
Betapa senangnya aku ketika dokter Jae membolehkanku untuk pulang, dokter berkata agar aku banyak beristirahat dan sementara waktu tidak melakukan pekerjaan yang berat. Rasanya dari dulu aku sudah disuruh begitu, malahan aku sudah bosan dengan kata-kata itu. Tapi aku berpikir bahwa setiap dokter pasti menyuruh pasiennya seperti itu jadi aku juga tidak terlalu peduli dengan kata itu. Saat ini aku hanya merasakan perbedaan sesudah dioperasi ,sepertinya aku merasa sangat enakkan, badanku juga sedikit segar dibandingkan sebelum operasi.
Siang ini aku akan pulang diantar oleh Mina, aku sudah tidak sabar lagi untuk menginjakkan kaki aku di apartemen milik kami. Tetapi ada beberapa hal yang tidak dapat aku lupakan di rumah sakit ini, mulai dari bertemu Seulgi dan Irene Red Velvet, sampai di gendong oleh Jeno NCT. Jika aku pikir kembali semua itu seperti lelucon belaka, yang mungkin orang lain tidak akan mempercayai hal itu.
“Yuri, jika pulang nanti jaga makananmu ya, kemudian jangan terlalu memikirkan banyak hal, jangan mengerjakan sesuatu yang berat, dan satu lagi jangan lupa meminum obat yang telah saya berikan, jangan sampai terlewatkan ya.” Tutur dokter Jae.
“Iya, dokter. Saya siap melaksanakan itu semua, terimakasih ya atas semuanya.” Kataku.
“Terimakasih, ya dokter. Dokter Jae memang terbaik, nanti lain kali kami akan mengunjungi anda.” Kata ibuku sambil tersenyum.
“Iya sama-sama.”
“Oh iya, jangan lupa kontrol dua minggu sekali ya.” Sahut dokter Jae lagi.
“Iya, dok. Kalau begitu kami pamit ya.” Jawab ibuku.
“Ya, silahkan.”
...
Akhirnya aku dapat keluar dari rumah saki ini, aku sudah tidak betah lagi disini. Tapi aku sungguh berterimakasih pada dokter Jae dan beberapa perawat yang merawatku selama ini, hanya rumah sakit ini yang membuat aku merasa nyaman dan memberikan pelayanan yang super baiknya jika dibandingkan dengan rumah sakit yang lain. Tidak lupa Mina, dia selalu menemaniku dan ibu selama berada di Korea, mengurusi perawatanku dan sebagainya, dan juga tidak lupa Pak Kim yang selalu memperdulikanku dengan ibu.
Setelah pasca operasiku, aku merasa tenagaku terisi kembali sebagaimana dahulu sebelum ada penyakit di tubuhku. Namun jika teringat pesan yang disampaikan oleh dokter Jae padaku, untuk tidak macam-macam sebelum aku benar-benar pulih, aku menurutinya hehe. Setelah kurang lebih 20 menit perjalanan ke apartemen, akhirnya kami sampai disana. Tepat di depan apartemenku, seseorang sudah berdiri disana.
“Jevan?” Tanyaku.
“Jevan, kamu disini?” Tanya ibuku.
“Iya, Yuri, bibi. Maaf ya jika aku mengagetkan kalian, akhirnya Yuri pulang juga dari rumah sakit.” Jawab Jevan.
“Ya sudah, ayo masuk.” Ajak ibuku sambil membuka pintu.
Ketika tiba di dalam, aku langsung disuruh ibuku istirahat istirahat dan istirahat, sangat membosankan. Padahal aku sudah tidak apa-apa. Hanya karena operasi itu, aku di anggap seperti anak kecil lagi. Sementara Jevan dan Mina membantu ibuku membereskan apartemen milik kami.
“Jevan, kapan kamu berencana kembali ke Indonesia?” Tanya ibuku.
“Belum tahu, bi. Jevan harus menunggu urusannya sampai selesai.” Jawab Jevan.
“Begitu ya, memangnya urusan apa kalau boleh tahu?” Tanya ibuku lagi.
“Ibu, ingin tahu sekali sih urusan orang lain.” Sahutku.
“Tidak apa-apa, Yuri. Sebenarnya ayah yang mengirimku kemari, bisnisnya diwakilkan oleh aku, bi.” Jelas Jevan.
