Djiwa

Djiwa
38. Bertemu lagi.


__ADS_3

"Astagfirullah.. Rinjaniiii..!!" Bang Girish terperanjat saat Rinjani mencoba memijatnya, posisinya yang sedang duduk di antara kedua pahanya membuatnya lemas tak bertenaga padahal dirinya mampu saja untuk menghindar.


"Diam Om.. Rinjani butuh uang..!!" Kata Rinjani.


"Kamu yang diam.!! Kalau saya khilaf.. habis kamu Rinjani..!!" Ancam Bang Girish.


"Apaa??" Rinjani tetap pada kelakuannya yang absurd bahkan dirinya berani memainkan tombol on dan off milik Bang Girish.


"Allahu Akbar, Lailaha Illallah..!!" Bang Girish memilih menutup matanya dengan kedua telapak tangan namun tetap saja naluri pemburunya sulit untuk di kendalikan. "Tolong Rinjani, saya nggak mau sampai terjadi apa-apa sama kamu..!!"


//


"Sayaaang..!!"


tok.. tok.. tok..


"Alah.. alaaahh.. sopo sih sing ganggu. Baru juga mau ngerayu." Gerutu Bang Erlang kemudian berjalan membuka pintu rumah.


"Ijin Dan..!!" Terdengar suara Prada Along memanggil.


"Yooo.. Ono opo?" Jawab Bang Erlang sambil membuka pintu rumah.


"Ijin.. Praka Umar ribut dengan mertuanya " Laporan Prada Along pada Bang Erlang.


"Umar siapa??" Bang Erlang benar-benar melupakan ada anggotanya yang bernama Umar.


"Anggota baru Danton, waktu beliau datang.. komandan sedang menemani ibu persalinan."


"Astagaaa.. kalau ada masalah seperti ini, kamu silent dulu sampai naik ke meja saya, kalau memang genting.. baru saya turun tangan. Ini urusan rumah tangga Long, bukan urusan kedinasan." Kata Bang Erlang lumayan kesal dengan laporan Prada Along.

__ADS_1


"Siap..!!"


...


Keesokan harinya Bang Erlang dan Bang Drajat di sibukkan dengan kegiatan membangun tenda milik batalyon. Kedua Letnan akan mengadakan syukuran aqiqah atas kelahiran putra mereka namun karena anggota batalyon sangat banyak, mereka menambah dua ekor kambing lagi.


Disha dan Gizha pun juga datang kesana, sengaja para suami membawa serta istri mereka lantaran ingin meminimalkan resiko dari segala masalah yang kemungkinan akan terjadi.


"Sudah benar begini?" Tanya Bang Erlang meminta pendapat Gizha soal tenda.


"Sudah Bang, begitu saja. Kenapa kita tidak langsung beli jadi saja Bang. Kasihan om-om remaja ikut sibuk."


"Awalnya Abang sama Drajat memang buat usulan begitu tapi ternyata para remaja menawarkan usulan agar tendanya pakai tenda Batalyon saja lalu segala kebutuhan apapun pakai inventaris saja. Tapi untuk memasak dan sebagainya tetap milik catering." Jawab Bang Erlang.


"Apa om-om tidak capek Bang."


"Hal seperti ini malah jadi keasyikan tersendiri bagi bujangan dek. Mereka jadi minim kegiatan dan latihan. Biarkan saja.. Abang tidak bisa memberikan apa-apa, sedikit korupsi kegiatan dan waktu masih Abang halalkan." Ucap Bang Erlang.


"Kalian memang tidak tau diri..!! Berisik.. tidak tau aturan..!!" Bentak ibu tersebut.


Seketika para anggota remaja menghindar karena ada adegan berbahaya dari sapu terbang.


Amarah ibu tersebut menjadi-jadi. Beliau mengibaskan sapu ke segala arah hingga sampai tepat di depan wajah Gizha namun Bang Erlang mengarahkan Gizha agar berdiri di belakangnya.


"Tolong dorong stroller anak saya..!!" Pinta Bang Erlang pada anggotanya yang lain.


"Kamu...??????????" Ibu tersebut menunjuk wajah Gizha


Seketika Gizha mundur ketakutan melihat wajah ibu tersebut. Ia menunduk di belakang punggung Bang Erlang.

__ADS_1


"Anda.. ibunya Ratna?" Tanya Bang Erlang.


"Kenapa?? Masih naksir kamu sama anak saya??" Suara melengking ibunya Ratna membuat para anggota dan para remaja mengelus dada.


"Disini tempat umum..!! Kalau ada sesuatu yang ingin di bicarakan, silakan bicara di ruangan saya..!!" Kata Bang Erlang.


Di saat yang sama Bang Drajat sudah tiba dan melihat keributan itu. Sosok ibu dari mantan kekasihnya dulu.


"Mas, itu ibunya Ratna khan? Wanita tua itu yang menyeret Gizha lalu membawanya pergi, kita bisa jadi seperti sekarang karena ulah ibu itu juga." Bisik Disha namun masih terdengar di telinga Bang Erlang.


"Umaaarr..!!!!" Bang Erlang naik pitam dan memanggil Praka Umar agar segera menghadap padanya.


"Ijin Dan, Praka Umar masih....... Masih berselisih paham dengan istrinya di rumah." Kata Prada Along.


"Bukan main, keluarga tidak beres..!!" Gumamnya. "Saya tidak mau tau..!! Suruh Umar menghadap saya sekarang juga..!!" Perintah Bang Erlang.


"Heehh.. enak saja kamu. Menantu saya sudah senior disini. Mereka-mereka ini memanggil menantu saya Bang dan dia sangat di hormati..!!" Ibu balik memarahi Bang Erlang.


Kepala Bang Erlang berdenyut pening dengan ulah ibu satu ini. Para anggota pun ikut ketar ketir melihat sorot mata Bang Erlang.


"Cepat panggil Praka Umaarr..!!!!!!" Suara Bang Erlang semakin keras menggelegar.


plaaakk..


Ibu mengibaskan sapu ke arah wajah Bang Erlang. "Kamu itu siapa?? Beraninya memerintah...!!!"


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2