
*****
Mata Andra menyusuri setiap ruangan tapi dia tidak menemukan keberadaan Zira.Andra melangkahkan kakinya kearah toilet
"Aku harus berbicara dengannya." ocehan Andra karena ini adalah kesempatan besar saat semua orang berkumpul di taman belakang milik keluarga ini.
"Kemana gadis itu,apa mungkin ke kamarnya?" batin Andra.pria itu berusaha menahan rasa rindu yang memuncah,mungkin Allah memberikan kesempatan kedua kepadanya sehingga tidak perlu bersusah payah menemukan gadis pujaan hatinya.
Andra segera menuju toilet yang terletak disamping dapur,disana terdapat dua toilet Andra melirik sesaat toilet sebelahnya.
"Apa dia yang didalam sana?" tanya Andra pada dirinya.
Andra menutup perlahan pintu toilet lalu menuju westafel menghidupkan kran dan membasuh wajahnya berulang ulang.
Sesaat Andra menatap wajah tampannya di kaca westafel.
"Saatnya untuk berjuang Andra." lirihnya dengan bibir sedikit terangkat.Saat Andra keluar samar samar dia mendengar suara orang menangis di toilet sebelah,kening Andra mengkerut dan dia semakin yakin kalau itu adalah Zira,pria itu menyandarkan punggungnya di dinding pembatas dua toilet itu menunggu seseorang yang keluar dari sana berulang kali dia mengusap wajahnya,suara tangisan pilu itu membuat hatinya terasa sakit.
Zira yang sedang berdiri didepan westafel memegang dadanya yang berdetak kencang,gadis itu menangis segugukan.
"Kenapa dia bisa ada disini
.hik...hik..hik.."ucapnya dengan berderai air mata,masa lalu itu bermunculan kembali dibenak Zira sehingga semakin membuat gadis itu semakin terisak dan membuat pundak gadis itu terguncang.
__ADS_1
"Kenapa hamba dipertemukan kembali dengannya ya Allah,bantu hamba untuk melupakannya" ujar Zira disela sela tangisnya.
"Ayo Zi kamu harus kuat,ingat kamu baru memulai hubungan dengan Arka.Singkirkan perasaan itu untuknya dan mulai lembaran baru.Anggap kamu tidak mengenalnya Zi,tunjukan kalau kamu gadis tegar." ujar Zira gadis itu membasuh mukanya dan merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.
Zira membuka knop pintu dan keluar dengan kepala menunduk gadis itu tidak menyadari seseorang yang berdiri dengan tangan dilipat di dadanya dengan mata berkaca kaca menatap kearahnya.
"Eh.." Zira kaget saat dia membalikkan badan dan menabarak tubuh Andra.Pandangan mereka beradu Andra menatap mata belo indah itu sedikit membengkak dan merah kemudian pandangannya turun ke hidung mancung Zira yang ujungnya merah dan berakhir dibibir seksi gadis itu.
Zira yang menyadari Andra menatapnya seperti mau menelannya segera melangkah dan langkah itu tiba tiba berhenti karena lengannya ditahan oleh tangan kekar Andra.
Deg..
"Maaf,tolong lepaskan tangan gue." Ucap Zira dengan suara bergetar.
"Berani sekali dia melakukannya ." gerutu Zira dan mengalihkan pandangannya.
"Tolong lepas,nanti ada yang melihat." mohon Zira dengan dada bergemuruh berada begitu dekat dengan posisi seperti ini,Zira dapat merasakan hembusan hangat nafas Andra dipipinya dan aroma tubuh maskulin yang dari dulu disukainya.
"Aku tidak peduli,biar semua tahu kalau kamu adalah milikku dan aku tidak akan melepaskan yang sudah menjadi milikku yang telah berhasil membuat aku seperti orang gila selama ini." ujar Andra berbisik ditelinga Zira dan membuat tubuh gadis itu semakin gemetar.
"Heh..jangan pernah bermimpi,gue bukan milik lo." ujar Zira jutek.
"Kita lihat saja nanti,tapi kamu harus tahu selama ini aku seperti orang gila mencari keberadaanmu,aku sangat mencintaimu Zira dan sekali lagi aku minta maaf aku sangat menyesali semua itu berikan aku kesempatan kedua." Ujar Andra kembali setengah berbisik mata yang berkaca kaca tadi akhirnya menetes dengan cepat pria itu mengusap matanya dan tangannya langsung melingkar di pinggang gadis itu.Zira kaget dengan pengakuan cinta Andra,ribuan kupu kupu berterbangan dari lubuk hatinya.Tapi gadis itu tersadar kembali dan melepaskan tangan Andra dengan sekuat tenaga tapi tangan itu semakin kuat melingkar sehingga tidak menyisakan sedikitpun jarak antara mereka.
__ADS_1
"Gue enggak peduli,sekarang lepas tangan lo jangan macam macam." bentak Zira dengan emosi yang tidak tertahan tangannya bertumpu di dada bidang Andra.
"Akan ku lepas tapi dengan satu syarat kamu harus ikut aku besok" pinta Andra.
"Gue enggak mau,dasar om om arogan dan pemaksa."ujar Zira mendengus kesel.
"Kalau begitu kita akan menikmati posisi seperti ini." ujar Andra tersenyum sinis
"Gue bilang enggak mau,apa lo budek.gue enggak mau keluarga gue salah paham."ujar Zira sedikit berteriak dan bersusah payah melepaskan tubuhnya dari Kungkungan Andra.
"Sssst...diam,kalau bergerak seperti ini terus kamu akan membangunkan adik kecilku." ujar Andra,Zira membelalakkan matanya melihat ekspresi Zira Andra tersenyum.
"Adik kecil maksud lo." Zira
Andra mengarahkan pandangannya kebawah dan diikuti pandangan Zira.
"Dasar pria gila mesum."ujar Zira menginjak kuat kaki Andra.
"Aww.." Andra memegang kakinya
"Cih...gue gak sudi ikut lo Jangan pernah macam macam sama gue,dan satu lagi gue benci lo." ucap Zira
"Zi...Zira aku pastikam kamu akan mencintaiku kembali."batin Andra dan segera menyusul Zira.
__ADS_1
******