Dokterku Jodohku

Dokterku Jodohku
Kembali ke Indonesia


__ADS_3

Seminggu setelah aku melakukan operasi pengangkatan tumor, aku diperbolehkan kembali ke apartemen oleh dokter. Bukan tanpa alasan, tetapi karena kondisiku sudah membaik, ya walaupun perutku masih terasa sedikit berbeda karena sudah operasi dua kali. Aku sempat tidak percaya jika demikian, masa iya perutku sudah dibuka dua kali?


Saat ini aku sudah berada di apartemen milik kami. Ibuku sekarang sibuk membereskan apartemen, sementara aku hanya bisa melihatnya dan duduk bersama Mina. Oh iya ketika aku di operasi kemarin, ibuku lupa mengabari Mina. Padahal saat itu Mina berkata akan membantuku dalam hal apapun itu. Saat ibuku bilang kalau aku baru saja melakukan operasi, Mina langsung mendatangiku dan mengatakan betapa paniknya dia padaku. Sekarang dia berada di dekatku dan sedang membukakan buah untukku. Baik sekali ya?


“Mina, tidak udah repot-repot membukakan buah itu untukku. Aku juga bisa sendiri.” Kataku.


“Tidak apa-apa, Yuri. Aku siap melayanimu hari ini hahah...” Jawab Mina.


“Kamu sih, tidak memberitahuku kemarin kalau kamu dirawat. Aku jadi khawatir tahu, perasaan baru saja kamu di operasi sebulan yang lalu. Eh, malah beberapa hari yang lalu operasi lagi.” Tutur Mina.


“Hehe... iya, Mina. Maafkan aku, ya? Soalnya saat itu aku tidak ingat apapun, begitu pula dengan ibuku yang sibuk mengurusiku. Dan untungnya ada Jevan yang menemani ibuku.” Jelasku.


“Iy iya, nih buahnya.” Kata Mina sambil memberikan irisan apel.


...


“Yuri, sepertinya kita harus kembali ke Indonesia nak. Ada yang harus ibu urus disana, ini tentang kakakmu, Calvin. Di ada masalah, jadi ibu harus pulang.” Kata ibuku.


“Ibu serius? Memangnya kakak kenapa?” Tanyaku.


“Kakakmu mendapat musibah.” Jawab ibuku.


“Ya ampun... kapan, bu kembali kesana?” Tanyaku.


“Secepatnya, kalau bisa hari ini jika ada penerbangannya, tapi jika tidak ada besok saja.” Kata ibuku.


“Tapi bu, Yuri kan sudah bilang mau mengurus kuliahku disini. Kata Mina besok harus ke kampus.” Tuturku.


Jadi aku sudah bilang pada ibuku kalau aku ingin sekali berkuliah disini, tidak mau di Indonesia. Jadi beberapa hari ke depan aku dan Mina akan mengurus semua berkas yang dibutuhkan. Namun mengingat ibuku mengajak kembali ke Indonesia, aku semakin bingung.


“Bu, bagaimana?” Tanyaku lagi.


“Atau begini saja, kamu tetap berada disini dan ibu akan pulang sendiri.” Kata ibuku.


“Tapi masa ibu sendiri?” Tanyaku.


“Jevan akan pulang, nak. Jadi ibu tidak sendiri, dia juga tengah mengecek tiketnya.” Kata ibuku.


“Ibu benar tidak apa-apa jika aku tak ikut?” Tanyaku.


“Ya tidaklah. Kamu harus menggapai cita-citamu selama ini, jadi ibu akan memperbolehkanmu.” Kata ibuku sambil tersenyum.


...


“Mina, bagaimana kalau bibi pulang ke Indonesia, kamu temani Yuri disini. Mau tidak?” Tanya ibuku.


“Iya, bi. Dengan senang hati hehe... Mina akan menemani Yuri disini, jadi jangan khawatir ya?” Jawab Mina semangat.

__ADS_1


“Baiklah kalau begitu, terimakasih ya?” Tanya ibuku.


