
****
Matahari mulai menampakkan wujudnya dipermukaan bumi,sinarnya perlahan lahan mulai menerangi seluruh isi bumi.Bunyi siulan burung mulai saling sahut sahutan, diapartemennys tubuh kekar itu masih mengukur kasur king zisenya dan dibaluti selimut tebal tanpa terusik dengan hiruk pikuk diluar apartemennya.
(aku lagi cari mama mama muda buat kasih uang sejuta aku lagi cari mama mama muda buat kasih uang sejuta) dering hp Andra.
" Hoaaammmm...." tubuh kekar itu menggeliat dan langsung memencet tombol hijau di handpone nya.
" Ck..apa sih Jhon ganggu saya aja,mau saya pecat?"
" Eh...jangan bos,Bos apa hari ini tidak ke kampus? "
" Hmm....,apa agenda saya hari ini dikantor?" Andra
" Nanti jam 3 ada pertemuan dengan perusahaan tuan Alex bos" jawab suara ditelpon.
" Ok kamu urus semuanya, selesai tugas saya di kampus saya langsung meluncur ke kantor."
"Siap bos! "
Andra pun langsung menuju kamar mandi selang beberapa menit Andra langsung menuju walk in closet. Setelah rapi Andra merubah tatanan rambutnya ia segera mengambil perlengkapannya untuk diperlukan selama di kampus,eit tidak lupa juga kaca mata.
"Sial, gue telat ." batin Andra dan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Hari ini terakhir Andra di kampus milik keluarganya,setelah mengutarakan niat nya kepada Zira Andra memutuskan tidak menyamar lagi menjadi dosen untuk menyelidiki gadis pilihan orang tuanya tapi semua rencananya diketahui oleh papi sehingga Andra harus menunggu dosen tetap sampai masuk kembali.
Hati dan tubuh Andra merasa lelah untuk menjalani semua ini,ia sudah menyimpulkan bahwa Zira bukan gadis yang tepat untuk menjadi ibu dari anak anaknya.
Saat pertunangan nanti ia akan membatalkannya,bagaimanapun itu caranya.Mungkin keputusannya ini akan membuat kedua keluarga kecewa terutama keluarganya,Andra sudah pasrah kalau nanti ayahnya akan memindahkannya ke perusahaan di luar negeri dan akan mencoret namanya dari keluarga besar.
Ya Andra sudah mempersiapkan semuanya jika kemungkinan semua terjadi, masalah perasaan keluarga Zira ia tidak peduli apalagi tentang gadis itu.Andra berfikir bahwa gadis itu pun akan setuju dengan rencananya,ia masih muda dan masa depannya masih panjang.
***
Di tempat lain Pagi ini Zira bangun terlambat,hari ini ada matkul dengan dosen cupu. setelah melihat penampilannya dikaca hias ia langsung turun dengan langkah tergesa gesa.
" Papi..mami..Zi berangkat dulu" kata Zira dan menyalami tangan kedua orang tuanya.
" Sarapan dulu sayang" ucap mami Fieta.
" Gak sempat mi,aku dah telat." ucap Zira berlari lari kecil menuju mobilnya.
Setelah beberapa menit menempuh perjalanan akhirnya Zira memasuki gerbang kampus dan menyuruh satpam memarkirkan mobinya.
Zira menyusuri setiap lorong kampus dengan berlari keringat mulai bercucuran di seluruh tubuh putih mulusnya, saat kakinya mulai mendekati pintu kelas ,Zira melihat sepasang kaki panjang yang memakai sepatu mirip sepatu jin aladin (perasaan Zira).
__ADS_1
"Kok ada jin aladin didepan kelas gue,nyasar kali." celetuk Zira dengan nafas yang masih ngos ngosan matanya masih tertuju pada kaki yang memakai sepatu mirip punya jin Aladin.
" Siapa yang kamu bilang jin Aladin" tanya suara bariton depan Zira.
Zira mendongakkan kepala nya matanya membulat dengan sempurna dan tangannya menutup mulut ember miliknya,melihat siapa yang berdiri didepannya.
" Uuuupppps...jadi yang punya sepatu ini..."batin Zira dengan susah menahan tawanya.
" Siapa yang anda bilang jin Aladin?" tanya suara bariton mengulangi yang tak lain adalah Andra si dosen cupu.
" Bukan siapa siapa pak,mungkin mata saya yang cantik ini salah liat" ucap Zira sambil tersenyum paksa.
