DOSEN KU CUPU

DOSEN KU CUPU
Mimpi seperti nyata


__ADS_3

****


Di ruangan Andra


Pagi ini Andra berangkat ke kantor lebih cepat dari biasanya dan tanpa asisten pribadi.


" Tolong antar sarapan ke ruangan saya" ucap Andra saat bertemu OG di lobi.


" Baik tuan,saya permisi."


Ting..


Andra memasuki ruangan dan membaringkan tubuh kekarnya di sebuah sofa di ruangan itu ,semalaman Andra tidak bisa memejamkan mata entah jam berapa ia bisa terlelap lagi.Ciuman panas yang dia curi dari Zira menjadi beban baginya,sebut lah laki laki brengsek maka dia akan mengakuinya.


Ceklek...


" Bos 1 jam lagi kita ada pertemuan di hotel A " Jhon meletakkan berkas berkas di atas meja Andra.


" Hmm.. tolong kamu persiapkan semua nya" ujar Andra yang masih dalam posisi berbaring dengan mata terpejam


Tumben si bos pagi pagi sudah di kantor " batin Jhon.


Saat Jhon akan keluar dan membuka pintu datang OB yang membawa sarapan untuk Andra.Jhon pun meletakkan sarapan Andra di meja.


" Sarapan nya bos" ujar Jhon.


" Hm.."


"Singkat amat jawabnya,apa kehabisan kata kata ya...ntr di belikan deh kamus bahasa indonesia" ucap Jhon terkekah.


" kamu ngatain saya, mau dipecat " ujar Andra.


" Eh..jangan bos" balas Jhon dan segera meninggalkan Andra.Karena tidak ingin mendengar Andra mengucapkan kata kata ampuhnya kembali.


Andra masih memejamkan mata tapi matanya tidak bisa diajak kompromi,pikirannya menerawang entah kemana.Besok adalah hari pertunangan dengan gadis yang sering disebutnya bocah.Persiapan dilakukan dengan matang oleh kedua orang tuanya.


Andra membuka mata saat sentuhan tangan lembut di pipinya,betapa kaget Andra melihat siapa yang melakukanya.Netra mereka beradu untuk sesaat,Andra tersadar dan mengalihkan pandangannya ke langit langit ruangan.


" Morning sayang" sapa gadis itu dengan senyum menggoda.


Andra bangun dan duduk bersandar disamping Sella,dengan baju yang sudah tidak rapi lagi dan rambut acak acakan tapi itu menambah nilai plus ketampanannya.


" Apa yang kamu lakukan sepagi ini di ruangan ku" tanya Andra jutek.


" Aku merindukanmu sayang" Jawab Sella dengan manja memeluk lengan Andra.


Andra mendengus mendengar jawaban frontal Sella


" Ciihh..Apa aku bermimpi dan tidak salah dengar." tanya Andra dengan sinisnya.


" Ini nyata sayang,aku sudah kembali kita mulai lagi dari awal ya." pinta sella mengelus elus lengan Andra dan bersandar manja di sana.

__ADS_1


"Hufff...aku tidak janji." geram Andra .


" Please...aku ingin kita seperti dulu lagi,aku masih sangat mencintai mu kak." ucap Sella dengan mata mulai berkaca kaca.


" Kalau kamu sangat mencintaiku,kenapa meninggalkan ku di saat hari pertunangan kita." teriak Andra dengan mencekram rahang Nabila matanya merah menyala dan rahang mengeras emosinya mulai tidak terkontrol.


" Sakiiiit kak.." Ucap Sella berusaha melepas cengkraman Andra. Sella mulai takut tubuhnya gemetar baru kali ini dia melihat kemarahan Andra.


Andra melepas cengkramannya dan beranjak menuju meja kebesarannya untuk menandatangani berkas berkas yang di serahkan Jhon,namun semua itu sia sia.


" Shhhiiit..!


Andra melempar pulpen yang baru saja dia pegang, membuat Sella semakin takut. Ruangan itu hening sesaat mereka berdua sibuk dengan pikiran masing masing.


Andra melangkan kaki menuju kaca besar jendela kantornya,memandang indahnya pemandangan kota dari atas agar bisa meredam amarahnya.


"Brengsek ni perempuan,apa semudah itu dia mengucapkan penyesalannya." batin Andra.


Andra tersadar saat tangan itu kembali memeluk dada bidangnya dan wajah cantik bersandar di punggungnya.


" Maafin aku kak,maafin aku." tangis Sella mulai pecah air mata yang tertahan dari tadi mulai membasahi pipinya. pelukan yang hangat ini yang selalu dirindukan Andra.


" Sudah terlambat,aku akan bertunangan dengan pilihan orang tua ku." gumam Andra dengan emosi mulai terkontrol.


" Kakak bohong kan,itu cuma alasan untuk menghindar dari aku kan." tanya Sella dengan air mata masih bercucuran.


" Untuk apa aku berbohong" Ketus Andra.


Sella menarik tubuh Andra agar saling berhadapan dan mengapit rahang Andra dengan kedua tangannya.


