DOSEN KU CUPU

DOSEN KU CUPU
Gagal move on


__ADS_3

~ Kediaman Wijaya ~


Setelah membayar taksi Zira melangkahkan kakinya,saat itu ia melihat pintu pagar sudah terbuka dan didepan rumah sudah terparkir mobil mercedes Benz pemilik mobil itu tak lain adalah Kevin senior Zira yang sangat tergila gila kepadanya.


Kevin selalu mengutarakan perasaannya sama Zira,tapi Zira belum berani menanggapinya walaupun Zira ada rasa suka tapi sedikit,karena ia tau kalau Kevin cowok idola kampus ya tentunya handal dalam menggombal agar bisa meluluhkan hati lawan jenisnya dan satu lagi Kevin otak nya mesum yang sering membuat Zira risih.


Sesaat Zira menatap penampilannya di kaca mobil milik Kevin.


" Gimana gua mau masuk nemuin kak Kevin,gua aja pakai baju beginian ntar ngences pula tuh siulat bulu".batin Zira sambil menarik narik gaunnya agar sempurna menutupi paha mulusnya,tapi usahanya sia sia baju itu masih tetap menutup separuh pahanya.


Akhirnya Zira memutuskan untuk masuk menjumpai Kevin, rambut yg sedikit acak acakan karena saat diapertemen Andra ia lansung mengikat asal rambutnya.


"Assalamu'alaikum bik imah.." ucap salam Zira kepada pembantunya dan saat itu terlihat pria tampan dengan penampilan yang selalu membuat cewek cewek kampus klepek klepek.


Kevin langsung mengangkat kepalanya dan mendongak kearah Zira.Mata Kevin menatap Zira secara intens penampilan Zira tak luput sedikitpun dari pandangan Kevin.Zira yang ditatap seperti itu menjadi risih.


" Ehm..Kak Kevin,sudah lama? tanya Zira memecah keheningan mereka dan menutup pahanya dengan tas kecil miliknya.


" Eh..be..belum Zi baru satu jam kok disini". Jawab Kevin salah tingkah dan mengusap usap pundaknya yang tidak gatal.


" Baru satu jam katanya,apa gak berurat tu bokong" batin Zira.


" Bentar ya kak aku mau mandi dulu,gak apa apa kan menunggu lagi" tanya Zira dan berlalu dari hadapan Kevin.


" Gak kok,tapi buruan ya ! teriak kevin.


" Ok! jawab Zira dari lantai atas.


Zira langsung menuju kamar mandi,untuk saat ini ia tidak akan memanjakan dirinya berendam dibethub karena kasian Kevin akan menunggu terlalu lama.


15 menit membersihkan badan dikamar mandi,dengan lilitan handuk ditubuh seksinya dan memilih baju santai berdandan sedikit dan langsung menemui Kevin dibawah.


Kevin menarik salivanya dengan susah baju kaos oblong yang pas body dan tipis membuat lekuk tubuh Zira terpampang jelas dimata Kevin ditambah hot pant yang menambah keseksian tubuh bak gitar spanyol itu.


"Ahhhhh...Zi..kamu cantik dan seksi banget bikin sijunior bangun". ucap Kevin dengan suara serak dan cengar cengir.


"Ish..apaan sih kak otak mesum,udah ah bikin badmood aja..Apa gerangan yang membuat kak Kevin kesini?" tanya Zira dan duduk berseberangan dengan Kevin.


"Ya..ya..maaf deh" jawab Kevin


" Rencana aku Mau ngajak kamu jalan tapi kelihatannya kamu capek". jawab Kevin


" Emang kamu semalam gak tidur disini" tambah Kevin.


" Hmmm..gak kak,aku tidur dirumah Imel.Lagi pula mami dan papi ntar siang baru nyampe". jawab Zira cuek.

__ADS_1


" Oooh ya udah deh,kamu istirahat sana besok kita ketemuan lagi di kampus". ujar Kevin beranjak dari duduk dan melangkah kearah pintu di iringi Zira.


" Ok,sampai ketemu besok" jawab Zira dengan senyum paksa.


" Pulang kuliah kita jalan ..ok..,dah cemol" ucap Kevin mengacak acak rambut Zira dan langsung menuju mobilnya.


" Daaah..." balas Zira sambil melambaikan tangannya.


Setelah Kevin pergi Zira kembali menuju kamar dan merebahkan kembali tubuhnya.Zira menatap langit langit kamar mengingat kejadian demi kejadian yang telah di lewati dengan om om,mulai dari club sampai apartemen pria dewasa itu.Zira mengurut dahinya memikirkan sesuatu yang sudah dia lewati.


" Gua rasa pernah ketemu nih om om sebelum di club,tapi dimana ya?" tanya Zira pada dirinya dan mengingat kembali wajah Andra.Tiba tiba mata Zira membulat.


