
*****
Setelah berhasil melewati kemacetan yang tidak pernah habis di ibu kota akhirnya Andra sampai juga dikediaman orang tuanya.Ya semenjak Andra pemegang perusahaan di Jakarta dan beberapa kota lainnya,ia banyak menghabiskan waktu di ruang pribadi kantor dan apartemennya. Adapun rumah yang dibeli untuk seseorang yang akan menjadi ibu dari anak anak nya kelak hanya sekali kali dikunjungi itupun tidak menginap disana, karena akan membuka luka lama yang belum kunjung kering.
Mamang satpam terlihat berlari kecil saat melihat mobil tuan muda nya akan memasuki pekarangan.
" Trimakasih mang" ucap Andra
" Sama sama tuan Andra"mamang satpam.
" Kamu mau tunggu disini atau ikut masuk?tanya Andra.
"Saya mau mandi dulu." tambahnya membuka pintu mobil dan keluar dari mobil.
" Saya tunggu disini aja bos,mau nemanin mamang satpam" jawab Jhon terkekeh.
Andra memasuki kediaman orang tuanya dan langsung menuju ruang keluarga,disana sudah berkumpul Baskoro, Nyonya Baskoro dan Viera adik semata wayang yang masih kelas 11.
" Assalamu'alaikum ma,pa " ucap Andra dan menyalami kedua orang tua nya.
" wa'alaikumsalaam..Kenapa lama sayang,mama seperti orang gila menunggu mu. Mama takut kamu tidak datang! ucap mama Andra dan memeluk Andra.
" Macet ma..". Andra langsung disamping mamanya.Andra merenggangkan otot ototnya karena kecapean terlalu lama dalam mobil.
Andra menarik nafas perlahan memandangi kedua orang tuanya nergantian,ia harus mengutarakan kepada orang tuanya bahwa a ia akan membatalkan pertunangan ini sebelum melangkah terlalu jauh. Andai orang tua nya tidak menyetujui Andra yang akan berbicara langsung dihadapan orang tua Zira.
" Oh ya ma pa,apa tidak sebaiknya kita batalkan saja lamaran ini,Andra sungguh tidak bisa." ucap Andra dengan wajah datar.
" Uhuk...uhuk.." Mama Andra yang sedang minum teh terbatuk membuat sedikit bajunya basah karena tumpahan air teh dan sang suami langsung mengelus elus punggungnya.
" Jangan mempermalukan keluarga kita Andra" tegas baskoro memperingati anaknya.
"Selalu itu yang Mama dan papa jadikan alasan tidak pernah sedikitpun memikirkan perasaan Andra". Andra memandang orang tuanya yang tidak peduli sama sekali keluhannya.
" Papa sudah beri kamu kesempatan untuk memilih yang terbaik menurutmu,tapi bagaimana kenyataannya? dia meninggalkan mu kan?" ketus Baskoro.
" Bersiaplah,sebentar lagi kita ke rumah keluarga calon mantu kami,kita akan makan malam bersama disana." lanjut Baskoro dan meninggalkan ruangan itu karena malas berdebat dengan anaknya.Ia menuju ruang utama yang disusul oleh siistri.
"Hufffff...". Andra mengusap kasar wajahnya.sungguh membuat hatinya lelah dengan semua ini.
" Kakak yang sabar,turuti aja kemauan papa.Papa tau yang terbaik buat anak anaknya termasuk dalam hal jodoh." Hibur Viera.
" Bocah tau apa,hem? tapi kamu sekarang pintar ngomong ya..." ucap Andra mengacak acak puncak kepala Vira.
" iiihhhh...kak Andra berantakan lagi kan dandanan ku" gerutu Vira.
" Udah sana siap siap,ntr mama ngomel lagi,udah dari tadi loh kami nunggu kak Andra" Vira mendorong tubuh Andra agar segera beranjak dari sana.
__ADS_1
Baru beberapa langkah Andra menaiki tangga.
" Andra buruan..." teriakan sang mama
Praaakkk...
Andra menutup pintu kamar dengan keras dan menuju kamar mandi perlahan tangan kokoh yang ditumbuhi rambut rambut halus itu melepas setiap kancing baju,ikat pinggang yang masih melilit cantik di pinggangnya perlahan dilepas, Setelah selesai ritual lepas melepas Andra mengguyur tubuhnya dengan pancuran shower, tidak terlalu lama ia sudah menyelesaikan ritual mandinya. tubuh Andra tampak lebih segar dan pikiran fress walaupun hanya sesaat.
Dengan handuk yg masih melilit ditubuh bagian bawah,ia mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil Andra menuju ruang pakain.
Andra memakai kemeja navy celana dasar hitam,penampilan yang selalu maco tapi dingin,tatapan mata tajam yang membut siapapun enggan untuk memandang maupun membantahnya kecuali seorang gadis yang selalu ada dalam naluri Andra. Andra segera turun.ya,walaupun berat buat Andra tapi untuk saat ini dia tidak mau merusak suasana hati orang tuanya lagi.
Sedangkan dirumah keluarga Wijaya Fieta sibuk menata hidangan untuk makan malam bersama calon besan. Fieta merasa bahagia dengan makan malam sekaligus lamaran dari keluarga Baskoro.
Dia tidak menyangka bahwa anak gadis nya sudah tumbuh dewasa,begitu cepat waktu yang telah ia habiskan bersama anaknya, wajahnya tiba tiba murung mengingat semua itu.
Hidangan sudah tersaji dengan sempurna fieta tersenyum simpul dan ia segera menyusul Zira yang belum selesai berdandan.
Ceklek...
