
~ kediaman Baskoro~
Hari ini sangat melelahkan buat Andra,setelah menyelesaikan urusannya di kampus Andra juga tidak melupakan tanggung jawabnya di perusahaan yang dia pimpin.Menjalankan dua profesi sekaligus sungguh melelahkan.
Andra membuka texedo nya melonggarkan dasi yang masih menempel ,membuka dua kancing kemeja bagian atas dan menggulung lengan kemejanya hingga siku dan memuculkan otot otot tangan Andra yang kuat dan gagah, pria dewasa yang cool yang digilai oleh setiap kaum hawa.
Andra merebahkan badannya di kasur king size miliknya,menatap langit langit kamar. Kejadian saat diruangan nya bersama gadis yang dijodohkan orang tua nya masih menari nari di kepala Andra.Cuma Andra yang sudah mengetahui gadis pilihan orang tuanya sedangkan sigadis tidak mengenal sama sekali pria yang akan dijodohkan dengannya.
Andra masih ingat betapa indahnya manik mata gadis itu disana terpancar kelembutan,bibir yang menggoda yang hampir membuat Andra kehilangan kendali akan hasratnya, Andra kembali meraba bibirnya dua kecupan masih melekat diingatann, mengingat semua itu seulas senyuman terukir dibibir Andra. Sikap bar bar sigadis menjadi sebuah tantangan buat Andra.
Andra mengusap kasar wajahnya dia tidak mau terjebak dengan bocah bar bar itu, perjodohan yang tidak diinginkannya membuat Andra pusing tujuh keliling. Andra takut untuk jatuh cinta lagi terhadap wanita,semenjak Andra ditinggalkan oleh seseorang yang berarti dalam hidupnya selain ibunya.
Andra terbangun dari lamunannya saat hp nya berdering.
" halo Choki.."
"......"
" Gua capek banget,besok aja ya.."
"...."
" Ok, di club biasa kan?".
"......"
" Ntar lagi gua meluncur,gua mandi dulu".
Andra pun segera menuju kamar mandi.
~ Kediaman Wijaya~
Semenjak pulang kuliah, Zira pun merasakan hal sama dengan Andra. Dia tidak menyangka bisa senekat itu mencium bibir dosen cupunya. Gadis itu berguling guling dikasur untuk menenangkan hatinya yang gundah.
" Mau ditarok dimana muka gua,kalau ketemu sicupu.
" Tapi kalo dipikir pikir gua kan ngelakuainnya gak sengaja,bomat lah" ucap Zira galau
Malam ini Zira,Imel dan Sasa sudah janjian untuk having fun d club langganan mereka.Zira bukan gadis liar yang suka keluyuran,kesempatan having fun di club dilakukan saat orang tuanya keluar kota atau keluar negeri.Tiga gadis cantik itu memasuki club dengan memakai dress pas body diatas lutut dan rambut yang dibiarkan tergerai. mereka berjalan beriringan masuk kedalam ruangan yang dipenuhi suara musik yang memekakkan telinga setelah berhasil melewati penjaga di sana.
__ADS_1
Andra baru saja tiba di club malam dan langsung menuju table dimana choki sahabatnya sudah duluan datang.
" Welcome brother" tegur Edo pemilik club menyambut lelaki tampan yang baru saja datang.
" Suatu kebanggaan keluarga Baskoro datang ke club gua" ucapnya lagi.
Keluarga Baskoro memang terkenal dikalangan atas,mereka mempunyai aset tak terhitung dengan perusahaan yang sudah bercabang cabang kemana mana hingga keluar negeri.kekayaannya sudah menduduki angka lima besar se Asia,sama dengan keluarga Wijaya.
"Elo gak mau cabut surat izin bisnis gua kan Ndra" gurau Edo yang membuat dahi Andra berkerut.
" Bacot lo,untuk sekarang belum karena gua masih butuh tempat elo,ntah kalo nanti" jawab Andra sambil terkekeh. Choki yang masih menjadi pendengar setia ikut tertawa mendengan celotehan Andra.
