
Kedatangan Keila dan Audi membuatku terkejut, pasalnya mereka tiba-tiba muncul dihadapanku, ah tidak tapi tepat di depan apartemenku. Mulutku terdiam, mataku tertuju pada kedatangan mereka, dan tubuhku terasa beku. Seharusnya jika mereka datang kesini, hubungi aku saja. Aku kan bisa menjemput mereka di bandara, lah ini? Tau saja tidak jika mereka ke Korea.
“Audi, Keila... Kalian benar-benar ya...” Kataku sambil menatap tajam.
“Apa sih, Yuri?” Tanya Keila.
“Iya nih, kamu tidak suka kami datang kemari?” Tanya Audi.
“Ya ampun, bukannya tidak suka. Tapi yang aku pikirkan itu, kenapa kalian tidak mengabariku. Setidaknya aku bisa menjemput kalian kan di bandara?” Tanyaku.
“Kami bilang kan ini kejutan untukmu hehe...” Jawab Audi.
“Iya Yuri. Lagian kamu juga tidak perlu repot-repot menjemput kami, karena kami pergi bersama Jevan kesini. Jadi ada rekan kerjanya yang menjemput kami di bandara.” Jelas Keila sambil tersenyum.
“Hah? Jevan? Jadi dia ikut juga? Untuk apa?” Tanyaku.
“Dia kan pernah bilang... Kalau sewaktu-waktu bisa saja datang ke Korea untuk bekerja, ya wajar saja kami juga datang tiba-tiba hehe...” Sahut Audi.
“Ya sudahlah. Bagaimana kalian tahu apartemenku?” Tanyaku lagi.
“Waktu itu kamu sendiri yang memberikannya pada kami, kamu lupa?” Tanya Audi lagi.
“Oh iya...” Kataku.
“Ehm... Audi, Keila... Ini Mina, yang sering ku ceritakan.” Tuturku.
“Annyeonghaseyo ...” Sapa Mina.
“Nee annyeonghaseyo...” Sahut Audi dan Keila.
“Dia yang waktu itu pernah video call dengan kita kan?” Tanya Keila.
“Oh, iya benar.” Sahut Audi.
“Jadi kalian temannya Yuri? Pantas saja, dari datang sudah seru sekali hehe...” Timpal Mina.
“Ahahah... Bisa saja, kami memang lucu...” Sahut Keila sambil tertawa.
“Nah kan, mulai kambuh penyakitnya. Jangan hiraukan dia ya, Mina?” Tanya Audi.
“Sudah sudah, kalian mau minum apa? Pasti haus kan?” Tanyaku.
“Soju ada?” Tanya Audi.
“Hah? Gila apa? Anak kecil tidak boleh minum soju hahah...” Jawabku sambil tertawa.
“Aish...”
“Terserah minum apa, yang penting dingin.” Kata Keila.
“Baiklah.” Jawabku.
...
Tidak asik jika ada Audi dan Keila, namun suasananya biasa saja. Dengan adanya kedatangan mereka, apartemenku terasa ramai dan hangat. Tentu saja karena ocehan mereka yang semakin menjadi-jadi, aku saja sampai heran. Bertemu dengan Mina saja bukannya malu atau apalah, eh malah sangat akrab dan tambah gila. Seperti yang telah aku katakan sebelumnya, mereka datang kemari karena ingin sekali menonton konser bersama. Aku sangat senang mereka kemari, jadi orang-orang yang selalu menghiburku berada di dekatku.
Hari ini Audi dan Keila sangat rusuh. Mereka bukannya beristirahat karena panjangnya perjalanan ke Korea, tapi malah ingin mengajakku untuk berjalan-jalan keluar. Hari ini aku gagal lagi untuk beristirahat, huftt!!
“Yuri, ayolah kita keluar... Aku bosan sekali.” Tutur Audi.
“Iya, aku juga ingin melihat suasana Seoul di malam hari. Kamu tidak kasihan apa? Selama ini kan hanya bisa melihat di drama korea.” Sahut Keila.
...
“Kok diam sih?” Tanya Audi lagi.
“Iya iya, tapi jangan lama-lama ya? Kalian juga lelah kan?” Tanyaku.
“Yeay! Itu mah gampang Yuri, kamu memang sahabat terbaik.” Ucap Keila.
