
******
Setelah menyelesaikan semua urusannya di kantor dan menyerahkan kepada Jhon untuk sementara waktu,akhirnya Andra memutuskan untuk menyusul dan mencari keberadaan gadis pujaan hatinya.
Pria dewasa itu sekarang berada di apartemen milik keluarganya,Andra merebahkan tubuh dikasur king size miliknya untuk menghilangkan rasa capek karena menyetir sendiri dari Jakarta.
Sudah hampir dua bulan dia tidak bertemu dengan gadis yang sudah berhasil menempati hatinya,gadis yang mungkin sangat membencinya karena perbuatannya sendiri.Apakah dia akan berhasil merebut hati gadis itu kembali,kalau memang dulu gadis itu sangat mencintainya dia masih punya harapan untuk mengembalikan rasa itu kembali.
Drrrrttt...drttt..
"Gue di apartemen,gue tunggu lo di sini!!"
"........"
Andra mencoba untuk memejamkan mata,mungkin dia terlambat menyadari semua ini.Sempat terfikir olehnya,bagaimana kalau gadis itu sudah menjadi milik orang lain dan berpindah kelain hati.Seandainya semua itu benar tapi Andra yakin tidak akan mudah bagi Zira untuk melupakan Andra karena ia tau kalau dia adalah cinta pertama gadis itu.
Anggap saja Andra pede tapi memang itu kenyataannya,saat mamanya menceritakan bagaimana hancur hati gadis itu.Dan dia juga baru tahu semenjak pertama kali bertemu gadis itu sudah jatuh hati kepadanya.Dengan senyum senyum sendiri Andra mengingat semua kejadian saat dia menyamar menjadi dosen demi menyelidiki sifat Zira yang membuat dia sendiri terjebak.
Andra menatap langit langit kamar dengan perasaan tak menentu,dia harus memikirkan cara untuk merebut hati Zira dengan cepat karena dia tidak bisa berlama lama disini.
Dug....
Sebuah bantal sofa melayang diudara dan mendarat di atas perut Andra.
"Woiii melamun aja lo." ujar suara didepan pintu kamar.
"Ck...***** lo bikin gue kaget." ujar Andra dan langsung duduk bersandar disandaran tempat tidur.
Pria itu yang tak lain adalah Bagas langsung menuju kearah Andra yang tanpak tak bersemangat dan menepuk kecil pundak Andra.
"Apa kabar bro,seneng bertemu lo lagi." ujar Bagas memeluk pundak Andra.
"Alhamdulillah lo bisa lihat keadaan gue kan,tetap gagah." ujar Andra cengengesan.
__ADS_1
"Apa yang bawa lo sampai kesini,gue enggak lagi mimpi kan??." ujar Bagas dengan menaikan alisnya bergantian.
"Gue lagi ada urusan disini,entar kalau gue gak berhasil gue mau minta tolong sama lo dan Arka." jelas Andra.
"Kalau boleh gue tau urusan pekerjaan atau urusan tentang perempuan?" tanya Bagas menyelidik.
"Yaaah..entar kalau Arka udah datang gue kasih tahu lo." jawab Andra.
"Pakai rahasia segala lo,dari tampang lo yang kusut nih gue udah tau kalau lo jauh jauh kesini karena urusan perempuan.ya kan??" Bagas mendorong kecil kepala Andra
"Woi kepala gue anjiiir." Andra pun ikut mendorong kepala Bagas.
"Ayo,gue bawakan makanan dan minuman." ujar Bagas menarik tangan Andra.
Saat mereka bergurau dan bercerita tentang pekerjaan mereka masing masing,tiba tiba knop pintu bergerak muncul pria yang tidak kalah tampan dari Andra.
"Waah..yang baru pulang kencan baru nongol." ledek Bagas.Bagas tahu kalau hari ini Arka mengajak Zira keluar dan pria itu sangat mendukung keputusan Arka untuk menjalin hubungan dengan Zira karena Bagas tahu bagaimana kepribadian Arka.Berbeda dengan Andra laki laki yang terkenal playboy saat mereka satu kampus dan satu temat tinggal.
"Setelah lama tidak ketemu sudah banyak kemajuan lo,bagaimana kabar lo bro?ujar Andra saat mereka berpelukan.
"Kapan kapan kenalkan ke kita lah cewek lo." ujar Andra
"Ntar gue yang kenalin sama lo,datang aja ke rumah gue." jawab Bagas.
"Eh nyet kok lo terus yang jawab,kasih gue kesempatan dong." ucap Arka kesel dan mengambil cemilan ditangan Bagas.
"Lo istrihatkan aja dulu bibir lo,tadi kan habis kencan jadi bibir lo gemetar terus setiap ngomong sama tuh bocah saking gugupnya." ucap Bagas dengan tertawa terbahak bahak.
Dug...
"Brengsek lo." Arka melempar kaleng minuman kosong ke arah Bagas.Andra hanya geleng geleng kepala melihat kedua sahabatnya itu.
"Oh ya Ndra,ada urusan apa lo ke sini.tumben biasanya mana mau lo?" ucap Arka sambil menyeruput minuman ditangannya.
__ADS_1
"Sebenarnya gue mau cari cewek yang sudah berhasil mencuri hati gue." ujar Andra.
"Mana alamatnya ntar kita bantu."Ujar Arka
" Itu masalahnya,gue enggak punya alamtnya." jawab Andra.
"Wah parah lo,gimana mau nyari kalau alamatnya gak punya." balas Bagas.
"Tuh cewek kerja dimana?" tanya Bagas lagi.
"Enggak kerja,dia kuliah di jakarta karena ada sedikit masalah dia dipindahkan keluarganya ke universitas disini.Anak buah gue udah nyari tuh anak disemua kampus tapi belum ada yang berhasil." ucap Andra sedikit putus asa.
"Kalau itu lo minta tolong ke Arka aja,dia pasti tau." ujar Bagas
"Nama kampus aja dia enggak tau,gimana gue mau bantu." elak Arka.
"Pandai pandai lo lah,relasi sesama kampus lo kan banyak." Bagas menaikkan sebelah alisnya.
"Ck kalian enggak pernah berubah...gue mau coba sendiri dulu,ntar kalau gue butuh kalian pasti gue kabarin." Andra mengambil jalan tengah biar kedua sahabatnya diam.
"Ok,besok gue tunggu kalian dirumah,mama ulang tahun jadi kita cuma mengadakan acara makan bersama aja." Ujar Bagas.
"Gue kangen banget sama mama lo,udah lama gak ketemu." ucap Andra
"Jangankan lo,Arka aja yang deket jarang kerumah." ejek Bagas.
"Gue sibuk Bagas." Jawab Arka.
"Alah banyak gaya lo,semenjak ponakan gue disini kemana tuh sisibuk." ejek Bagas yang diringi kekehan Andra.
Ketiga pria itu berbagi cerita tentang masalah pekerjaan dan masalh pribadi mereka,termasuk Andra yang belum berani mengungkap masalah sebenarnya dengan gadis yang dicari kepada dua sahabatnya.
******
__ADS_1
jangan lupa like,coment and votenya
Aku tunggu ya..😍😍