Dokterku Jodohku

Dokterku Jodohku
Lanjutan


__ADS_3

Aku penasaran bagaimana proses dan adat orang Korea ketika melangsungkan pernikahan yang sangat sakral.


Hari ini aku akan melihatnya secara langsung, dan siapa tahu aku dapat menikah di Korea suatu hari nanti hahah!


Jika aku lihat di dalam drama Korea, proses pernikahannya sangat sedarhana. Oh iya, apalagi pengantin


wanitanya yang di rias dengan natural atau secara alami dan tidak berlebihan. Kalau di Indonesia sendiri, para pengantin wanita di rias dengan ketebalan tertentu, dan tentunya karena memiliki kebudayaan yang berbeda-beda di setiap daerahnya.


“Kita sudah sampai, ayo turun.” Kata dokter Jae.


“Ayo.” Sahut dokter Min Jae.


Tanpa berlama-lama aku dan Mina segera turun dari mobil dokter Jae. Namun sangat tak terduga, ketika aku


telah keluar dari mobil sementara Mina berada tepat di belakangku, tiba-tiba ia hendak terjatuh. Tidak sampai terjadi, dokter Min Jae dengan tangkas menahan tubuh Mina agar tidak terjatuh ke bawah. Alhasil mereka saling mendekat tanpa memperdulikan aku yang masih ada di sana.


“Ehem… Tidak usah ragukan aku disini, lanjutkanlah.” Singgungku.


Mina dan dokter Min langsung tersadar dari lamunannnya yang masih saling menatap.


“Terima kasih.” Kata Mina.


“Aduh kalian ini, bermesraan jangan di tempat ramai begini lah. Tidak baik dilihat orang-orang yang datang.” Sahut dokter Jae.


“Ayo masuk.” Ucap dokter Min cepat.


“A… Ayo.” Sahut Mina cepat.


“Ehem, tampaknya temanku yang satu ini mengalami kecanggungan yang berlebihan hahah…” Godaku.


“Yuri, jangan nakal ya? Sudah, jangan di bahas.” Ucap Mina malu.



“Ngomong-ngomong yang menikah siapa, dok?” Tanya Mina.


“Itu saudaraku, tepatnya anak dari pamanku.” Jawab dokter Jae.


“Kalau kamu kapan?” Tanya dokter Min sambil tertawa.


“Kamu juga kapan?” Tanya dokter Jae kesal.


“Kok malah adu mulut?” Sahut Mina.


“Kalau aku, nanti lah. Aku sudah memiliki rencana, tapi entahlah.” Ucap dokter Jae.


“Loh? Bagaimana dengan pasangannya?” Tanya dokter Min lagi.


“Sudah ada sih, tapi tidak tahu dia mau atau tidak.” Jawab dokter Jae pelan.


“Wah, payah sekali. Ya ungkapkanlah segera, daripada nanti diambil oleh orang lain.” Sahut dokter Min.


“Iya, benar setuju sekali.” Sahut Mina.


“Iya, kan Yuri?” Tanya dokter Min.


“Yuri?” Tanya Mina.


“Hah? Iya hehe.” Jawabku cepat.


“Kamu tidak apa-apa kan?” Tanya Mina.


“Iya, aku baik-baik saja.” Kataku pelan.

__ADS_1



“Eh, coba lihat. Gaunnya cantik sekali ya? Aku sangat ingin memakai gaun seperti itu.” Tutur Mina senang.


“Iya sabar, pasti ada waktunya.” Sahut dokter Min.


“Ehem…” Sahut dokter Jae.


“Yuri, kamu benar bak-baik saja? Kok diam dari tadi?” Tanya dokter Jae.


“Iya, tidak apa-apa hehe.” Jawabku.


Terkadang mulut dan hati memang bertolak belakang dengan apa yang aku inginkan. Mungkin sekarang aku


berkata tidak apa-apa, namun hatiku berkata lain. Aku sedang tidak baik-baik saja. Terlebih lagi aku mengingat bahasan tentang pernikahan, rasanya aku mulai lemah dan tak berdaya. Ternyata dia sudah memiliki calon untuk pernikahannya. Bagaimana aku bisa baik-baik saja?


Stop, Yuri! Apa sih yang aku pikirkan? Tujuanku saat ini adalah berdiri sendiri, maksudnya sukses. Memang


nanti aku pasti memiliki waktu yang tepat untuk memikirkan pasangan hidup, jadi sekarang aku harus fokus! Fokus!


“Sebentar lagi penyanyi spesialnya akan datang.” Kata dokter Jae.


“Siapa?” Tanya Mina penasaran.


“Ya lihat saja nant, pasti kalian suka.” Sahut dokter Jae.


Beberapa saat kemudian…


Seorang laki-laki datang


dengan mengenakan jas hitam, dipadukan dengan sepatu yang begitu berkilau.


