Dokterku Jodohku

Dokterku Jodohku
Dunia Fangirl


__ADS_3

Tidak asik rasanya jika waktu ada senggang tetapi tidak dipakai untuk apa pun. Hari ini hari senin, namun aku tidak berkuliah karena tidak ada jadwalnya. Berdiam diri di apartemen tidaklah nyaman karena ada kedua temanku yang amat ricuh. Tanpa mereka barangkali aku dapat tertidur dengan damai hari ini, namun itu hanya mimpi belaka. Mulai dari sarapan pagi, mereka sudah sangat mengganggu pikiranku. Membuat sarapan pagi saja, banyak hal yang mereka minta dariku. Dengan sok gengsi, mereka enggan untuk memakan makanan buatanku sendiri. Mereka akan sarapan jika makanannya memesan dari luar, mengesalkan bukan? Untung saja aku sangat menyayangi mereka, kalau tidak? Sudah ku bunuh hahah! Dengan berbagai alasan mereka meminta ini dan itu, kepalaku terasa pusing seratus kelliling. Pada akhirnya mereka mau mendengarkanku kali ini, syukurlah.


“Keila, Audi, kenapa tidak mau memakan ini semua sih? Aku sudah bersusah payah membuatnya.” Tuturku kesal.


“Apa? Bersusah payah? Aku tidak salah dengar?” Goda Keila.


“Iya nih, kamu kan hanya membuat nasi goreng. Masa iya itu payah hahah...” Sahut Audi sambil tertawa keras.


“Kalian parah sekali, jadi maunya apa?” Tanyaku.


“Pesan makanan lah, ya ya ya...” Goda Keila lagi.


“Hah? Apaan sih, tidak ah. Ini kan masih pagi.” Jawabku.


“Kamu mau kami kenapa-napa?” Tanya Audi.


“Manja sekali sih, tinggal beli sendiri sana diluar.” Kataku kesal.


“Kami tidak tahu jalannya, Yuri. Kalau kami tahu, sudah dari tadi pergi keluar.” Jawab Audi.


“Ke toserba saja ya? Mau tidak? Ada di depan apartemenku.” Tanyaku.


“Hah? Toserba?” Tanya Keila.


“Tunggu sebentar, aku berpikir dulu ya.” Sahut Audi.


“Yuri, kalau begitu aku setuju kesana. Siapa tahu penjaganya seperti Ji Chang Wook oppa, iya kan?” Tanya Keila.


“Oh, ya dalam drama itu?” Tanya Audi lagi.


“Ya sudah ayo, aku malas sekali sebenarnya.” Kataku.


Akhirnya kami bertiga menuju toserba dekat apartemenku, jaraknya cukup dekat karena itulah aku mengajak mereka kesana. Ketika tiba disana, Audi dan Keila memilih beberapa camilan, makanan siap saji, dan sebagainya. Namun mereka berdua sangat lama, seperti sedang mencari baju saja. Bukannya apa, mereka malah melakukan foto bersama, sangat membosankan. Kata Keila semua foto itu mau dibuat ke insta story, aku jadi malu.


“Sudah belum sih?” Tanyaku.


“Sudah, ayo bayar.” Kata Audi.


“Dan pada akhirnya kalian membeli ramen?” Tanyaku.


“Hehe...Iya... Jangan marah ya?” Tanya Keila.


“Sabar, ya sudah ayo.” Jawabku singkat.


Sesampainya di apartemen, tindakan pertama yang mereka lakukan adalah pergi ke dapur dan menyalakan kompor untuk memasak ramen. Sementara aku langsung pergi ke kamar untuk membereskan semua yang terlihat berantakan. Step selanjutnya, aku berdiri di depan kaca jendela sengaja untuk menikmati pagi yang selalu aku lewatkan biasanya. Waktu terus berlalu, aku selalu sibuk untuk kuliah dan hal-hal lain, tapi tidak pernah merenung sejenak untuk melihat keindahan dari kamarku.


