Dokterku Jodohku

Dokterku Jodohku
Ikut Fansign


__ADS_3

Hari ini aku sengaja untuk berdiam diri di apartemen, rasanya sangat berat untuk melakukan aktivitas diluar sana. Kegiatanku hanyalah melamun, jika sudah bosan aku mambersihkan apartemen milikku ini.  Percuma saja aku keluar, tapi pikiran dan jiwaku hanya memikirkan tentang sakit kepalaku beberapa waktu lalu seperti apa yang telah dikatakan oleh dokter Jae.


Tiba-tiba ada yang datang…


“Siapa ya?”


“Hah? Mina?” Kataku.


“Hello, aku kira kamu di kampus. Tapi ternyata benar dugaanku. Tidak keluar?” Tanya Mina.


“Tidak, hari ini aku ingin di rumah.” Jawabku sambil berbaring di sofa.


“Kamu tahu tidak?” Tanya Mina.


“Apa?”


“Wah, kamu memang benar-benar tidak peka, ya? Aku, Keila dan Audi sudah sibuk di grup chat. Ternyata kamu tidak membacanya.” Kata Mina.


“Memangnya ada apa? Aku sedang malas membuka ponsel.” Kataku pelan.


“Yuri, kamu sedang ada masalah ya? Pasti iya. Aku tahu kamu, Yuri. Ceritalah padaku.” Tutur Mina sambil menatap mataku.


“Tidak, ah. Jadi apa yang kalian bicarakan?” Tanyaku.


“Hari ini ada fansign NCT 127, kamu tahu?” Tanya Mina.


“Hah? Benarkah? Masa iya, kok aku tidak tahu.” Kataku terkejut.


“Sebenarnya apa kerjaanmu, sih? Tidak biasanya kamu seperti ini.” Ujar Mina.


Tiba-tiba bel berbunyi…


“Biar aku saja.” Kata Mina cepat.


“Jae oppa? Dokter Min?” Kataku kaget.


“Hello, Yuri.” Sapa dokter Min.


“Duduklah, biar aku ambilkan minum.” Kataku.



“Tumben kalian kemari? Memangnya tidak ada pasien? Dan ini juga masih pagi.” Tanya Mina.


“Memangnya tidak boleh kami kemari?” Tanya dokter Min.


“Boleh lah, dok. Mina hanya gugup hehe…” Sahutku.


“Heh…” Sahut Mina.


“Aku ingin mengajakmu ke tempat yang bagus.” Timpal dokter Jae tiba-tiba.

__ADS_1


“Kemana? Tapi sayangnya aku sedang tidak memiliki mood sedikit pun untuk keluar.” Jawabku.


“Benarkah? Tapi sepertinya tidak demikian jika kamu tahu aku akan mengajakmu kemana?” Jawab dokter Jae.


“Ya ampun, kenapa malah berdebat sih? Yuri, lebih baik kamu ikut dokter Jae. Kamu itu butuh sekali refreshing.” Sahut Mina sambil tersenyum.


“Tapi, hanya berdua?” Tanyaku.


“Kalau kamu tidak mau, akan ku ajak mereka berdua.” Jawab dokter Jae.


“Benarkah, Jae? Apa tidak mengganggumu?” Goda dokter Min.


“Ya tidaklah.” Sahut dokter Jae.


“Tapi tunggu dulu, memangnya mau kemana? Aku tidak mau ah mengganggu Yuri dan dokter Jae.” Sahut Mina.


“Kalau begitu, tutup mata kalian sebentar. Akan aku tunjukkan sesuatu.” Ucap dokter Jae.



“Tadaaa…..” Kata dokter Jae.


“Hah??????” Jawabku dan Mina kaget.


Jadi dokter Jae menunjukkan tiket untuk mengikuti fansign NCT 127.


“Bagaimana bisa mendapatkannya?” Tanyaku.


“Kami berdua baru saja membicarakan fansign ini, wah dokter Jae memang terbaik. Yuri, sepertinya kita harus ikut.” Kata Mina semangat.


“Dokter Jae memang terbaik.” Ucap Mina.


“Tapi Jae oppa dan dokter Min yakin mau pergi ke acara ini? Bukankan kalian tidak suka hal-hal seperti ini?” Tanyaku.


“Em, kalau saya sih ikut saja kemana Jae pergi.” Kata dokter Min.


“Kalian tenang saja, kami berdua bisa ke tempat lain setelah mengantar kalian.” Kata dokter Jae.


“Kalau begitu tidak usah repot-repot mengantar kami. Nanti kami kesana sendiri saja.” Sahutku.