“Iya, bi.”


“Ya sudah, ibu mau beres-beres dulu.” Kata ibuku.


Setelah mengetahui bahwa ibuku akan kembali ke Indonesia dengan sangat tiba-tiba, aku merasa sedih, rasanya aku juga ingin kembali bersama ibuku, aku ingin bertemu dengan ayah dan kakakku. Tapi waktu belum memperbolehkanku untuk pulang ke sana, untungnya Jevan mau pulang ke indonesia, jadi ibuku tidak akan sendirian. Disini aku masih ingin mengejar cita-citaku yang belum tergapai, aku ingin berkuliah di sini bersama dengan Mina. Selain itu ibuku meminta Mina untuk menemaniku di apartemen ini, karena ibuku tidak akan membiarkanku sendirian di sini. Mina pun setuju dengan hal itu, aku sangat senang jika dia setuju jadi aku masih memiliki teman di sini.


Persiapan ibuku untuk pulang ke Indonesia sangat singkat, dia tidak membawa apapun selain pakaian miliknya. Karena kakakku, ibuku harus pulang dengan terburu-buru. Baru saja Jevan mengabari ibuku kalau tiket pesawat yang terbang malam ini masih ada, alhasil mereka kembali ke Indonesia malam ini juga. Ibuku dan Jevan akan bertemu nanti di bandara karena Jevan ingin mengurus sesuatu terlebih dahulu. Aku dan Mina mengantar ibuku ke bandara, untung saja Mina membawa mobil, jadi kami bisa langsung menuju kesana tanpa berlama-lama. Sepanjang perjalanan, ibuku hanya menceramahiku, dia bilang harus hati-hati disini, belajar yang benar, tidak boleh ini, dan tidak boleh itu, pokoknya banyak yang dia katakan padaku, terutama menjaga kesehatanku ini.


“Yuri, ingat ya nak. Selama ibu tidak disini, kamu harus sering cek kesehatanmu ke dokter Jae. Ibu sudah percayakan semuanya padanya, ibu bilang ibu titip kamu disini.” Kata ibuku.


“Ibu... kenapa bilang begitu dengan dokter? Aku juga bisa jaga diriku sendiri. Lagi pula ada Mina disampingku, iya kan Mina?” Tanyaku.


“Heheh... iya, bi. Tenang saja, saya yang akan menjadi ibu bagi Yuri saat bibi tidak ada disini.” Tutur Mina semangat.


“Hahah... kamu bisa saja, Mina.” Kata ibuku.


“Oh iya, kamu sudah bilang pada ayahmu kan? Kalau kamu menemani Yuri?” Tanya ibuku lagi.


“Iya, bi. Sudah, dia bilang iya.”


“Dan di apartemen, tepatnya di kulkas, ada beberapa makanan yang masih bagus. Jangan lupa dimakan ya? Jaga makanmu ya, nak.” Kata ibuku.


“Iya, bu. Pastinya. Tidak mungkin aku kelaparan hehe...” Kataku.


“Iya iya bu, Yuri paham. Tenang saja kok.” Sahutku singkat.


“Iya, begitu ibu selesai menyelesaikan masalah kakakmu, ibu akan kesini lagi.” Kata ibuku.


“Lagi?” Tanyaku.


“Iya, ibu kan tidak beli apapun disini. Jadi jika ibu kembali lagi, ibu akan berbelanja sepuasnya disini hehe...” Kata ibuku sambil tersenyum.


“Ibu bisa saja, terserah ibu lah.” Kataku.


Setelah berbincang-bincang cukup lama, tanpa sadar akhirnya kami tiba di bandara. Mina berusaha memarkirkan mobilnya ini. Kami berjalan dan duduk untuk menunggu kedatangan Jevan. Sebenarnya apa ya yang urus olehnya? Kok lama sekali. Dan beruntung sekali waktunya, ibuku pulang dan Jevan juga.


