DOSEN KU CUPU

DOSEN KU CUPU
Penyesalan


__ADS_3

Sore ini seorang gadis berjalan dengan lunglai menuju balkon kamarnya,Sudah satu minggu semenjak pembatalan pertunangan itu dia tidak kuliah dan tidak ada yang di lakukan Zira selain mengurung diri di kamar,gadis itu hanya menghabiskan waktu dengan termenung dan selalu termenung.Dia selalu menutupi diri dari orang luar kecuali keluarganya,sahabatnya pun merasa kecewa dengan sikap Zira.


" Bagian tersulit saat mencintai lo adalah melihat lo memilih dan mencintai orang lain,dia telah membuat hati gue terluka dia juga yang memegang kunci kesembuhannya ." gumam Zira.


Gadis itu duduk bersandar di dinding balkon kamarnya dengan mata kosong.


"lo harus bangkit Zi,lo tidak boleh seperti ini dia sudah bahagia dengan pilihannya sedangkan lo masih menangisi nya." batin Zira menyemangati dirinya


" Apakah cinta itu selalu menyediakan air mata? sehingga membuat mata gue selalu mengeluarkannya. "


"Lo tau Andra saat gue mulai jatuh cinta sama lo gue tidak akan pernah bisa melanjutkan hidup tanpa lo tapi sekarang gue menyadari saat rasa sakit yang lo berikan hati gue rusak separuh,mencintai lo merupakan hal terburuk dalam hidup gue.begitu sakit Andra..hik..hik.." tangis gadis itu pecah kemabali.


Cuaca mulai tanpak mendung,angin sepoi sepoi menerpa wajah cantik gadis itu, ia menyibak surai yang menutupi wajah cantiknya.Cuaca seolah tahu akan suasana hatinya, ia ingin angin membawa terbang sejauh jauhnya rasa sakit itu.Kalau bisa waktu berputar kembali ia tidak ingin mengenal cinta,ia tidak ingin terlebih dahulu mencintai ia hanya ingin dicintai dan digilai.Tapi nasi sudah menjadi bubur,mungkinkah ini karma untuk gadis itu karena selalu mengabaikan perasaan orang lain.Itupun bukan salahnya sendiri karena rasa itu tidak ada untuk mereka.


"Aakkhh..Kenapa gue harus jatuh cinta sama om om brengsek itu,kenapa bukan dengan orang lain yang selalu tergila gila dengan gue?" Jerit hati gadis itu.


"Gak Zi lo harus bangkit dari kekecewaan ini,ada orang orang yang masih mencintai lo sepenuh hati dan mengharapkan lo." batin Zira menyemangati diri nya dan menghapus sisa air mata yang tersisa.


Gadis itu berdiri langsung ke kamar mandi semenjak kejadian itu dia mogok mandi tapi lebih doyan makan.Gadis itu tidak peduli dengan tubuhnya,biasanya dia akan selalu menjaga makanan agar tubuhnya terlihat ideal.


Zira keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk kecil menutupi tubuh seksinya,gadis itu langsung menuju walk in closet berdandan cantik seperti biasa,Zira gadis bar bar itu sudah kembali,ia tidak mau membuat keluarga dan para sahabatnya kecewa lagi atas sikapnya.


Zira menuruni tangga dengan tergesa gesa,ia menuju ruang keluarga di sana sudah berkumpul keluarga kecilnya.


" Mi..pi..Zira pamit mau keluar." Izin Zira dan membuat kedua orang tuanya melihat gadis di depan.


"Uhuk..uhuk.." Papi Zira yang sedang menyeruput teh.


"Zi..ini beneran anak mami?" Fieta pun tidak kalah kaget dan menepuk pelan kedua pipi gadis nya.


"Alhamdulillah,pi lihat ini!" panggil Fieta dan memeluk Zira berulang ulang dan tanpa terasa air mata nya menetes, memperlihatkan ke pada sangsuami bagaimana Zira yang satu minggu ini muncul lagi menjadi yang di inginkan.


Wijaya berdiri dan mendekati keduanya ikut memeluk putri kebanggaannya.


"Gitu dong,ini baru anak papi." mengelus elus kepala Zira.


"Sekarang Zi diizinin gak?" tanya Zira.

__ADS_1


" Iya sayang,kamu hati hati jangan ngebut, pulang jangan terlalu malam dan shalat magribnya jangan tinggal !" ujar Fieta mencium puncak kepala Zira dan Wijaya mengangguk tanda setuju dengan pendapat istrinya.


"Ok mi pi,Assalamu'alaikum." ucap Zira dan segera kebagasi mengeluarkan mobilnya.


" Wa'alaikumsalaam" jawab keduanya.


