DOSEN KU CUPU

DOSEN KU CUPU
Harapan


__ADS_3

Setelah menyelesaikan makan malam bersama, keluarga Wijaya dan Baskoro berkumpul diruang utama, lanjut ke acara lamaran,lamaran ini hanya salah satu tradisi turun temurun yang memang harus di penuhi dari kedua belah pihak Agar tidak ada komplen dari keluarga besar mereka. malam ini juga membahas hari yang tepat untuk pertunangan Andra dan Zira.


Jhon asisten Andra membantu membawa seserahan lamaran dan duduk disamping Andra.


" Bos...deg degan nggak?" bisik Jhon.


" Biasa aja..! jawab Andra cuek.


" Bos calonnya mana?" Jhon mengarahkan pandangan kiri dan kanan.


" Tau ah,banyak omong kamu! mau saya pecat! geram Andra karena Jhon menurutnya terlaku kepo.


" Yaa....sibos,cuma nanya gitu doang.Santai bos emosian terus ntar cepat tua" ucap Jhon dengan menyeringai dan kembali fokus mendengar rundingan kelauarga Wijaya dan Baskoro.


Dikamarnya Zira sudah berdandan cantik tidak seperti tadi,ia menatap penampilannya di cermin meja hias. Entah kenapa ia merasa bahagia dengan perjodohan ini ,kebanyakan orang akan merasa sedih atau tertekan atau lari.tapi tidak dengan Zira ia mau lari kepelukan hangat Andra saja.


Zira meraba dada nya jantungnya berdegub sangat cepat ,hatinya terasa banyak ditumbuhi bunga bunga cantik ribuan kupu kupu merasa terbang dari hatinya apalagi orang yang dijodohkan dengannya Andra sebut saja sekarang Zira pecinta pria yang jauh lebih dewasa darinya. Andra Pria dewasa yang tampan,mapan,tubuh tinggi badan atletis,semua yang dimilikinya adalah tipe laki laki idaman Zira dan wanita wanita diluar sana.


" Huuufff...Apa yang terjadi pada gua, degub jantung gua gak bisa dikontrol saat dekat om Andra apalagi tatapan nya yang membuat gua langsung kaku." gumam Zira sambil meraba dadanya dan merasakan setiap degubnya dengan mata terpejam.


"Pesona lo membuat hati gua meleleh om...Andra" ucap Zira setengah berbisik dan memandang sekali lagi penampilannya.


ceklek...


Fieta masuk dan menghampiri anak gadisnya


" Udah selesai sayang?"


" Nah...kalau begini anak mami terlihat sangat cantik,anggun dan lebih dewasa." ucap Fieta mengelus sayang rambut Zira.


" Ya mi,maafin Zi karena mempermalukan keluarga kita."


" Tidak apa apa sayang,ini hal pertama dalam hidup kamu. Bagaimana sayang, dengan calon kamu nak Andra dan perjodohan ini.kamu menyukai pilihan kami?" tanya Fieta .


"A...aku...aku.. menyukainya mi,walaupun aku bilang tidak suka mami sama papi akan tetap memaksa kan? tanya Zira balik dan menundukan kepalanya dengan pipi yang sudah merona.


" Alhamdulillah Zi,mami sangat bahagia sekali mendengarnya." teriak Fieta dan memeluk Zira.


" Sebelumnya mami takut kamu akan menolak dan merasa terpaksa dengan perjodohan ini.mami takut sayang dengan keputusan mami dan papi kamu tidak bahagia dan membuat anak mami kecewa." Jelas Fieta dan memeluk Zira kembali.

__ADS_1


" Ya mi Zira mengerti,tapi entah kenapa baru dua kali bertemu, Zi langsung menyukainya. Zi berfikir apakah om Andra juga tertarik sama Zi,harapan Zi semoga dia juga menerima perjodohan ini"


" Pasti sayang kamu cantik,Andra pria yang baik,bertanggung jawab apapun yang diamanahkan kepadanya ia akan selalu menjaga dengan baik.apalagi jarak umur kalian terapaut cukup jauh,ia akan selalu menjaga dan membimbingmu."


" Ayo sayang,ntar mereka bosan menunggu kamu dan membatalkan lamaran mereka." gurau Fieta.