“Yuri... Ramennya sudah masak, ayo makan.” Panggil Audi.


“Iya, sebentar.” Kataku.


“Nih, mangkuk untukmu.” Ucap Keila sambil menyerahkan mangkuk.


“Terimakasih.” Kataku.


...


“Yuri, kamu sudah menyiapkan sesuatu?” Tanya Audi tiba-tiba.


“Hah? Menyiapkan apa?” Tanyaku penasaran.

__ADS_1


“Kamu ini, tinggal menunggu beberapa jam saja loh.” Sahut Keila.


“Ya ampun! Aku hampir lupa.” Kataku.


“Besok konser kan?” Tanyaku.


“Iya lah, nanya lagi.” Kata Audi.


“Tunggu, aku harus mengabari Mina. Dia juga ikut soalnya.” Kataku cepat.


...


Sontak aku merasa terkejut ketika mengetahui besok adalah hari yang sangat mendebarkan. Konser NCT sudah ada di depan mata, rencananya hari ini kami akan membeli peralatan persiapan konser hehe... Tentu saja aku mengajak Mina untuk melakukan semua itu. Sekitar jam satu siang Mina datang ke apartemenku, raut wajahnya tampak sangat girang dan bersemangat.


“Yuri, Keila, Audi, berangkat sekarang ya?” Tanya Mina.


“Boleh, aku sudah tidak sabar sekali.” Kataku.


“Ya ampun, aku tidak pernah menyangka akan berdiri disini dan besok akan menonton idolaku.” Kata Keila.


“Iya aku juga, maka dari itu kita harus berangkat sekarang.” Ujar Audi semangat.


“Ayo.”


Perjalanan menuju toko yang menyediakan semua kebutuhan yang kami cari diwarnai dengan canda tawa. Kami menceritakan hal-hal indah tentang konser di hari esok.


“Pokoknya kita harus pergi lebih awal ya?” Tanya Audi.


“Benar sekali, aku sangat sangat sangat tidak sabar lagi bertemu dengan Taeyong.” Kata Keila.


“Kalian bisa membayangkan tidak? Bagaimana kalau aku bertatapan dengan Jaemin? Bisa mati ditempat.” Tutur Mina semangat.


“Itu namanya kita fansign, bisa bertatapan langsung.” Sahut Audi.


“Tapi jika tuhan berkendak bagaimana? Hahah...” Sahut Mina.


“Bagaimana perasaan kalian?” Tanya Mina tiba-tiba.


“Maksudmu apa, Mina?” Tanyaku.


“Mina ini ada-ada saja, ya? Masih bertanya lagi hihihi...” Sahut Keila sambil tertawa.


“Aku jadi ingin bercerita dengan kalian.” Sahutku pelan.


“Apa?” Tanya Audi.


“Iya, ayo ceritalah.” Kata Mina.


“Sebenarnya aku tidak menyangka akan terjadi sejauh ini. Maksudnya sampai di Korea selama ini. Dengan perjalanan yang rumit, dari perjuanganku menyembuhkan penyakit yang ada di dalam tubuhku, bisa berkuliah disini, bahkan sampai mengorbankan nyawa ibuku. Banyak sekali cobaan yang aku hadapi, bahkan besok? Aku dan kita semua akan menyaksikan konser idola kita dengan mudah. Aku sangat bersyukur dengan semua ini.” Tuturku perlahan.


“Ya ampun, aku sampai terharu.” Jawab Mina sambil tersenyum.


“Yuri, kematian ibumu bukanlah kesalahanmu, jadi jangan terlalu menyesalinya.” Sahut Keila.


“Iya, aku setuju.” Kata Audi.


“Oh iya, Mina. Kenapa kita menepi?” Tanyaku.


“Aku hanya ingin mendengarkan cerita kalian dengan serius saja, sekali-kali kan? Jadikan hari ini adalah hari yang menyenangkan dan melegakan bagi kalian, kalau mau bercerita, ceritalah.” Kata Mina sambil tersenyum.

