
Bunyi gemericik air dikamar mandi mengganggu kenyamanan tidur cantik Zira,kelopak mata indah itu mulai terbuka perlahan ia mengerjapkan mata mengumpulkan nyawa nya yg masih belum sepenuhnya utuh. Mata indah itu memandangi setiap sudut kamar,Zira bertanya tanya dalam hati kenapa kamarnya berubah tidak ada gambar hello kitty didinding kamar boneka pandanya pun tidak ada.
Ceklek..
Suara pintu kamar mandi dibuka membuyarkan lamunannya.Zira pura pura memejamkan mata dan membuka sedikit ujung mata agar bisa melihat seseorang yang barusan keluar dari kamar mandi.
Tubuh polos atletis dan perut seperti roti sobek itu dilihat nyata oleh Zira handuk putih yang melilit dibagian bawahnya,rambut basah yang menambah keseksian siempunya,Zira menelan salivanya dengan susah payah karena ini pemandangan pertama buat Zira.
" Oh no,itu kan om om yang semalam di club,kok gua bisa sekamar dengan si om?" batin Zira.
Laki laki yang bertubuh atletis itu adalah Andra,Andra melirik sekilas kearah Zira yang masih tertidur pulas menurut nya dan berlalu menuju keruangan ganti.
Melihat Andra keruang ganti Zira mulai panik,ia ingat akan sahabatnya.kemana mereka berdua sampai sampai membiarkan Zira satu kamar dengan om om,apakah mereka tidak peduli lagi dengannya,apa mereka tidak memikirkan keselamatan sahabatnya sendiri.sahabat macam apa itu berbagai macam pertanyaan muncul dibenak Zira.
Zira dengan perlahan membuka kelopak mata,duduk dan mulai menyibak selimut yang menutupi tubuhnya,dengan tangan gemetar selimut dibuka apakah si om om sudah berbuat meseum dengannya atau sesuatu miliknya yang berharga sudah diambil.
Deg..
"kyaaaaaaa...." teriak Zira histeris dan membuat Andra keluar setengah berlari menghampiri Zira dan membungkam mulut gadis itu dengan tangan kokohnya handuk masih melilit dibagian bawah sedang bagian atas sudah memakai kaos oblong warna navy.
"Aauuuu..." pekik Andra seketika tangan nya terlepas karena Zira menggit tangannya dan berbekas
" Gadis bodoh"umpat Andra sambil mengusap usap tangannya yang tanpak merah,rahang kokohnya merapat.
" Salah sendiri ngapain bungkam mulut gua" jawab Zira jutek.
"Eh...om baju gua mana? teriak Zira panik karena yg tersisa ditubuh bagian atas cuma bra dan bagian bawah dengan celana dalam yang masih utuh.
Andra yang mulai beranjak dari tempat tidur seketika berhenti.Andra menatap Zira intens gadis itu tampak panik tapi sok galak,Andra tersenyum sinis dan kembali mendekati Zira.
" Apa kamu tidak ingat apa yang terjadi sama kita semalam?" bisik Andra ditelinga Zira membuat kuduk Zira meremang dan matanya kembali melotot,tiba tiba tubuhnya gemetar semua persendian ditubuhnya terasa lemas.
__ADS_1
" E...em..emang apa yang terjadi?" tanya Zira dengan mata berkaca kaca tangan yang memegang selimut menutupi tubuh bagian atas ikut gemetar.
Andra yang melihat ekspresi Zira berubah drastis langsung tersenyum puas dan meninggalkan Zira dalam ketakutan.
"Ma...mi....ma...mi....tolong Zi...hu...hu...hu..Zi gak suci lagi,Zi dipekosa om om..hu..hu..hu.." tangis Zira tak terbendung ia menangis dengan histeris.
Andra yang mendengar itu langsung keluar dari ruang ganti dan membawa satu kaos oblong yang agak kebesaran ditubuh Zira,ia amat geram dengan sifat kekanakan Zira. Andra mengusap kasar wajahnya dan menyugar rambutnya. Andra tidak menyangka Zira akan menangis seperti itu,ia sangat menyesal karena telah mengerjai gadis bocah itu.