" Ih ...mami jangan dong" rengek Zira


Zira dan Fieta langsung menuju ruang utama, semua mata tertuju pada Zira membuat Zira salah tingkah.


" Waaah....cantik sekali calon mantu tante" ucap mama Andra.


Fieta menarik Zira untuk duduk persis diseberang Andra sedangkan Jhon langsung menyikut tangan Andra.


Andra yang masih sibuk dengan handponenya kaget,dan mengangkat kepalanya. Andra menatap Zira dengan intens,merasa ditatap Zira menunduk dengan pipi merona.


" Cantik...sangat cantik." Gumam Andra membuat Jhon kaget atas pujian sibos terhadap gadis yang didepannya.


" Tapi tidak akan merubah keputasan ku" Bisik Andra yang langsung merubah ekspresi wajah Jhon.


Setelah prosesi lamaran selesai,Akhirnya keputusan sudah diambil pertunangan Andra dan Zira ditetapkan seminggu lagi yang hanya dihadiri oleh keluarga besar kedua belah pihak,itu permintaan dari Andra.


Walau merasa sedikit kecewa Zira menerima keputusan itu,Zira mau pertunangan nya dimeriahkan dengan mengundang sahabat sahabatnya.


Zira masih mengingat ucapan Andra saat mengantarnya keluar rumah.


Flasback


Zira berjalan beriringan dengan Viera,saat itu Viera menarik tangan Zira agar lebih dekat dengan Andra.


" Ehm...kak Andra,kak iparnya jangan dianggurin dong." gurau Viera dan mengedipkan sebelah matanya lalu dia meninggalkan mereka berdua.


" Hm..." jawab Andra dengan muka datar dan sikap dinginnya tanpa melirik sedikitpun kearah Zira.Zira merasa di cuekin segera menyusul Viera yang sudah bergabung dengan kedua orang tua mereka.


" Gua kok jadi salting gini sih.." batin Zira.


" Tunggu..." suara bariton itu menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Andra.


" Ada apa om,ada yang bisa gua bantu" tanya Zira memberanikan diri.

__ADS_1


" Ayo,Kita perlu bicara" ucap Andra. Mereka menuju tempat duduk santai yang terletak disamping rumah Zira.


Zira langsung ambil posisi duduk sambil memainkan ujung rambutnya untuk menghilangkan rasa gugupnya,bau tubuh maskulin Andra menyeruak hingga kehidung Zira yang menimbulkan sesuatu yang Zira tidak tau apa itu. sedangkan Andra masih berdiri menengadah ke langit dengan kedua tangan masuk kedalam saku celana.


" Ehm...Saya tidak ingin kamu terlalu berharap dengan perjodohan ini." ucap Andra membuat mata Zira membola.


" Kenapa?" tanya Zira dan ikut berdiri disamping Andra.


" Apa karena gua masih bocah di mata om? " tanya Zira kembali dan menatap Andra.


" Apa om tidak tertarik dengan kecantikan gua? Gua cewek idola kampus loh om." ucap Zira dengan mengedipkan sebelah matanya saat mata mereka beradu pandang.


" Saya tau siapa kamu" batin Andra memalingkan wajahnya kembali.


Andra hanya menggeleng geleng kecil dengan mendengar Zira membanggakan kecantikannya.


"Karena saya tidak bisa menerima kamu sebagai pendamping hidup saya dan karena saya merasa kamu tidak cocok untuk saya." Ketus Andra.


" Apa ini masalah hati? " tanya Zira.


satu detik...


dua detik..


Andra masih diam sekali kali terdengar bunyi helaan nafasnya,Andra mengusap kasar wajah nya.


" Huuuuffff....kamu tidak akan faham" ucap Andra dan meninggalkan Zira.


" Gua akan buat lo jatuh cinta dan bertekuk lutut memohon cinta gua om, cam kan itu" teriak Zira dan membuat langkah Andra terhenti.


" Coba saja,kamu tidak akan berhasil" balas Andra dan meninggalkan Zira.


Flashback


" Gua yakin setelah kita menikah,gua akan buat lo jatuh sama gua om" gumam Zira dengan mata berkaca kaca menatap dirinya dikaca.


*****


jangan lupa vote...

__ADS_1


jangan lupa like...


Autor menunggu dukungan dari pembaca budiman...💓💓💓💓


__ADS_2