Mereka bertiga asyik mengobrol sambil tertawa dan obrolan mereka terhenti saat seorang gadis memanggil nama Edo.
Zira berjalan mendekat diikuti Imel dan Sasa
" Kak Edo" ulangnya lagi.
Edo mendongakkan kepalanya ke arah suara yang memanggil namanya begitu juga dengan Andra dan Choki yang ikut menoleh.
Andra langsung mempertajam penglihatan setelah melihat kedatangan salah satu dari ketiga gadis itu.Sebenarnya Andra sudah semenjak tadi memandang tajam ketiga gadis tersebut.
" Ra, kenapa gak telpon kakak dulu kalau kalian akan kesini" kata Edo menghampiri ketiga gadis belia itu dan memeluk mereka satu persatu.Edo sudah menganggap ketiga gadis itu seperti adik sendiri,jika mereka ke club tidak lepas dari pengawasan Edo.
" Maaf kak tadi buru buru" jawab Zira cengengesan.
" Lain kali harus kasih kabar dulu ke kak Edo" Ucap Edo yang terlihat sedikit marah karena khawatir kalau tiba tiba mereka datang dan ia sedang tidak ditempat dan siapa yang akan menjaga tiga gadis itu.
" Ya sudah tunggu disini" Kata Edo dan menuju ke table Andra dan Choki.
" Kalian duduk santai aja disini gua mau ngurusin adik adik gua" ucap Edo
" Semenjak kapan elo punya adik do" selidik Choki.
" Semenjak pertama kali mereka menginjakkan kaki disini,mereka udah gua anggap kayak adik sendiri.cantik cantik ntar di ***** ***** sama cowok tak jelas,kan kasian gua." jawab Edo.
" Ya udah suruh gabung aja sini ".kata Choki bersemangat.
" Nggak usah nanti mereka ngerepotin kalian"
__ADS_1
" Nggak kok lagian gak ada tempat kosong kan? " kata Choki terus berusaha.
" Benaran gak apa apa?" tanya Edo melirik ke arah Andra.
"Gak pa pa kan Ndra? " tanya Choki dengan berharap.
" Nggak pa pa juga sih,tapi gua gak tanggung jawab kalo terjadi apa apa". ketus Andra.
" Biar gua yang tanggung" jawab Choki.
Andra hanya menggeleng kepalanya melihat tingkah Choki yang begitu menginginkan duduk bareng dengan ketiga gadis itu.
"Zira disini aja" panggil Edo
" Kok disini kak? " tanya Zira dengan dahi mengkerut melihat dua pria dewasa asing yang sedang duduk disana.
" Lagi gak ada tempat kosong" jawab Edo
" Ya udah deh,gak apa apa kan mel ,sa kita gabung sini aja dulu dengan teman kak Edo" tanya Zira.
" Oke deh" jawab Imel dan Sasa. Mereka pun langsung duduk.
Sementara itu salah satu gadis tidak luput dari tatapan tajam Andra, nampaknya Zira tidak menyadari kehadiran dosen cupunya karena dosen cupu sudah merubah penampilannya menjadi pria tampan dan maco.
" Kyaaaaa..." teriak Sasa histeris yang langsung dibekap mulutnya oleh Imel takut akan menjadi pusat perhatian bagi pengunjung lain.Lagi pula disamping mereka ada laki laki dewasa.
" Apaan sih elo Sa,teriak teriak kayak dihutan aja" kata Zira jengkel.
" Noh.. kawan kak Edo" tunjuk Sasa dan memutar wajah kedua sahabatnya itu kesamping yang kebetulan objec yang dituju sedang asyik mengutak atik hp.
" *****....ganteng bangeeeeet...kok gua baru sadar ya" ucap imel dan Sasa barengan setengah berbisik.
" Hmmm...doyan banget sih elo berdua sama om om" Sindir Zira yang cuma melihat sekilas arah Andra dan Choki.
" No problem yang penting kan guanteng dan nampaknya tajir sob".kilah Sasa sambil berbisik.
*******
Assalamu'alaikum jangan lupa dukung autor,kasih vote yg banyak y..!😁😘
__ADS_1