
Sinar matahari pagi membangunkan gadis cantik yang masih terbalut oleh selimut sutra putih itu, sinar itu masuk di sela sela ventilasi kamarnya meyusup melalui celah tirai yang tidak tertutup rapat.
Perlahan gadis itu membuka mata dan merenggangkan otot otot yang terasa kaku.Gadis itu bangun dan duduk kepalanya terasa sedikit penglar dan pusing akibat tidur terlalu malam dan memijat kepalanya sesidikit pelan.
Setelah kepalanya agak mendingan Zira melihat angka jam yang berada di atas nakas,dan matanya membelalak kaget ia segera berlari kecil ke kamar mandi.
Hari ini Zira akan ke kampus dan mengurus surat surat yang berhubungan dengan kepindahannya,setelah memakai pakain yang ia rasa cocok gadis itu segera bergabung untuk sarapan dengan keluarganya.
Zira menarik kursi disamping Zio dan langsung duduk ikut melahap sarapan yang sudah disajikan.
"Zii,hari ini terakhir dikampuskan sayang?" tanya Fieta tangan sibuk mengoles selai roti.
"Ya mi,kemarin om Bagas nelpon Zi semua urusan yang berkaitan dengan perkuliahan sudah beres di sana tinggal menunggu surat rekomendasi dari kampus sini pi." ujar Zira sambil menyeruput teh.
"Syukurlah sayang,mudah mudahan di sini tidak ada kendala." Ujar Fieta.
"Zi berangkat dulu ya mi,pi Assalamu'alaikum."
"Hati hati sayang,jangan ngebut." teriak Fieta.
"Zi naik ojol mi." Jawab gadis itu dengan jalan tergesa gesa.
"Ya ampun ni anak suka bikin mami jantungan,naik ojol kalau terjadi apa apa bagaimana." Gumam Fieta membuat Wijaya tersenyum dan geleng geleng kepala melihat kekhawatiran istrinya yang berlebihan.
"Biar ajalah mi,yang penting dia senang.Mungkin lagi bosan bawa mobil sendiri." Jawab Wijaya meyakinkan istrinya.
Wanita itu paruh baya itu mendengus kesal karena jawaban suami.
*****
Tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk sampai di kampus,setelah memberikan uang ketukang ojol gadis itu memasuki gerbang kampus.
Sasa sudah menunggu di parkiran dan melambaikan tangannya kearah Zira.Zira pun tersenyum dan berjalan sedikit laju ke arah Sasa.
"Yuk,kawanin gua mau ngurus sesuatu." Ajak Zira menarik tangan Sasa.
__ADS_1
"Lo mau ngurus apa an Zi?" tanya Sasa sedikit bingung.
"Gue...gue mau pindah kuliah Sa." Ujar Zira tangannya masih menarik Sasa.Tiba tiba langkanya terhenti,dan membalikkan badannya ke arah Sasa.
"Gue gak salah dengarkan Zi?" ucap Sasa dengan tercekat.
Zira mendesah berat bagaimanapun sahabatnya harus tau dengan rencana kedua orang tuanya,gadis itu menatap Sasa dengan mata yang mulai berkaca kaca.Kedua gadis itu langsung berpelukan dengan air mata yang mulai membanjiri pipi keduanya dan mereka yang berlalu lalang pun ikut terharu melihatnya.
"Lo harus kuat ya Zii,gue faham tujuan orang tua lo mungkin ini jalan terbaik buat lo dan masa depan lo." Ucapnya dengan masih sesenggukan dan melepas pelukan mereka.
"Ya Sa,gue berusaha tegar.dengan gue pergi dari sini gue bisa dengan cepat melupakannya." gadis itu mengusap air mata di pipi mulusnya.
"Semangat,itu bagus Zi gue dan Imel akan sering jalan jalan kalau lo tinggal di rumah eyang lo.Tunggu kedatangan gue sama Imel dan satu lagi kalau gak salah lo kan punya om ganteng yang masih lajang kan? Ucap Sasa terkekeh dan mengedipkan sebelah matanya."
"Itu mah mau nya lo." Zira mencebikkan bibirnya kesal dan membuat Sasa tertawa.
"Yuk ntar kelamaan." Ajak Zira.
"Eh Zi,pak Andra udah mengundurkan diri lo sekarang ada dosen baru lagi lumayan ganteng tapi udah nikah sih,bikin cewek cewek gatal pada kecewa tuh" Cerocos Sasa.