"Ck..kenapa mata gue kalau lihat yang aneh aneh begitu jeli ya." batin Zira sambil menggeleng geleng kecil dan menggaruk tengkuknya
" Anda mau masuk atau mau masih berdiri disitu" ucap Andra melangkah masuk dan berdiri disamping mejanya.
Semua teman Zira yang berada di kelas cekikikan melihat adegan yang menurut mereka lucu seperti tom and jerry .
" Ya masuk lah pak masa gue cuma berdiri doang disini, emang gue mau dijadikan satpam kelas." batin Zira dan masuk dengan menghentak hentakkan kakinya.
" Dasar nih bocah pagi pagi dah kasih gue sarapan (emosi)" batin Andra dengan memandang intens gadis didepannya,ini salah satunya yang membuat Andra tidak menyukai gadis di depannya.
" Bapak ngatain saya? tanya Zira yang tiba tiba berhenti didepan Andra.
" Kok dia tau,apa dia cenayang?" batin Andra dan mengalihkan pandangannya ke arah lain dan mengusap kasar wajahnya.
Andra langsung membuka laptop dan layar LCD dia menerangkan materi hari ini dengan panjang lebar.
" Dia begitu sexy meskipun nada bicaranya kaku dan menjengkelkan" batin Zira senyum senyum sendiri.
" Ssst...Sa lo bisa bayangin gak sih kalo gue pacarin tuh dosen cupu, habis itu gue di nikahin dan gue jadi istri yang selalu melayaninya di dapur,kasur dan kami punya anak yang lucu lucu?" bisik Zira sambil cekikikan membayangin ucapannya.
" Gak, ntar dosen bisa mati muda gara gara lo." jawab Sasa.
" kok lo jawab nya gitu sih,payah lo..." jawab Zira kesel
" Ya lah,lo cewek bar bar."
" Ish paya lo jadi teman."
" Ehm...tolong yang dibelakang jelaskan kembali materi yang barusan saya jelaskan." perintah Andra kesal karena dari tadi Zira tidak memperhatikannya.
"Eh..." jawab Zira kaget tangannya menyikut Sasa sedangkan Sasa mulai kaku.
" Hmm...materi yang saya dengar..cinta ..ya cinta itu datang kapan saja,dimana saja tidak memandang usia,harta dan ..." ucapan Zira terhenti dan suara tawa teman temannya mulai membuat kelas ribut.
__ADS_1
" dan...silahkan anda keluar." sambung Andra menggeram rahangnya mulai mengeras.
" Eh..gak bisa dong pak,kan saya ceritanya berdua sama Sasa" bantah Zira tidak terima.
" Tapi kamu yang ngajak dia bercerita,tidak ada protes K.E.L.U.A.R ." perintah Anda dan menekan kata keluar,dia berdiri kedua tangannya masuk di kantong celana.
" Ish...dasar pilih kasih." jawab Zira jengkel dan keluar dari kelasnya.
" Jangan lupa keruangan saya setelah jam mata kuliah saya selesai" ucap Andra setengah berteriak.
" Sial tuh dosen,punya dendam apa dia sama gue." omel Zira dan menuju ke kantin.
" Bi pesan bakso sama es jeruk." ucap Zira dan mengeluarkan handponenya dari ransel kecilnya.
" Ok nak Zira." bibi kantin.
Sambil menunggu mata kuliah Andra usai,Zira melihat lihat IG Kevin.
" Kemana nih cowok,gak pernah nongol lagi." batin Zira tiba tiba ingat Kevin,semenjak datang ke rumahnya Kevin tidak pernah menghubunginya lagi.
Dua sks berlalu dan setelah istirahat tinggal mata kuliah bu Yani dosen genit dan centil di kampus itu.
Puuuk..puuuk..
" Zi lo di suruh pak Andra ke ruangannya sekarang" Ucap Sasa dan menepuk pundak Zira.
" Ish sakit tau." Jawab Zira dan menyingkirkan tangan Sasa dari pundaknya.
" Sorry Zi,lo gak marah sama gue kan? tanya Sasa.
" Gak lah,gua marah sama sicupu ingin rasanya gue ulek ulek tuh orang." jawab Zira kesal.
" Udah buruan sana,ntar lo dipersulit di mata kuliah dia." perintah Sasa dan mendorong tubuh Zira.
" Ngapain sih nyuruh gue keruangan nya, apa gue cium aja lagi ya biar kapok tuh dosen" batin Zira.
Zira pun meninggalkan Sasa di kantin dan menyusuri setiap lorong menuju ruangan Andra .
****"
Haii...pembaca budiman dukung autor terus.
jangan lupa vote...
jangan lupa like...
__ADS_1
Happy reading...💓💓💓💓