__ADS_1


“Bagaimana denganmu, Mina? Apa kamu ingin menceritakan sesuatu?” Tanyaku penasaran.


“Ceritalah, Mina.” Sahut Audi.


“Hm... jadi...”


“Jadi...?” Tanya Keila.


“Baiklah, aku akan ceritakan sedikit. Sebenarnya kehidupan nyamanku sekarang ini juga banyak sekali perjuangannya.” Tutur Mina.


“Memangnya ada apa?” Tanyaku.


“Dulu, aku dan keluargaku hidup dengan bersusah payah. Ibuku hanya seorang ibu rumah tangga, sementara ayahku hanya seorang buruh yang mengharapkan gaji kecil dari perusahaannya dan bekerja sebagai tukang bengkel elektronik. Jika ada alat elektronik pelanggan seperti mesin cuci, AC, dan sebagainya, ayahku yang melakukan perbaikan. Ibu dan ayahku seringkali bertengkar karena kondisi keuangan yang sangat sedikit, dan tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup yang semakin meningkat. Sampai pada akhirnya, ayah dan ibuku berpisah pada saat aku duduk di bangku sekolah menengah pertama. Tapi setelah berpisah, ayahku memulai bisnis kecil-kecilan dan pada akhirnya dapat berdiri sampai sekarang ini. Dan malah bertemu dengan ayahmu, Yuri. Aku sangat senang melihatnya bahagia.” Tutur Mina semangat.


“Mina, aku sangat tersentuh dengan ceritamu. Jujur aku sangat kaget dengan ceritamu, kamu adalah gadis kuat Mina. Semangat ya?” Tanyaku.


“Iya, kurasa kita memiliki cerita yang serupa, Mina. Jadi kita harus selalu tersenyum ya?” Sahut Audi.


“Benarkah?” Tanya Mina.


“Iya.”


“Kalau begitu, bagaimana kalau kita lanjutkan perjalanan?” Tanya Keila.


“Oh iya, ayo.” Jawab Mina.


“Ngomong-ngomong, aku sangat bersyukur bisa bertemu dengan kalian semua. Kalian sangat baik padaku, apalagi pada masa-masa sulit yang pernah ku alami. Terimakasih ya, masih mau berteman denganku?” Tanyaku tiba-tiba.


“Ah, Yuri. Kamu ini seperti dengan siapa saja, kita adalah sahabat. Jadi harus saling bahu-membahu.” Kata Audi.


“Tumben kamu bijak hehe...” Sahut Keila.


“Ahahah...” Tawa Mina.


...


“Kita sudah sampai, yuk turun.” Ajak Mina.


“Oh iya, kita beli baju samaan yuk? Bagaimana?” Tanya Keila.


“Karena besok konsernya, kita beli baju yang identik dengan NCT. Bagaimana?” Tanya Audi.


“Warna hijau neon?” Tanyaku.


“Kan memang itu dresscode nya, Keila Audi kenapa sih hahah...” Ejek Mina sambil tertawa.


“Iya, kalian ini.” Sahutku.


“Iyakah? Aku belum baca soalnya hehe...” Kata Keila malu.


“Soalnya aku hanya membayangkannya saja hahah...” Sahut Audi.


Berbagai macam barang-barang yang berkaitan dengan konser esok hari telah kami beli. Hari sudah mulai sore, dan kami sudah tidak sabar menanti hari esok yang akan seru jika dibayangkan.


“Kalian tidak lapar? Makan yuk?” Tanya Keila.


“Aku baru mau mengatakannya.” Sahutku sambil tersenyum.


“Kalau begitu ayo makan, itu di seberang saja ya? Bagaimana?” Tanya Mina sambil menunjuk rumah makan.

__ADS_1


“Boleh, ayo.” Sahut Audi cepat.


__ADS_2