DOSEN KU CUPU

DOSEN KU CUPU
Kubur dalam dalam


__ADS_3

*****


Zira tanpak sangat cantik dengan balutan dress panjang,bagian belakang dan bagian depan sedikit terbuka.Ia begitu elegan memakai dress itu,semua mata tertuju ke arah gadis cantik tersebut dan mereka berdecak kagum. Tamu mereka tidak terlalu banyak cuma di hadiri oleh keluar besar kedua belah pihak.


Zira di giring oleh Sasa dan imel ke arah mimbar,mendudukkan gadis itu di tempat yang di sediakan .Zira merasa kagum dengan dekorasi taman di belakang rumah nya yang di sulap begitu cantik,mata belo itu tak henti henti memandang.


" Lo cantik banget hari ini Zi" ucap Imel.


" Jadi cuma hari ini aja nih gue cantik,berarti sebelumnya gue jelek dong." balas Zira merengut sebel.


" Udah ah,gak usah cemberut gitu ntar beneran jelek lo." ledek Sasa dan mereka tertawa bahagia.


Di sisi lain Andra mengenakan setelan tuxedo yang di rancang khusus pas dengan badannya yang atletis dan ditemani oleh asisten pribadinya yang juga tanpak gagah


Ia tampan dan semakin tampan dengan rambut tersisir rapi ke belakang.


Sebelum acara pertunangan di mulai Andra melihat tamu yang datang dari pihak ke dua keluarga yang hadir matanya menelusuri setiap tamu yang datang.Andra tidak menemukan sosok wanita yang dia cari untuk membantu rencananya.


" Kenapa dia belum datang " gumamnya.


" Sayang, yuk ke atas acaranya sudah akan di mulai" Ajak mama Andra dan menarik Andra menuju mimbar.


Andra hanya bisa mengangguk " iya,yuk!,


Mata Andra tak lepas dari gadis yang telah menunggunya di mimbar.Gadis itu terlihat berbeda dari biasanyanya,tanpak lebih dewasa dan sangat cantik tatapan mereka beradu, mereka selalu saling memandang dan mengagumi hingga Andra tidak menyadari kalau dia sudah duduk bersebelahan dengan gadis itu.


Mereka sudah berdiri di atas mimbar saling berhadapan, Jantung Zira berdegup lebih kencang dari biasanya gadis itu tanpak gugup tangan nya sangat dingin apa lagi mata elang di depannya tak lepas menatapnya sehingga membuat pipi gadis itu merona.Terpancar rasa bahagia di mata gadis itu.


Begitu juga Andra ia merasakan sama dengan Zira,di tatap mata coklat itu lalu pindah ke hidung mancung Zira dan pandangan itu pindah lagi ke bibir ranum milik Zira,bibir yang mulai ia rindukan untuk menyecap dan menjelahinya sehingga keluar desahan kecil dari bibir itu.


" Malam ini kamu sangat cantik,tapi maaf kalau aku tidak bisa melanjutkan semua ini." batin Andra


Saat pemasangan cincin tiba tiba Andra menjatuhkan cincin itu dan bergelinding entah kemana,semua orang kaget dengan apa yang di lihatnya.


"Pertanda apa nih, semua tidak berjalan sesuai dengan harapan gue." batin Zira mulai ada rasa takut.


Karena cincinnya belum ketemu akhirnya mama Andra memberikan cincin yang di berikan oleh keluarga Baskoro,cincin turun temurun yang di berikan ke pada setiap menantu di keluarga Baskoro.


" Ehm,sebelum tukar cincin ada sesuatu ada yang harus saya sampaikan" Ucap nya.


" Sebelumnya saya minta maaf ke pada Zira" Mata elang itu memandang Zira yang mulai tanpak bingung dengan dahi mengkerut.

__ADS_1


" Saya juga minta maaf ke pada om dan tante Wijaya serta keluarga besar." lanjut Andra dengan suara tercekat.


Semua mata memandang penuh tanda tanya suasana tanpak hening.Zira merasa sesuatu yang buruk akan terjadi ia menunduk pasrah.


" Ss...saya tidak bisa melanjutkan pertunangan ini." Ucap Andra dengan lantang.


" Karena ss..saya...say.." ucap Andra terbata bata.


"Sayang" panggil seseorang yang berdiri di depan mimbar.Semua mata memandang ke arah suara itu termasuk Zira.Gadis itu berjalan menaiki mimbar dan dengan santainya memeluk Andra.


Duaaar..


Seperti suara petir menggelegar dan bisa menghancurkan dan membakar apa saja.


Itu lah yang di rasakan Zira saat ini hatinya hancur berkeping keping,kepalanya terasa berat mata gadis itu berkaca kaca dengan nafas yang tidak teratur.Ia menatap Andra dan gadis di sampingnya dengan tajam dan mendekati keduanya.