“Oh begitu, hebat kamu hehe...” Timpal ibuku.
Sementara Mina hanya memainkan ponselnya karena tidak tahu apa yang kami bicarakan dengan menggunakan bahasa indonesia.
“Jadi kamu tinggal dimana sekarang?” Tanya ibuku lagi.
“Di hotel dekat perusahaan yang sedang aku urus, bi. Agak jauh sih dari sini.” Jelas Jevan.
“Oh ya, kalau begitu aku pamit ya bi? Sebentar lagi ada pertemuan, dan harus datang lebih awal.” Tambah Jevan.
“Iya iya, hati-hati ya?” Sahut ibuku.
“Iya, bye Jev.” Tambahku.
...
“Maaf ya, Mina. Kamu tidak mengerti apa yang kami bicarakan tadi hehe.” Tuturku.
“Tidak apa-apa, Yuri. Tapi lain kali ajari aku ya, bahasa Indonesia hehe...” Jawab Mina.
“Siap.”
__ADS_1
...
Setelah percakapan itu selesai dan apartemen kami sudah rapi, Mina pamit pulang. Dia mengatakan akan ada urusan lain di luar, aku juga paham betapa sibuknya dia, malah membela diri untuk mengantarku pulang, ada-ada saja.
“Yuri, minum obat dulu ya nak.” Kata ibuku sambil memberikan obat.
...
Beberapa hari kemudian...
Rasa suntukku berada di dalam apartemen ini muncul. Beberapa hari ini aku sudah sangat cukup beristirahat di kamarku, rasanya aku ingin mencari suasana baru, yaitu suasana yang menyenangkan. Banyak sekali rencana yang sudah aku buat ketika sampai di apartemen ini. Tidak lama aku memikirkannya, ada pesan masuk ke ponselku. Pesan itu dari Mina, dia mengajakku keluar. Sebenarnya aku boleh-boleh saja pergi keluar, asalkan telah meminum semua obat yang diberikan oleh dokter.
Hari ini Mina ingin mengajakku pergi ke gangnam, kalian tahu kan? Katanya dia ingin menunjukkan tempat-tempat yang bagus untuk berbelanja. Mulai dari pakaian, aksesoris, alat kecantikan, dan masih banyak lagi. Ketika Mina mengirimiku pesan, tanpa membalasnya aku langsung mau diajak kesana. Otakku sudah melayang kemana-mana dan sudah membuat rencana ingin membeli apa. Siapa juga yang bisa menyia-nyiakan ajakan Mina untuk kesana? Rasanya aku tidak dapat menolak hal itu haha. Tidak lupa aku harus meminta izin dengan ibuku.
(Saat sarapan)
“Bu...Mina mau mengajakku keluar... boleh tidak?” Tanyaku pelan.
“Kemana, Yuri?” Kata ibuku.
“Ke gangnam, bu. Mina ingin mengajakku berbelanja hehe... bagaimana?” Tanyaku lagi.
“Kamu serius mau keluar? Memangnya kuat?” Tanya ibuku.
“Bu, Yuri sudah kuat kok. Ibu selalu saja berpikiran kalau Yuri ini lemah. Yuri sudah sehat, bu. Waktu itu ibu juga sudah berjanji jika Yuri sudah sehat, katanya boleh melakukan apapun yang aku mau.” Jelasku.
“Kamu ini, bisa saja ya membalikkan janji itu.”
“Ya iya lah, bu. Jadi bagaimana? Kasihan Mina bu, dia juga sudah banyak membantu kita.” Jelasku lagi.
“Ya sudah, tapi jangan lama-lama ya? Bilang dengan Mina.” Kata ibuku.
“Yeay! Ibu memang mengerti apa yang aku mau. Tenang saja, bu nanti Yuri belikan sesuatu hehe...” Jawabku sambil merangkul ibuku.
“Dasar... mau pergi jam berapa?” Tanya ibuku.
“Baiklah, habiskan makananmu.”
“Iya, bu.”
...
Tak lama aku dan ibu berbincang-bincang, ada bel berbunyi, dan itu tandanya ada yang bertamu.
“Mina, ayo masuk.” Ajak ibuku.
“Iya, bi. Yuri dimana?” Tanya Mina.