" Tu om om kan yang mergokin gua sama kak Kevin di toilet kampus dan dia yang ucapin kata " menjijikkan" sama gua.ya ampuuuun gua kok bisa **** gini ya." ucap Zira setengah panik.


" Ngapain ya dia dikampus,apa dia kuliah dikampus yang sama dengan gua? kalau iya,mati gua" ucap Zira sambil menepuk jidatnya.


" Mudah mudahan nggak,soalnya udah berumurpun.tapi kalo di pikir pikir tuh om om ganteng banget,cool,tubuhnya bikin gua susah nafas kalo dipeluk pasti hangat banget,tipe gua banget.tapi jutek sih..." ucap Zira.


" Kok gua mikir mesum sih,untung gak ada yang dengar" batin Zira senyum senyum sendiri.


tok...tok...


" Ada apa bi? tanya Zira


" Tuan dan Nyonya sudah pulang non,non ditunggu diruang makan." ucap bi Imah.


Zira pun segera menuju keruang makan dan mendapati kedua orang tuanya sedang makan siang.


" Assalamu'alaikum mi pi " ucap Zira dan menyalami keduanya.


" Mami sama papi kapan nyampe nya,kok Zi gak tau" tanya Zira dengan wajah cemberut.


" Belum lama sayang,mami takut ganggu tidurmu.Zio mana? tanya Fita


"mati gua tu bocah kemana ya,kok gua bisa lupa." batin Zira.


" Eh ..a..anu..anu mi mungkin ke.." jawab Zira terbata bata.


Tiba tiba muncul Zio dan langsung mengambil posisi disamping Zira.


" Alhamdulillah kali ini gua selamat " batin Zira.


" Untuk gua tepat waktu,kalau gak ****** elo ketahuan kalau tadi malam keluar" bisik Zio.


"sssstttt...diam elo bocah,tapi trim's ya dah nyelamatin kakak." celetuk Zira.

__ADS_1


"ntuk kali ini,besok gk ada lagi". bisik Zio


" Ish..dasar adik pelit" ucap Ziran dan mencubit paha Zio.


" aawww sakit tau" Ucap Zio jengkel.


"Kayaknya ada yang dirahasia in nih sama anak anak kita mi" ucap Wijaya senyum senyum.


" Eh..ng..gak kok pi" jawab Zira langsung dan melahap makanan diatas piringnya.


" Oh ya Zi,ntar bantu mami masak masak ntar malam keluarga pak Baskoro mau datang untuk membahas pertunangan kamu sekalin kenalan dengan anak mereka." ucap Fieta.


" Uhuk...uhukk.." Zira langsung meneguk habis minuman didepannya.


" Kok mendadak mi?" tanya Zira.


" Gak kok,mami aja yang baru ngomongin ma kamu".


"Ntar dandan yang cantik ya sayang!!". ucap Fieta mengelus puncak kepala Zira dan langsung menuju dapur.


Sedangkan Andra dalam perjalanan menuju rumah kedua orang tuanya.


" Bagaimana bos jadi dosen ,sukses kan? " tanya Jhon asisten Andra sambil terkekeh.


" Kamu ngeledek saya" jawab Andra dengan nada naik satu oktaf.


" Ya elah bos,saya nanya doang.akhir akhir ni sensi amat" Jhon. Jhon tau bosnya banyak masalah sampai dikontorpun karyawan menjadi sasaran,saat meting dengan klien sering tidak fokus,mungkin masalah perjodohan ditambah dua profesi dijalani sekaligus.


" Saya lagi pusing Jhon,malam ini orang tua saya mau mengajak kerumah tu cewek untuk membahas pertungan kami." jelas Andra.


" Bagus donk bos,ntar lagi bos sudah berubah status dari lajang menjadi suami" ucap Jhon asal tampa berfikir reaksi dari si bos.


" Anjiiiir...saya tu gak mau sama tuh bocah bar bar, saya mau batalin lamaran ini!!" tegas Andra .


" Kalau akhirnya bos batalin,ngapain capek capek tuh jadi dosen,pikir dua kali deh bos ntar nyesel mumpung dikasih kesempatan" celetuk Jhon.


" Nih masalah hati Jhon,kamu gak akan faham." Jawab Andra dengan wajah memeles.


" Lupakan masa lalu bos,dia gak akan kembali karena dia sendiri yang meninggalkan bos." Jhon.


" Belum bisa untuk move on Jhon." ucap Andra.


" Kalau gitu aku gak bisa coment deh bos." jawab Jhon Kesel.


******

__ADS_1


Alhamdulillah bab ini akhirnya selesai juga,jangan lupa dukung autor untuk para pembaca budiman.trim's...🙏🙏😍😍


__ADS_2