" Tatap aku kak dan katakan pada ku kalau rasa itu sudah pupus dan kamu tidak mencintaiku lagi." ujar Sella dan menatap intens mata Andra.Sella tau mata Andra tidak akan pernah bisa berbohong di sana masih ada cinta untuknya walaupun tidak tau seberapa banyaknya Sella tidak peduli karena dia sadar kesalahannya begitu besar.tapi apa boleh buat demi karir dan kedua orang tuanya.


Cup


Bibir kenyal Sella mengecup Bibir Andra. Andra kaget hati dan tubuhnya tidak sejalan.Ia pun larut dalam kecupan yang diberikan Sella,Kecupan itu berubah menjadi ******* ******* kecil yang penuh kerinduan.Tangan Seila turun ke leher Andra dan sudah melingkar nyaman.Andra hanya menikmati apa yang dilakukan Sella tanpa disadari sebelah tangan Andra menarik tengkuk leher Sella untuk memperdalam ciuman mereka.


Mereka melupakan pertikaian yang baru saja terjadi,seolah olah ciuman obat mujarab dalam pertikaian itu.


Andra tersadar dan segera melepas paksa ciuman mereka.


" Aku ada pertemuan sebentar lagi,silahkan tinggalkan ruangan ku" ucap Andra dengan nafas masih tersengal sengal.


" Aku akan pergi,tapi aku mohon berikan satu kesempatan lagi untuk membuktikan bahwa aku sangat mencintaimu." Ujar Sella tangan mungilnya menggenggam tangan kukuh Andra dengan menatap Andra penuh harap.


" Akan aku pikirkan." Andra menepis tangan


Sella.Ingin rasanya ia berteriak karena di acuhkan oleh orang yang dicintai tapi ia sadar semua itu dianggap sebagai karma atas peebuatannya.


" Trimaksih sayang." gumam Sella tapi masih tetap terdengar oleh Andra.


Cup

__ADS_1


Setelah memberikan kecupan di bibir Andra gadis itu keluar air bening itu kembali menetes dipipinya.


" Buat apa dia kembali,buat apa muncul sejenak lalu nanti menghilang lagi tanpa memikirkan hatiku yang sudah rusak separuh,apakah dia merasa tidak bersalah dengan kesalahan yang begitu besar?" Andra bertanya tanya dalam hati.


" ini yang selalu kau tunggu tunggu kan Andra kehadirannya tapi saat dia kembali cintamu tidak seperti dulu lagi,apakah perasaan itu berangsur sirna karena luka yang begitu dalam yang diberikannya? saat dia menciummu malah bibir kenyal Zira yang ada diotakmu,Ada apa dengan hati mu Andra?" Andra memaki dirinya sembil memukul mukul kepala.


Andra menyugar rambutnya,pria dewasa ini tanpak frustasi.


"Sial.." Andra mengacak acak rambutnya.


" Besok rencanaku harus berjalan lancar,aku akan memanfaatkan Sella.Untuk sesaat aku harus mengesampingkan ego ku." Ujar Andra


******


Zira dan Sasa segera menuju kantin setelah menyelesaikan mata kuliah dengan dosen killer di kampus nya.


Kedua gadis itu memesan makanan dan minuman favorit mereka.


" Kenapa lo senyum senyum Zi." sasa membuyarkan lamunan Zira.


" Ada deh,kepo lo." ujar Zira dan mengaduk aduk minumannya dengan sedotan.


" Kampret lo,pakai rahasia segala sama gue." jawab Sasa manyun.


" ye...suka suka gue dong." Zira tersenyum melihat ekspresi Sasa.


" Gitu ya,ok deh.." Sasa langsung beranjak dari duduknya,baru selangkah tas selempangnya di tarik Zira.


" Eit mau kemana lo,gitu aja ngambek.ntar lo jomblo mulu kalau suka ngambek" Jawab Zira terkekeh kekeh.


" udah puas lo ngeledek gue,sekarang cerita ke gue kemarin lo kemana habis di panggil pak Andra? " tanya Sasa.


" Hmm...gue ketiduran diruangan pak Andra,habisnya gue tunggu orangnya gak nongol nongol sih."Zira berkata dengan menunduk memainkan jemari lentiknya.


" Terus dosennya datang gak? " tanya Sasa menyelidik.


" Datang sih,saat gue lagi mimpi...mim...pi.."


" Lo mimpi apa Zi? Sasa bertanya dengan penasaran.


" Gue...gue...mimpi ciuman sama om Andra,sampai sekarang gue masih ngerasain ******* bibirnya dan itu seperti nyata Sasa." cerita Zira dengan semangat.


" Lo tau kan gue belum pernah ciuman,Kevin yang suka nyosor cium cewek gak pernah gue kasih kesempatan.Ciuman pertama gue diambil lewat mimpi Sa.." kata Zira setengah berteriak dan membuat mereka menjadi pusat perhatian.


******


*Bagi pembaca budiman jangan lupa kasi like author nya dooong..


aku tunggu votenya...


Aku tunggu kalian pencet bintangnya...

__ADS_1


❤️❤️❤️*


__ADS_2