Ketika menunggu Jevan, aku tidak tega untuk membiarkan ibuku pulang meninggalkanku sendiri disini. Aku tidak takut sih ditinggal sendiri, tapi hatiku terasa sedih dan tak rela saja ibuku pulang meninggalkanku. Saat ini, lihat wajahnya saja rasanya air mataku mau keluar, padahal ibuku hanya pulang, bukan ditinggal untuk berperang. Kenapa ya? Rasanya berat sekali melepas kepergian ibuku?


15 menit kemudian, Jevan datang menghampiri kami.


“Jevan, kok kamu lama sekali?” Tanyaku.


“Maaf ya, bi? Tadi ada masalah dijalan.” Jawab Jevan.


“Iya tidak apa-apa, yang penting kita tidak terlambat.” Kata ibuku.

__ADS_1


“Kalau begitu, ayo bi... sebentar lagi kita terbang.” Kata Jevan.


“Ayo.”


“Yuri, ingat pesan ibu ya?” Tanya ibuku.


“Iya, bu. Hati-hati dijalan, salam untuk ayah ya?” Kataku.


“Iya. Mina, titip Yuri ya?” Tanya ibuku lagi.


“Siap, bi. Hati-hati...” Kata Mina sambil tersenyum lebar.


...


“Yuri, ayo pulang.” Kata Mina.


“Ayo.”


(Di dalam mobil)


...


“Mina, kenapa ya rasanya berat sekali melepas ibuku? Apa karena selama ini dia selalu berada disampingku, makanya aku begini?” Tanyaku.


“Itu tandanya kamu sangat menyayangi ibumu. Tapi nanti juga kamu akan terbiasa kok.” Kata Mina.


“Iya, semoga saja.”


“Mau makan malam tidak? Aku lapar nih.” Kata Mina.


“Kamu belum makan? Ya sudah ayo kita makan.” Jawabku.


“Mau makan apa, Yuri?” Tanya Mina.


“Terserah kamu saja, aku selalu setuju denganmu.” Jawabku.


“Bagaimana kalau makan bulgogi? Pasti lezat.” Kata Mina.


“Boleh, aku juga suka.” Sahutku.


“Eh, tapi Mina... aku ingin makan samyetang, malam ini sedikit dingin dari biasanya. Makan makanan yang berkuah sangat tepat menurutku.” Tuturku.


“Baiklah, Yuri. Kamu benar juga.”


Hasil kesepakatanku dengan Mina, kami akan makan malam dengan hidangan bulgogi dan samyetang. Sebenarnya aku sudah lama ingin memakan samyetang, dan itu pun selalu lupa. Maka dari itu, selagi aku masih ingat, aku ajak Mina saja. Samyetang itu sejenis sup dari ayam utuh, kuahnya sangat hangat karena ada ginsengnya. Ditambah lagi, di dalam perut ayam tersebut ada isian seperti nasi, jadi menurutku itu sangat enak sekali.


Perjalanan kami selama 20 menit untuk sampai pada kedai yang ditunjukkan oleh Mina. Mina berkata kalau kedai ini memiliki hidangan yang sangat enak dan katanya kita akan ketagihan jika kesini. Dia juga bilang banyak idol yang kadang menyempatkan waktunya kesini, ya karena rasa masakan khasnya. Semoga saja kami bertemu dengan mereka hahah!

__ADS_1


Sesampainya kami di kedai itu, kami langsung memesan makanan yang kami inginkan. Tidak lama untuk menunggu hidangan itu disajikan, sang pemilik kedai sangat cepat membuatnya. Aku masih melihat sekitar kedai, memang banyak sekali tanda tangan idol yang ada di dinding kedai ini. Dari mulai Super Junior sampai ke Winner. Sepertinya ini salah satu kedai favorit para idol deh. Tidak menyia-nyiakan waktuku untuk pergi kesini, aku dan Mina melakukan selfi dan berfoto sendiri. Setelah makanan yang kami pesan datang, akhirnya kami menyantapnya dengan lahap, apalagi samyetang ini begitu menggiurkan di mataku haha!


__ADS_2