" Stop...stop..berhenti menangis membuat telinga gua sakit,nih pakai " ucap Andra dan melempar kaos oblong ke muka Zira.
" Hu...hu...om jahat" teriak Zira dan masih menangis.
" Gua bilang stop,kalo gak gua cium elo" gertak Andra dan langsung membuat Zira diam cuma segukan kecil yang masih terdengar.
" Dengar ya bocah,yang buka baju lo emang gua karena baju lo kotor terkena muntah lo sendiri,tapi tenang aja gua gak minat sama tubuh lo jadi berhenti berpikir macam macam" ketus Andra sambil berkacak pinggang.
"pakai baju itu sambil menunggu baju lo yang masih di loundry,setelah itu get out dari apartemen gua". tambah Andra dengan sedikit emosi.
" Gua bukan om lo,jadi berhenti panggil gua om." ujar Andra jutek.
flasback
Zira yang tiba tiba muntah membuat Andra geram karena bukan baju gadis itu aja yang kotor,baju Andra pun ikut kotor.
Andra langsung lari ke toilet dan membersihkan bekas muntahan Zira di bajunya dan membuat baju dan celananya basah.
Setelah kembali dari toilet Andra berencana ingin pulang dan mencoba menghubungi Choki dan supaya temen temen Zira tau akan keadaan Zira.beberapa kali dihubungi Choki tidak menjawab panggilan dari Andra. Sedangkan Zira tampak lemas ia merebahkan badannya di sofa melihat dres Zira yang setengah terbuka membuat Andra kalang kabut.
"Ck..mau di apain nih bocah,apa gua tinggal aja ya?" batin Andra.
Saat Andra memutar tubuh dan mulai melangkah meninggalkan Zira,ia berhenti dan merasa tidak tega terhadap Zira ia merasa kasihan.Bagaimana kalau ada orang yang ingin memanfaatkan keadaan Zira yang setengah mabuk,bagaimanapun juga ini bocah mahasiswi dan calon jodoh yang tidak disukainya.
__ADS_1
Tanpa fikir panjang Andra mengangkat tubuh Zira ala bridal dan membawan ke apartemen miliknya karena dia tidak tau harus mengantar gadis ini kemana.
Sampai di apartemen Andra membaringkan tubuh Zira di kasur king sizenya.
"Huh...tinggal satu lagi tugas gua,ganti baju ni bocah."
Karena Zira memakai dres jadi ia rasa tidak terlalu sulit bagi Andra membukanya, dengan mata tertutup dan tangan sedikit gemetar Andra perlahan membuka dres pas body milik Zira,debaran jantung Andra kian menjadi seperti meloncat loncat ingin keluar karena Andra bisa merasakan setiap lekuk tubuh gadis itu.Setelah terbuka Andra langsung menyelimuti seluruh tubuh gadis itu dengan selimut.
" Akhirnya..." batin Andra dan mengusap keringat didahinya.
Flasback
Zira masih cemberut mendengar penjelasan dari Andra.
Ting tong..
Andra keluar dari kamar mendengar bel berbunyi dan kembali ke kamar membawa paperbag yang berisi gaun Zira tadi malam.
" Ganti baju lo,get out dari sini." ucap Andra jutek.
" Nih untuk bayar taxi gua gak bisa antar lo" ucap Andra kembali meletakkan uang ratusan ribu di atas nakas dan segera keluar kamar menuju dapur entah mengapa ia begitu merasa sangat lapar setelah menghadapi gadis itu.
Zira yang melihat Andra keluar langsung menyambar paperbag dan berlari menuju kamar mandi.Setelah merasa rapi Zira segera meninggalkan apartemen Andra tanpa pamit dan tanpa mengucapkan terimakasih.
Praak..
Andra yang mendengar suara pintu tertutup hanya menggeleng geleng kepala.
******
Assalamu'alaikum mohon dukungannya untuk para pembacabudimana..😍😍
__ADS_1