Plaakk....


" Dasar brengsek." ucap Zira gemetar pertahanannya mulai runtuh di hadapan Andra air mata itu akhir mengalir membasahi pipi gadis cantik itu,bibir ranum itu gemetar .Andra menatap sayu mata yang sudah berair itu,ada rasa tidak tega dan rasa yang bercampur aduk dan ia tidak tau apa itu.


" Kenapa dada gue sesak melihat kekecawan di mata gadis itu" batin Andra.


Zira turun dari mimbar dan segera berlari menuju kamarnya sambil memegang dada yang begitu sesak seolah olah ada batu besar yang mengganjal.


Ceklek..


Fieta melihat tubuh putrinya bergetar menahan suara tangis,ia mendekati gadis itu dan mengelus kepala si anak.Karena merasa ada yang mengelusnya Zira langsung duduk dan memeluk Fieta dengan erat.


"Hik...hik..hik..sakit mi,di sini sangat sakit" ucap gadis itu memukul kecil dadanya.


" Ssst...mami tau sayang, kamu harus kuat." kata Fieta dengan air mata yang terus mengalir seolah ia merasakan apa yang dirasakan putri kesayangannya.


" Zi gak kuat..gak kuat mi," ucap gadis itu di sela sela tangis nya.


" Zi lihat mami." ucap Fieta menangkup pipi Zira dan menghapus air mata itu dengan lembut.


" Mungkin Andra bukan jodoh kamu sayang,dia punya pilihan sendiri dia berhak untuk memilih dan kamu tidak bisa memaksanya untuk hidup bersama mu dan itu tidak baik bagi hubungan kalian kedepannya."


" Tapi kenapa dia tidak menolok saat lamaran mi,dia mempermalukan keluarga besar kita." ucap gadis itu.


" Itulah kesalahan terbesarnya sayang,harusnya dia mengatakan dari awal semua ini." jawab Fieta.

__ADS_1


" Zi mencintainya mi.." ucapnya masih menangis sesenggukan.


" Mami tau,tapi kamu tidak harus memilikinya sayang biarkan dia bahagia dengan pilihannya sendiri itu bukti kamu mencintainya." Fieta terus memberikan penjelasan agar putrinya tidak terlalu patah hati.


" Maafin mami dan papi,semua terjadi karena kami memaksakan kehendak,mami janji tidak akan mengulanginya lagi masalah jodoh kami serahkan ke padamu siapapun pilihan mu" Ucap suara bariton yang tak lain adalah Wijaya mata lelaki paruh baya itu berkaca kaca.Zira langsung berhamburan memeluk papinya,suara tangisan itu kembali terdengar di ruangan itu.


" Dan satu lagi sayang masa depan kamu masih panjang,gapai cita cita mu dan carilah yang terbaik bawa kehadapan papi,orang yang sangat mencintaimu dan menghargai perasaan putri cantik papi.Kubur dalam masalah ini jangan biarkan sedukitpun muncul" lanjut Wijaya.


" Maaf mi pi Zi belum bisa,begitu mudah menguburnya dalam dalam." batin Zira.


Di sisi lain Andra menyeret Sella menuruni mimbar dan meninggalkan tempat itu,tiba tiba tangannya di tahan seseorang.Tubuh Andra serasa melayang karena pikirannya kacau,entah kenapa ia memikirkan.


" *Apa dia baik baik saja." Batin Andra.


" Andra **** kenapa memikirkan nya,ini yang kamu mau kan menghancurkan hati gadis bocah itu,dendam mu sudah terbalaskan Andra.Apa yang kamu rasakan juga sudah dirasakan gadis yang tidak bersalah itu." batin Andra merutuki dirinya*.


Bugh...


Bogem mentah mendarat di wajah Andra, Andra kaget begitu juga dengan Salsa.


" Tu buat lo yang udah nyakitin kakak gue dan bikin keluarga gue malu." ucap Zio adik Zira.


Andra menggeram rahang kokoh itu mengeras dia mengusap sudut bibirnya yang berdarah siapa yang berani memukulnya.


"Berani sekalu bocah ini memukulku." batin Andra.


Tapi dia sadar ini semua kesalahannya,wajar saja bocah ini melakukan semua itu.


Andra pun pergi meninggalkan rumah Zira,tempat dimana dia melukiskan sejarah buruk di hati gadis dan kedua keluarganya.


Sedang Baskoro dan istri adik serta keluarga Andra lainnya sudah sampai di kediaman mereka,mereka sangat malu atas tindakan Andra.Tiba tiba mama Andra terjatuh wanita paruh baya itu tidak sadarkan diri dan membuat seisi rumah panik.


*****


***Maaf baru update..🙏🙏🙏


Author tunggu vote,like,komen dan bintang nya...🙏🙏***


Visual Andra


__ADS_1



__ADS_2