__ADS_1
“Baiklah, aku siap-siap dulu ya? Siapa tahu bertemu Oppa-oppa tampan hehe...” Sahut Audi sambil tersenyum lebar.
“Aku juga, Yuri tunggu disini ya?” Tanya Keila.
“Terserah kalian saja.” Jawabku singkat.
...
“Mina, kamu ikut ya? Hari ini kita akan keluar ramai-ramai.” Kataku.
“Hahahah... Kamu benar juga, baiklah siap.” Jawab Mina semangat.
“Tapi kita kemana ya, Mina?” Tanyaku.
“Karena teman-temanmu yang mengajak kita, bagaimana kalau ke Itaewon? Disana kan suasananya bagus. Setelah itu kita ajak mereka makan, bagaimana?” Tanya Mina.
“Baiklah, aku setuju.” Kataku.
...
Sebenarnya salah satu harapan sekaligus impian bagiku adalah menghabiskan waktu luangku bersama sahabat-sahabat tercinta. Hari ini sepertinya harapan itu akan terwujudkan, walaupun waktunya tidak tepat. Aku sudah tegaskan untuk tidak keluar karena kedua temanku mungkin merasa lelah karena perjalanan ke Korea, namun ternyata mulutku tidak dapat menghentikan mereka yang sangat kekeh ingin keluar. Di satu sisi aku melarang mereka, namun di sisi lain aku ingin mereka yang datang menemuiku disini merasa bahagia. Apalagi setelah Keila mengatakan dia ingin melihat Korea di malam hari secara nyata, bukan hanya di dalam drama Korea. Bukannya menantang, malah kasihan betapa mirisnya ekspresi wajah mereka yang sangat menyedihkan.
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Keila dan Audi keluar dari kamar dengan penampilan yang berbeda tentunya. Jika biasanya di Indonesia mereka hanya memakai baju kaos dan jeans-nya, kali ini penampilan mereka sangat berbeda. Mereka memakai setelan pakaian yang dapat menghangatkan tubuh mereka, wajarlah jika di Korea memang seperti itu. Kalau masih berada di apartemen memang masih hangat, namun jika sudah keluar udaranya sangat dingin, bahkan udara yang keluar dari mulut kita akan terlihat nyata.
...
“Wah... Pantas saja kamu tidak bosan berada disini, Yuri. Lihatlah, suasana di malam harinya memang terbaik. Aku ingin membeli beberapa street food juga ya?” Tutur Audi semangat.
“Iya, aku juga menginginkannya. Karena dari dulu hanya melihat street food dari Youtube saja hehe...” Sahut Keila.
“Iya, kalian tenang saja. Aku akan mengajak dan mentraktir kalian makan, jangan sampai kelaparan berada di Korea hehe.” Timpal Mina sambil tersenyum.
“Mina, kamu memang terbaik hahah!” Sahut Audi.
“Terimakasih ya, Mina.” Kata Keila.
“Maaf ya, Mina jika mereka cukup cerewet dan merepotkan.” Kataku.
...
Selama perjalanan menuju ke Itaewon, tidak henti-hentinya Keila dan Audi berbicara. Suasana di dalam mobil pun ricuh seperti tak terkendali lagi, maklumlah ini pertama kalinya mereka datang kemari. Aku sangat senang dengan adanya kehadiran mereka, tapi aku hanya sedang tidak mood saja hari ini, jadi aku sangat cuek. Beberapa waktu kemudian, akhirnya kami sampai di Itaewon. Suasana malam disini memang mengasyikkan sekali, terlihat banyak orang yang berjalan berlalu-lalang untuk membeli makanan dijalanan. Banyak sekali penjual street food berada di sekitaran jalan, entah mengapa jika keluar mobil dan merasa kedinginan maka perut serasa kosong seperti belum makan. Karena itulah kami langsung mencicipi berbagai macam street food disana. Karena kebanyakan menonton youtube, jajanan pertama yang aku incar adalah tteobokki dan odeng. Jika kalian pecinta kuliner korea yang satu ini pasti tahu kan bagaimana rasanya? Sangat enak jika dimakan saat suasananya dingin-dingin begini.
“Teman-teman... Sepertinya aku sudah tidak kuat lagi.” Tutur Audi.
“Kenapa? Jangan bilang begitu lah, jangan tinggalkan kami.” Kata Keila.
“Kenapa sih?” Tanyaku.