" Ya ampun Ziii...." teriak Fieta melihat anak gadis nya tidur dengan masih memakai handuk kimono.
" Ayo bagun...bangun Zira sebentar lagi mereka datang" ucap fieta mengguncang dan menepuk nepuk pipi Zira.
" Apa an sih mi..aku masih ngantuk" rengek Zira yang masih enggan untuk bangun.
Fieta mengambil air di dalam gelas diatas nakas dan memercikkannya kewajah Zira.
" Kamu mau marah sama mami heh?
buruan ganti baju dan dandan yang cantik Zira." tegas Fieta
Ting tong...
Fieta nampak panik mendengar suara bel ia segera keluar dari kamar Zira untuk menyambut tamu istimewa mereka.
" Buruan Zira" teriak Fieta dengan suara naik satu oktaf.
Mendengar maminya berteriak marah Zira langsung loncat dari kasur,ia dengan tergesa gesa mencari gaun yang sudah di persiapkan maminya dengan masih menguap.
" Ya ampun gaunnya dimana sih? " tanya Zira pada dirinya.
" Bomat lah,gua pakai baju ini aja..kan cuma makan doang selesai makan gua langsung tidur gak perlu ganti baju".
"Paling yang dijodohkan ma gua tuh culun,jelek.Tapi kalau culun ganteng gak apa apa juga sih kayak dosen baru tuh...he..he.." ucapnya terkekeh dan mengambil hot pan dan kaos oblong warna pink yang ngepres ditubuhnya ia menyisir rambut panjangnya dengan perlahan tanpa mengikatnya setelah itu mengoles lipgloss dengan tidak terlalu tebal serta memakai fondation sekedarnya.
Dua keluarga sudah berkumpul di ruang makan, tapi belum memulai makan malam bersama hanya percakapan kecil yang mereka lakukan karena menunggu Zira yang tak kunjung turun. Sedangkan Andra fokus mengutak atik handpone untuk menghilangkan rasa jenuhnya.
__ADS_1
" Mi panggil Ziranya dong,ntar makanannya dingin". perintah Wijaya kepada maminya Zira.
Saat Fieta akan beranjak dari duduknya tiba tiba terdengar suara sendal rumah menuruni tangga.
" Ya Allah nih anak...." ucap Fieta kaget setengah berteriak dan menutup sebagian mulutnya.
Semuapun kaget termasuk Andra dan mata mereka tertuju pada arah pandang Fieta, mama dan papa Andra tersenyum simpul,sedangkan Andra langsung mengalihkan pandangannya dan menyengir yang di tatap pun dengan santai berlenggak lenggok seperti model kehilangan panggung.
" Hai pi,mi..." ucap Zira mendekati dan mencium pipi kedua orang tuanya.
" Hai sayang...,anak papi cantik sekali malam ini " sindir wijaya melihat pakaian Zira yang jauh dari kategori sopan.
"Zira Perkenalkan ini om dan tante Baskoro calon mertua kamu dan perkenalkan ini anak saya mas mbk" ucap Baskoro.
" Selamat malam tante,om maaf sudah terlalu lama menunggu." Ucap Zira dan menyalami keduanya
" Malam juga sayang,kamu cantik sekali." puji mama Andra.
" Zira perkenalkan anak om, sibungsu viera dan yang disampingnya anak sulung om namanya Andra calon tunangan mu."
Zira menyalami Viera saat giliran Andra ...
Deg..
Jantung Zira melaju dengan cepat,matanya membulat dengan sempurna,tubuh Zira langsung kaku,Zira menarik saliva dengan susah payah.Andra mengangkat wajahnya dan menatap Zira sesaat,dengan tubuh gemetar Zira mengulurkan tangannya tapi tidak ada sambutan dari Andra.
" Hai...salam ke...kenal a...aku Zira om" ucap Zira dengan posisi masih berdiri disamping Andra.
" Jangan panggil om Zira,panggil mas!" celetuk Fieta dan membuat semuanya tertawa.
" Hem..,salam kenal juga" Jawab Andra Cuek.
Melihat Zira yang masih terpaku Fieta langsung menarik tangan anak gadisnya dan menggenggamnya erat membuat tangan mulus putih susu itu merah.
"Sakit mi.." rengek Zira dan berusaha melepas tangannya.
" Kamu mau mempermalukan mami dan papi heh..,ini baju apa yang kamu pakai Zira?." ucap Fieta Setengah berbisik.
Wijaya yang melihat perdebatan itu merasa agak malu" Ayo kita mulai makan malam ini" ucapnya.
Kini hanya bunyi dentingan sendok yang terdengar diruangan itu.Sesekali Zira mencuri pandang ke arah Andra.
" Jadi nih om om calon gua,kalau dia bocorkan rahasia gua..****** gua diomelin mami" batin Zira.
" Kok dia sih...aduh mi..yang udah beruban aja sekalian tapi jangan nih om..om,cuma segel gua aja yang belum dibuka mi yang lain udah ditengok dia...." jeritan hati Zira
"Mau ditaruk dimana muka gua..mana gua pakai baju beginian lagi.tapi kalau dilihat lihat Malam ini dia ganteng banget seperti keturunan dewa yunani,ganteng banget miii..". Batin Zira membuat pipinya merona dengan tiba tiba tanpa diduga Andra mengangkat wajah dan matanya langsung menatap Zira. Zira gelagapan karena ketahuan mencuri pandang jantung nya berdetak kencang,melihat tingkah Zira membuat Sudut bibir Andra terangkat sedikit.
__ADS_1
*****
Assalamu'alaikum pembaca budimana jangan lupa tekan vote dan like,dukung karya perdana auotor .trimakasih...😍😍😍😍