" Ini yang bikin papi bangga dengan Zira mi,hatinya tegar bisa menerima kenyataan dan melupakannya dengan cepat." Ujar Wijaya menggenggam dan mencium tangan istrinya.


"Trimakasih sayang atas spirit yang kamu berikan pada kedua anak kita." ujar Wijaya kembali dan mereka berpelukan bahagia.


"Mi bagaimana kalau kita suruh Zira kuliah di tempat eyangnya? agar dia bisa melupakanbajingan itu." Ujar Wijaya.


"Ide yang bagus pi,mami mendukung."


Setelah melalui kemacetan akhirnya Zira sampai di kafe langgananya dan menghubungi kedua sahabatnya.


~ Di kantor Andra~


"Bagaimana?" tanya Andra dengan panik.


"Saya mau kamu pasang cctv mulai dari parkiran sampai arah menuju kelasnya." perintah Andra.


"......"


"Jangan sampai ada yang terlewatkan kapan perlu semuanya di pasang cctv,kalau tidak kamu akan saya pecat." Ancaman Andra membuat seseorang bergidik ngeri diseberang sana.


Andra mengusap kasar wajahnya,semenjak perkara seminggu yang lalu hatinya selalu gelisah mungkin rasa penyesalan yang selalu hadir mengganggu setiap kegiatannya.Pria itu pun sudah mengundurkan diri dari kampusnya.


Sudah seminggu juga Andra di diamin oleh keluargannya tidak ada yang peduli,yang paling menyakitkan buat Andra adalah saat orang yang melahirkannya tidak menganggap keberadaan dan kehadirannya.


Kondisi mama Andra sudah mulai membaik, baik di rumah sakit maupun di rumah wanita paruh baya itu selalu mengelak dan tidak memberi kesempatan pada Andra untuk menemuinya begitu juga dengan papa Andra hanya tatapan dingin dan wajah datar yang selalu diberikan terhadap Andra.suasana rumah tidak sehangat seperti dulu lagi,akhirnya Andra memutuskan untuk sementara tinggal di apartemennya.


Entah kenapa pikiran Andra selalu diisi oleh Zira.Mata indah,senyuman ,tingkah laku gadis itu, bibir ranumnya.Bila mengingat semua itu Andra senyum senyum sendiri,membuat sekretarisnya geleng geleng kepala atas sikap Andra yang sering berubah rubah.


Tapi saat dia mengingat ekspresi Zira ketika acara pertunangan itu membuat hati nya


kembali merakan apa yang gadis itu rasakan.

__ADS_1


Kehadiran Sella tidak berarti lagi saat ini,hampir setiap hari gadis itu datang ke kantor Andra. Andra tidak bisa mengelak karena ini adalah pilihannya dari awal,walaupun dia menyadari Salsa tidak bisa mengisi kekosongan dihatinya kembali,tidak bisa menjadi pelepas dahaga saat musafir kehausan.Mungkin waktu dan jarak yang sudah menyingkap rahasia besarnya apakah rasa cinta itu akan semakin besar atau sudah semakin memudar.


Tujuannya saat ini adalah Zira dia harus mendapatkan hati gadis itu kembali walaupun itu sangat sulit dan butuh waktu dan kerja keras.


"Akhirnya aku menyadari kehadiranmu sangat berarti buat ku,aku harus menyibukkan diri setiap kali kerinduan itu muncul berat sekali melakukannya karena itu berarti aku harus menikam hatiku setiap detik."batin Andra dengan tatapan nanar dibalik kaca memandang hiruk pikuk kota air mata itu akhirnya menetes juga.


Tetesan air hujan membasahi ibu kota,lampu lampu di jalan sudah mulai menerangi setiap sudut kota" Aku ingin kamu selalu tahu,diam diam aku selalu menitipkan harapan kedalam beribu ribu rintik hujan,aku ingin hari depanku selalu bersamamu".


Tok..Tok..


"Masuk." ujar Andra dan mengusap air matanya.


"Bos sud..." ucapan Jhon berhenti saat melihat wajah kusut dan mata berkaca kaca Andra.


"******,akhirnya lo nyeselkan?" batin Jhon.


"Bagaimana?" Andra.


"Beres bos,semua sudah dipasang cctv."


"Bagus Jhon,ni untuk kamu." menyodorkan Amplop coklat kecil.


"Kamu boleh pulang,saya akan lembur."


"Baik bos,kalau perlu sesuatu hubungi saya."


"Hhmmm"


Jhon keluar dari ruangan Andra dan dia tertawa dengan terbahak bahak melihat penyesalan Andra dan membuat dia menjadi pusat perhatian karyawan yang lembur.


"Makan tuh ego." batin Jhon.


*****


Hai...maaf baru up jangan lupa dukungannya.


Ditunggu vote,like,komennya..😘😘

__ADS_1


__ADS_2