawa karena tersiksa dengan ulah kalian?? Tolong.. kami tidak main-main membesarkan mereka."


"Saya tidak ingin ibu saya bertemu dengan Gizha karena saya tidak ingin ibu saya menyakiti Gizha karena ibu saya tidak menyukai dan tidak merestui kami." Kata Bang Erlang.


"Lalu kenapa kamu nekat menikahi adikku Lang?? Kamu hanya akan membuatnya sengsara.. apa kamu tidak berpikir bagaimana imbasnya???" Bentak Bang Ranjha.


"Saya ngaku salah Bang, saya egois, saya ketakutan kalau Gizha tidak akan menerima perasaan saya karena kelakuan ibu saya. Saya sungguh mencintai Gizha. Apapun saya lakukan demi Gizha." Bang Erlang luluh lantah penuh sesal menangisi keadaan. Tubuhnya terhuyung kehilangan tenaga.


Tatapan mata Bang Ranjha beralih pada Bang Drajat. Raut wajah itu tak kalah penuh sesal. "Saya mencintai dua wanita sekaligus dalam hidup saya, itulah faktanya. Namun kini saya sadari, untuk siapa hati ini saya berikan."


"Jangan gila kamu Jat..!!!!!" Bang Erlang menarik kerah pakaian Bang Drajat dengan sisi tenaganya meluapkan emosinya yang tidak terkontrol. Tapi kemudian tangan Bang Erlang merenggang. Ia menyentuh dadanya.


"Erlaaaaang..!!!!!!!" Bang Drajat menahan tubuh Bang Erlang yang mendadak terhuyung.


:


Seluruh keluarga masih mencemaskan keadaan Bang Erlang yang harus di larikan ke rumah sakit. Sedang cemas dan paniknya keadaan, suara ribut terdengar dari lobby sebelah. Haliza bersikeras ingin menemui Bang Erlang.


Pintu ruang tindakan terbuka. Bang Ranjha menghampiri dokter.


"Bagaimana kondisinya dok?"


"Tidak mudah menjaga kestabilan kesehatan pasien dengan trauma bekas luka peluru nyaris menembus jantung. Hanya keajaiban saja dulu Tuhan menyelamatkan nyawanya." Kata dokter. "Jangan beri banyak tekanan dan pekerjaan yang berat secara bersamaan apalagi saat ini kondisi Letnan Erlangga sedang tidak fit, satu setengah tahun pasca operasi belum cukup menyembuhkan."


Bang Drajat terduduk ikut merasakan sakit sebab apa yang menimpa sahabatnya dulu karena menyelamatkan dirinya.

__ADS_1


"Cepat sadar Lang, Gizha sangat membutuhkanmu. Kamu tenang saja, yang kucintai.. Disha, bukan Gizha." Bang Drajat mengusap tangan Bang Erlang.


Bang Ranjha menghela nafas berat melihat iparnya.


"Bang, sungguh saya sudah mengikhlaskan Gizha. Biarkan kami memulai kehidupan kami yang baru. Abang jangan ragu, saya yang akan menjamin Erlang tidak akan menyakiti Gizha. Tolong beri Erlang kesempatan dan waktu untuk membuktikan bahwa dirinya sanggup mengatasi semua..!!" Pinta Bang Drajat.


"Bagaimana denganmu???"


"Abang tenang saja, saya akan menjadi pribadi Drajat yang baru. Biarkan Drajat yang dulu terkubur dalam cerita lama. Saya akan mendidik dan menyayangimu Disha seperti awal kami berjumpa." Janji Bang Drajat.


"Baiklah, satu kali kesempatan untuk kalian. Jika kalian gagal, jangan pernah meminta Disha dan Gizha kembali pada kalian lagi..!!"


...


Bang Drajat masuk ke kamar rawat Disha, Disha memalingkan wajahnya dan Bang Drajat memahami hal itu.


"Assalamu'alaikum." Sapa Bang Drajat.


Bang Drajat duduk di atas ranjang yang sama dengan Disha lalu merapikan anak rambutnya yang menutupi wajah cantik wanita yang sedang mengandung buah hatinya.


"Kenapa kabur-kaburan, bawa anak kita lagi." Sebuah kecupan mendarat di kening Disha.


"Ada apa? Apa Bang Gumarang marah? Apa takut ketahuan kalau hati Mas Drajat hanya untuk Gizha?" Disha menangis meluapkan perasaannya. Rasa hatinya sudah begitu lelah.


"Marahlah sepuas hatimu. Mas memang salah. Maukah kamu memperbaiki hubungan kita sama-sama? Kita bangun rumah tangga kita mulai awal. Setelah anak ini lahir.. kita menikah dan kita lupakan masalah lama..!!" Ajak Bang Drajat.


"Disha ini pendosa."


"Mas juga bukan malaikat yang tidak punya dosa." Jawab Bang Drajat kemudian memeluk Disha.


Seketika hati Disha luluh dalam pelukan Bang Drajat. Bisa saja dirinya kembali menolak tapi dirinya tidak bisa berbohong bahwa hatinya mencintai Bang Drajat.


Bang Ranjha yang melihatnya dari luar pun menarik nafas lega. Tinggal satu perkara lagi. Masalah Erlang dan Gizha belum usai meskipun dirinya sudah mengusir Haliza yang terus membuat keributan.

__ADS_1


//


Perlahan dan tertatih Bang Erlang masuk ke kamar rawat Gizha. Hati Bang Erlang sungguh sakit di larut malam seperti ini istrinya masih menangis.


"Assalamu'alaikum dek."


"Wa'alaikumsalam." Gizha seakan hanya menjawabnya dalam hati saking pelannya.


"Bagaimana keadaanmu?" Bang Erlang menyentuh pipi Gizha tapi Gizha menolaknya. "Dengarkan penjelasan Abang..!!" Pinta Bang Erlang.


"Berikan penjelasan itu pada Haliza..!!" Gizha sungguh tidak ingin mendengar apapun dari Bang Erlang.


"Maafkan Abang yang menyembunyikan tentang orang tuaku darimu. Dulu.. Abang sudah berusaha mengatakan tentangmu pada Mama, tapi Mama tidak bisa menerimanya karena Mama lebih mementingkan perusahaan. Mama menginginkan Haliza menjadi menantunya hanya karena harta. Bukan karena Mama terlalu menyukai Haliza." Kata Bang Erlang.


"Pertemukan Gizha dengan Mama..!!" Pinta Gizha.


"Nggak bisa dek.. Kamu tidak mengenal siapa Mama. Abang hanya ingin melindungimu..!!" Tolak Bang Erlang.


"Tinggalkan Gizha Bang..!!!"


"Tolong jangan begitu sayang. Percayalah, apapun yang Abang lakukan hanya untuk melindungimu, asal kamu tau.. ratusan bahkan ribuan Haliza di dunia ini tidak akan membuah hati Abang goyah, hanya satu gadis yang bisa mengalihkan perhatian Abang.. yaitu kamu seorang."


Gizha sekilas menoleh menatap mata Bang Erlang. Ada hal yang tidak biasa dari pria tersebut. "Sejak kapan Abang pandai merangkai kata-kata yang aneh itu??"


"Sejak kamu sering buat Abang hampir gila karena cemas mikir kamu." Jawab Bang Erlang.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2