“Tidak apa-apa, kami juga punya urusan di sana. Jadi bbiarkan kami mengantar kalian.” Jelas dokter Jae.


“Sudahlah, Yuri. Biarkan saja, dokter Jae memang perhatian sekali.” Kata Mina sambil menggodaku.


“Untukmu apa pun akan aku lakukan, Yuri.” Sahut dokter Jae.


“Wah… daebak…” Kata Mina.


“Apa sih, Jae oppa sangat kuno hehe…” Kataku pelan.


“Jae, kamu makan apa pagi tadi? Perkataanmu membuat aku merinding hahah…” Goda dokter Min.

__ADS_1


Tanpa berlama-lama, aku dan Mina pergi ke lokasi fansign NCT 127 yang sangat menghebohkan dunia maya itu. Siapa yang tidak mau ke sana coba? Semua orang sepertinya menginginkan hal itu. Respon Keila dan Audi setelah Mina memberitahu bahwa kami akan kesana, mereka sangat rusuh. Mereka sangat ingin untuk pergi ke acara fansign itu. Dengan fansign ini, setiap fans akan diberikan waktu untuk menatap masing-masing member NCT 127 hahah! Aku sebenarnya sangat malas keluar, namun jika ini alasannya, aku akan sangat senang melakukannya. Aku tidak bsa membayangkan akan bertatapan langsung dengan Jaehyun untuk yang kedua kalinya, rasanya pasti… Ah, aku tidak bisa begini.


“Bagaimana, kalian senang tidak?” Tanya dokter Jae.


“Jangan ditanya lagi, dok. Saat ini kami sedang deg-degan dan tidak bisa mengontrol jantung.” Jawab Mina.


“Mina, diam dong. Aku tidak mau rahasia kita terbongkar.” Kataku pelan.


“Ahahah… Kalian lucu sekali, bisa-bisanya sampai sesuka itu pada idola kalian yang satu itu.” Tutur dokter Min sambil tertawa.



Saat ini kami sudah sampai di depan lokasi acara fansign. Suasananya cukup ramai, eh ralat. Ini sangat ramai. Ya secara, ada NCT 127 woiii !!! Sementara aku dan Mina menuju lokasi, dokter Jae dan dokter Min pergi entah kemana. Namun aku sangat berterimakasih pada mereka, karena hari ini aku akan bertemu pangeranku, Jaehyun hahah!



Aku dan Mina pulang ke apartemen sekitar pukul Sembilan malam. Badanku terasa pegal dan tenggorokanku terasa sakit. Sepertinya ini akibat dari tadi sore, aku dan Mina banyak sekali berteriak di lokasi fansign. Oh ya, tadi dokter Jae tidak sempat mengantar kami berdua karena ada urusan mendadak di rumah sakit, sepetinya da operasi mendadak.


Malam ini kami sudah membersihkan diri, untuk hari ini Mina akan menginap di apartemenku. Katanya dia bosan berada di rumah karena tidak ada teman di sana. 


“Yuri, kamu punya ramyeon tidak?” Tanya Mina.


“Mie? Ada, di dapur. Mau memasak ya? Sekalian ya, aku juga mau.” Kataku.


“Yah, baiklah.”



Sembari memakan ramyeon…


“Mina, bagaimana perasaanmu tadi?” Tanyaku.


“Jangan ditanya, Yuri. Perasaanku sudah tidak karuan lagi, apalagi pada saat bertatapan dengan Taeyeong. Wah, aku bisa gila di sana.” Kata Mina semangat.


“Aku sangat senang hari ini, sepertinya aku akan mimpi indah malam ini hehe…” Ujarku.


“Sama hahah…”


“Oh, ya. Aku mau bertanya sesuatu, sebenarnya aku sudah penasaran sejak lama.” Kataku serius.


“Apa?”


“Kenapa ya, orang Korea kalau memakan ramyeon itu menggunakan pancinya langsung? Dan makan dalam kondisi panas?” Tanyaku.


“Oh itu. Jadi ya agar tidak mengotori tempat yang lain hahah… dan memang kalau memakannya dalam kondisi panas, itu memang seperti mitos. Katanya akan mendapatkan jodoh yang tampan atau cantik.” Jelas Mina.


“Oh…. Kalau begitu kamu mungkin akan mendapatkan Taeyeong hahahah…”  Godaku.


“Bagaimana denganmu, Yuri?” Tanya Mina.


“Aku? Entahlah hahah…” 

__ADS_1


“Jodohmu sudah ada di depan mata tahu tidak, hahah…” Kata Mina sambil tertawa.


“Mina, ada-ada saja.”


__ADS_2