"emang lo tau alasan pak Andra keluar?Padahal gue ngerasa udah mulai dekat lo ma tuh dosen,menurut gue dia baik walaupun suka ngeselin." katanya lagi dan mengingat kembali kenangannya bersama dosen cupu itu.
Sasa hanya mengangkat kedua bahunya dan mereka lansung masuk ke ruangan Tata usaha.
Sedangkan di tempat lain Andra sedang berkutat dengan tumpukan dokumen,rahang kokoh itu sudah mulai ditumbuhi bulu bulu halus yang mulai lebat,rambut yang mulai sedikit gondrong,tidak ada niat untuk mencukur biasa Andra akan risih dengan itu tapi tidak dalam beberapa hari ini dia tanpak cuek dengan semua itu.Katung matanya tanpak menghitam karena cuma sedikit waktu untuk tidur,begitu besar efek yang ditimbulkan oleh gadis bocah itu.
Ceklek...
"Pagi sayang." Ucap suara lembut itu.Gadis yang memakai dress maroon sebatas paha tanpa berlengan itu berjalan berlenggak lenggok menuju meja Andra dan duduk di pinggirnya dengan tatapan penuh cinta.
Andra hanya berdecak sebel dan menatap Sella dengan tatapan datar.
"Nih orang apa gak ada kerjaan ya? batin Andra.
"Ada urusan apa? " tanya Andra sedikit Jutek.
__ADS_1
"Ck reaksi mu seperti tidak menyukai kehadiran ku kak,kamu berubah.Apa karena gadis itu,kamu mulai menyesalinya? Ujarnya menatap Andra dengan sinis.
" Bukan urusan mu." Jawab Andra ketus.
"Itu urusan ku,karena kakak kekasihku.Perempuan mana yang tidak sakit hati saat kekasihnya begitu frustasi memikirkan perempuan lain." bentak gadis itu dengan suara mulai serak.
Andra kaget mendengar ucapan Sella dan dia tidak suka dibentak oleh siapapun.
"Bersyukurlah karena aku masih mau menerimamu,dan jangan banyak menuntut kalau tidak mau terjadi sesuatu dengan mu." Ancam Andra mencengkeram dagu gadis itu sedikit kuat dan menatap dengan tatapan ancaman.
"Sakiiit,lepaaas.Kamu mulai kasar kak." Ujar gadis itu dengan mata berkaca kaca.
"Aakkkhhhh..." amuk Andra dan menendang guci yang terletak tak jauh dari mejanya dan membuat guci itu pecah tak berbentuk lagi.Pria itu menarik kuat rambutnya,kehadiran Sella membuat dia semakin frustasi dada pria naik turun menahan emosi dan membuat Sella pucat pasi dan menunduk.
Ceklek...
Jhon langsung masuk dan memandang Sella dengan sinis karena ia tidak suka dengan gadis itu,Sella langsung keluar ia tidak mau menjadi pelampiasan emosi Andra.Andra yang sekarang begitu sulit untuk ia kendalikan.
"Ada info apa?" tanya Andra.
"Gadis itu sudah masuk bos." Jawab Jhon.
"Ok,kamu cansel semua jadwal ku pagi ini." Ucap Andra bersemangat wajah nya tanpak berseri dan segera keluar dari ruangannya meninggalkan Jhon yang masih melongo melihat kepergian Andra.
"Cinta memang membuat gila,perjuangkan bos" Ujar Jhon tersenyum geli melihat perubahan wajah Andra dari gelap menjadi terang.
Andra melajukan mobil nya dengan sedikit laju dan sekali kali memukul stir mobil karena kemacetan yang lumayan panjang,Setelah beberapa menit akhirnya dia lolos dari kemacetan itu.
Andra memarkirkan mobilnya di parkiran kampus satpam yang sudah tau siapa Andra memberi hormat dan terjadi percakapan singkat diantara mereka, merasa tidak ada yang diperlukan Andra satpam pun meninggalkan nya yang berdiri menyandarkan punggung kokoh dan lebarnya di mobil dengan memakai kaca mata hitam pria itu tanpak gagah berkharisma dan berwibawa.Ia menjadi pusat perhatian dan menjadi topik pembicaraan gadis gadis di kampus.
"Kamu di mana? aku merindukanmu." batin Andra mengarahkan pandangannya kearah dimana Zira akan keluar dari kelasnya.
********
Haiii para pembaca budiman jangan lupa like,komen dan votenya.
__ADS_1