“Itu, lagi menonton tv.” Jawab ibuku.
...
“Hey, Yuri?” Sapa Mina.
“Mina? Bukannya kita pergi siang nanti?” Tanyaku.
“Iya, aku sengaja datang lebih awal. Aku mau mengajakmu ke kampus, mau tidak?” Tanya Mina semangat.
“Kampus? Ke SNU? Aku mau sekali, Mina.” Tuturku.
“Boleh kan, bi?” Tanya Mina.
“Boleh lah. Siapa tahu nanti Yuri kuliah disana hehe.” Jawab ibuku sambil tersenyum.
“Yeay! Aku memang dari dulu menginginkan kampus itu, Mina. Kapan kesana?” Tanyaku.
__ADS_1
“Sekarang?” Kata Mina.
“Baiklah, aku siap-siap dulu ya.” Kataku sambil beranjak dari duduklu.
...
“Dari tadi kamu nonton running man? Suka sekali ya?” Tanya Mina.
“Iya. Suka sekali, sejak lima tahun terakhir ini heheh... mereka kocak sekali sih.” Jawabku senang.
“Iya, kamu benar.”
...
SNU (Seoul National University), siapa yang menolak sih untuk berkuliah disana. Banyak sekali orang yang menginginkan berada disana. Bahkan disaat aku masih berada di sekolah menengah atas, aku memiliki tekad untuk melanjutkan pendidikanku disana. Tentunya tidak mudah untuk menginjakkan kaki dan masuk kesana dan berstatus sebagai mahasiswa di SNU. Berbagai rintangan tentu harus dilewati terlebih dahulu. Hari ini Mina mengajakku ke sana, ya ke SNU. Baru dengar saja hatiku sudah bergetar, panas, dan menggebu-gebu karena memang aku sangat menyukai kampus itu. Jujur aku terpukau dengan kepintaran dan kecerdasan Mina, dia adalah salah satu orang yang aku kenal dengan kehebatannya. Di umur yang masih terbilang muda, dia sudah berani bekerja, membantu ayahnya di perusahaan, bahkan jiwa sosialnya tinggi. Aku saja yang belum lama mengenalnya sudah merasakan kalau Mina adalah orang baik, sangat baik, dan aku nyaman berada di dekatnya, aku juga percaya terhadapnya.
Hanya sekitar 15 menit kami di perjalanan, Mina sudah memasuki area kampus. Kampus yang selama ini aku lihat di internet, sudah bisa aku lihat dengan mata kepalaku sendiri. Begitu turun dari mobil, aku merasakan aura kepintaran dan kemegahan kampus ini. Terlihat banyak sekali mahasiswa yang berasal dari berbagai negara, tekadku jadi semakin kuat. Mina berkata kalau dia mempunyai urusan sebentar disini, setelah itu dia akan mengajakku jalan-jalan ke gangnam. Mina juga sempat mengenalkanku beberapa tempat yang ada di SNU ini, jiwa semangatku jadi terus berkembang hehe.
“Bagaimana, Yuri? Kamu suka tidak?” Tanya Mina.
“Mina, aku suka sekali tahu hehe.” Jawabku.
“Benarkah?”
“Iya. Aku sudah lama mengagumi kampusmu, dari sekolah menengah atas hehe.” Jawabku.
“Hahahah... masa iya.”
“Kamu tidak percaya juga.”
“Oh iya, ayo kita ke gangnam. Urusanku sudah selesai.” Tutur Mina.
“Sudah? Cepat sekali. Ya sudah, ayo.” Jawabku senang.
“Ayo.”
Aku dan Mina menuju Gangnam sekarang, saat ini sudah pukul satu siang.
“Oh iya, Yuri. Bagaimana kalau kita makan dulu? Kita ke cafe, kamu bawa obatmu kan? Sekalian kamu minum obat disana.” Tanya Mina.
“Eh iya ya. Ya sudah, ayo.”
Tidak enak rasanya jika jalan-jalan tanpa makan siang, Mina mengajakku ke salah satu cafe di Gangnam. Suasananya sangat bagus, aku suka sekali. Kata Mina, cafe ini sering dikunjungi oleh idol K-Pop. Pantas saja tempatnya cukup ramai, banyak sekali pelanggan yang mengabadikan momen disini. Mereka kesini sembari belajar, bertemu rekan kerja, sengaja meluangkan waktu bersama orang tersayang, bercanda tawa, pokoknya cafe ini adalah salah satu tempat terbaik untuk mengisi waktu luang.