“Ap… apa?” Kataku kaget.


“Chanyeol?” Kataku dan Mina serentak.


“Ya ampun, apa aku mimpi? Mina, coba tampar pipiku.” Kataku.


“Aw, sakit. Apa ini nyata?” Tanyaku.


“Wah parah, di depan kita ada pangeran? Oh my god!” Sahut Mina syok.


“Ini semua nyata, tenang saja.” Sahut dokter Min.


“Iya, tadi kan aku sudah bilang kalian pasti suka.” Sahut dokter Jae.


“Dokter mengajak kami karena ini?” Tanya Mina.


“Wah, aku sangat menyukainya. Salah satu impianku terwujud, bertemu dengan Chanyeol yang sedang bernyanyi.” Kataku sedih.


“Hei, kalian kok sedih?” Kata dokter Min.


“Tidak, ini adalah tangis bahagia.” Sahutku pelan.


“Tenang saja, akan ku pertemukan kalian nanti. Dengan Chanyeol.” Kata dokter Jae.


“Serius? Demi apa?” Tanya Mina semangat.


“Kenapa kalian begitu menyukainya? Apa bedanya denganku?” Tanya dokter Min.


“Suka sekali, melebihi apapun.” Sahut Mina.


“Tapi aku ingin tanya, berapa ya biaya yang dikeluarkan untuk mengundang Chanyeol kesini? Pasti mahal sekali.” Tuturku bingung.

__ADS_1


“Hahah… Yuri, lucu sekali kamu.” Sahut dokter Min.


“Tidak usah dipikirkan, itu urusan mereka hahah…” Sahut Mina.


Kedua mataku terasa panas, tatapanku sedari tadi hanya berfokus pada Chanyeol yang sedang bernyanyi santai di panggung sana.  Hatiku terasa damai, nyaman, tentram, ya terbawa dengan suasana yang indah ini.


Waktu terus berjalan, aku hanya berusaha mamandangi Chanyeol yang sedang bernyanyi hingga usai. Niatku


ingin menyapa Chanyeol di sana, namun para pengawal mengatakan bahwa ada hal mendesak bagi Chanyeol, dan terpaksa harus segera meninggalkan acara itu. Aku sempat merasa sedih, padahal sedikit lagi aku akan bertemu langsung dengan idolaku. Tapi ya sudahlah, mungkin lain kali aku bisa bertemu dengannya lagi.


Setelah acara selesai dan berfoto bersama, kami memutuskan untuk pulang karena sudah cukup malam. Dokter


Jae terlebih dahulu mengantarkan Mina dan dokter Min Jae kembali ke rumahnya, dan saat ini hanya aku yang terakhir berada bersamanya. Suasana cukup canggung, terlebih lagi jika aku mengingat dia telah memberikan bunga yang indah sebelumnya. Aku berusaha berpikir bagaimana memecahkan suasana ini.


“Em… terima kasih ya dok, bunganya.” Kataku pelan.


“Ah, iya Yuri sama-sama. Bagaimana, kamu suka?” Tanya dokter Jae.


“Suka hehe…” Jawabku.


“Oh iya, kamu suka konser kan? Besok kamu ada waktu tidak ?” Tanya dokter Jae.


“Em… ada sih, kenapa memangnya?” Tanyaku lagi.


“Jadi aku sudah membeli dua tiket konser, mini konser sih tepatnya.” Jawab dokter Jae.


“Mini konser apa?” Tanyaku.


“NCT 127.” Jawab dokter Jae.


“Hah? Serius? Kok aku tidak tahu ya, ada mini konser itu.” Gerutuku.


“Iya, aku saja tahu dari teman dekatku.” Jawab dokter Jae.


“Tapi dokter kan tidak suka konser? Iya kan?” Tanyaku lagi.


“Aku sudah suka sekarang, pokoknya apa yang kamu sukai, aku juga suka.” Sahut dokter Jae.


Duh! Parah ni dokter Jae, bisa nge fly aku disini 😊


“Ah, dokter bisa saja.” Kataku singkat.


“Wajahmu kenapa?” Tanya dokter Jae.


“Hah? Ada ap dengan wajahku?” Tanyaku kaget.


“Pipimu merah.” Sahut dokter Jae sembari tersenyum kecil.


Sial, aku ketahuan.


“Ya sudah dok, ayo kita nonton. Jam berapa?” Tanyaku mengalihkan pembicaraan.


“Jam 5 sore ya? Nanti akan ku jemput.” Jawab dokter Jae.


“Siap.”


Tanpa berkata-kata lagi, setelah sampai di depan apartemenku… aku langsung pergi begitu saja. Ah, entah


apa yang telah aku lakukan ini. Aku jadi semakin bingung dengan tindakanku yang


tidak masuk akal ini hahah! Bagaimana bisa aku merasa gugup begini?


__ADS_1


__ADS_2