“Kalian yang kenapa? Maksudnya aku sudah tidak kuat makan lagi.” Jelas Audi malas.
“Ooohhh...” Kata kami serentak.
“Aku kira kenapa. Kan tidak asik jika kamu meninggal disini, kami susah nanti mengurusnya.” Kata Keila.
“Kamu gila apa? Masa aku di doakan begitu.” Balas Audi kesal.
“Sudah sudah, jangan bertengkar terus.” Kataku.
“Ya sudah, kalau begitu bagaimana jika kita ke kafe depan saja? Aku ingin membeli kopi.” Kata Mina.
“Boleh, ayo.” Jawabku.
“Ayo lah.” Kata Keila semangat.
...
“Kalian mau pesan apa?” Tanya Mina.
“Sama saja sepertimu.” Jawabku.
__ADS_1
“Aku juga.” Jawab Keila dan Audi serentak.
“Baiklah, kalian tunggu disini saja.” Sahut Mina semangat.
...
“Yuri, ternyata Mina memang baik ya? Aku tidak menyangka, padahal kita baru kenal loh.” Kata Keila.
“Iya, dia memang baik. Aku sangat berhutang padanya, karena kebaikannya itu.” Sahutku.
“Oh iya, kuliahmu bagaimana? Lancar kan?” Tanya Audi.
“Ya begitulah, dan itu juga berkat Mina yang selalu membantuku dikala kesusahan.” Jawabku.
“Hei, ini minumannya.” Kata Mina sambil duduk.
“Terimakasih.” Jawab kami.
...
“Oh iya, ternyata tteobokki memang enak ya? Beruntung sekali aku bisa mencoba yang asli haha...” Tutur Audi semangat.
“Kamu suka? Nanti kapan-kapan aku akan mengajakmu ke pasar tradisional, pasti kamu senang. Banyak makanan disana, aku saja happy sekali jika kesana.” Jelas Mina sambil tersenyum.
“Iya, kamu juga belum pernah mengajakku kesana.” Sahutku.
“Ah, iya. Itu kan karena kita berdua tidak ada waktu hehe...” Jawab Mina sambil tersenyum.
...
“Annyeonghaseyo ...” Sapa seseorang.
“Nee annyeonghaseyo...” Jawab Mina.
“Dokter Jae?” Tanyaku.
“Halo semuanya, ternyata aku benar. Boleh kami bergabung disini?” Tanya dokter Jae.
“Silahkan.” Jawabku.
...
Di tengah-tengah kami berada di kafe, tak aku sangka ternyata kami bertemu dengan dokter Jae dan rekannya. Sepertinya rekannya itu adalah orang yang diceritakan oleh Mina waktu itu, siapa ya? Ah, Min Jae. Ya aku ingat sekarang, tampaknya Mina menjadi malu-malu berada di dekat dokter Min Jae haha! Saat ini dokter Min Jae sedang duduk disebelah kanan Mina, wajah Mina tampak tersipu.
“Ehm... Dokter, kalian sedang apa disini? Tidak kerja?” Tanya Mina tiba-tiba.
“Hari ini kami selesai lebih awal, pasiennya sudah kami tangani.” Jawab dokter Jae.
“Oh iya, ini dokter Min Jae. Dia rekan kerjaku sekaligus sahabat. Kalau mereka ini siapa?” Tanya dokter Jae.
“Perkenalkan ini teman-temanku dari Indonesia, mereka sedang berlibur disini.” Kataku.
“Annyeonghaseyo...” Sapa Keila dan Audi.
“Semoga berkesan ya, liburannya?”
“Oh dokter yang menyembuhkan Yuri, ya?” Tanya Keila tiba-tiba.
“Ah tidak, itu berkat Yuri juga karena dia sangat kuat.” Jawab dokter Jae.
“Tidak, itu berkat kerja keras dokter juga hehe...” Sahutku sambil tersenyum.
...
“Kalau dokter Min Jae sudah lama ya berteman dengan Mina?” Tanyaku.
“Hm... Lumayan sih hehe. Sejak saya diangkat menjadi seorang dokter sepertinya, Mina juga selalu kunsultasi pada saya.” Jawab dokter Min Jae.
“Oh begitu.” Kataku.
__ADS_1
“Mina, kamu kenapa?” Tanyaku.
“Hah? Tidak apa-apa kok.” Jawab Mina gugup.