“Yuri, kamu suka tidak tempat ini?” Tanya Mina.
“Pasti lah, Mina. Kamu kan tidak pernah mengecewakan hehe...” Jawabku sambil tersenyum.
“Bisa saja. Mau pesan apa?” Tanya Mina.
“Apa saja yang kamu pesan, aku suka itu hehe.” Jawabku.
“Ya sudah, aku akan pesankan makanan favorit disini ya?” Kata Mina.
“Iya, siap.”
Mina memesankanku makanan yang memang sangat disukai oleh pelanggan dan makanan ini menurutku sangat enak. Mina memesan cake dan cappuccino yang sangatlah enak. Porsinya tidak terlalu banyak, namun mengenyangkan bagiku. Setelah makan apa yang Mina pesan untukku, langkah selanjutnya aku meminum obat yang diberikan oleh dokter Jae padaku. Oh iya, apa kabar ya dia?
Setelah aku meminum semua obat yang dibawakan oleh ibu, beberapa saat kemudian aku dan Mina melanjutkan perjalanan kami. Pertama-tama mina mengajakku ke salah satu butik yang sangat bagus di Gangnam. Mina memilih beberapa baju untukku, kemudian dia juga mencoba beberapa baju. Berada di toko pakaian adalah salah satu kelemahan ku, bagaimana tidak? Aku sangat lama dalam memilih baju dan aksesoris, begitu pun dengan Mina yang tidak jauh berbeda denganku. Kami memiliki banyak kesamaan, baik itu dalam memilih warna baju, memilih aksesoris, kemudian gaya busana dan lain-lain. Andai saja Keila dan Audi berada di sini, mereka apa pasti sangat senang karena bisa berbelanja bersama, semoga suatu saat mereka ada di sini bersamaku.
Sudah setengah jam lebih kami berada di toko pakaian akhirnya kami sudah menemukan apa yang kami mau. Tujan selanjutnya Mina mengajakku ke tempat kecantikan terkenal di sini, jujur saat aku memasuki tempat ini aku merasa terkejut, ya mungkin karena aku tidak pernah berbelanja alat kecantikan. Jika kalian penggemar alat kecantikan, suka merias wajah, kalian pasti sangat senang berada di sini, banyak sekali koleksi yang ditawarkan dari tempat ini.
Tempat selanjutnya yang kami kunjungi adalah toko penjualan K-Stuff. Kalian tahu kan isi toko ini? Mulai dari poster idol, kemudian album, dan aksesoris lain yang berhubungan dengan idol K-Pop itu sendiri.
Sumpah aku tidak bisa berkata apa-apa setelah memasuki toko ini, aku merasa bahwa ini adalah tempat yang aku cari selama berada di Korea. Kalian tahu tidak? Rasanya aku tidak ingin kembali ke apartemen, aku ingin tidur disini saja selamanya, bisa memandangi wajah idol, ya walaupun tidak asli yang hanya buatan semata, tapi mereka terlihat sangat nyata di mataku hahah... toko ini adalah tempat yang paling lama kami kunjungi karena tidak habis-habisnya kami melihat ini dan itu, apalagi aku dan Mina sangat menyukai NCT, kami berusaha mengumpulkan koleksi idol kami agar menjadi semakin banyak dan tak terhingga hahah!!!
__ADS_1
Tidak terasa kami jalan-jalan sudah cukup lama, sekarang sudah jam empat sore dan kami masih disini. Aku pun mengajak Mina untuk pulang, namun ketika kami hendak pulang aku melihat sebuah toko baju pria yang sangat stylish dan aku ingin ke sana.
Entah mengapa aku hanya ingin saja dan tiba-tiba aku teringat dengan dokter Jae, lalu aku memiliki ide untuk memberikannya hadiah sebagai ucapan terima kasihku selama ini karena hanya ini yang dapat aku berikan untuk dokter Jae. Aku memberikan hadiah untuk dokter berupa satu set pakaian di musim dingin supaya dokter tidak kedinginan hehe...