DOSEN KU CUPU

DOSEN KU CUPU
Maling


__ADS_3

*****


Jam sudah menunjukkan 16.30 Andra sudah menyelesaikan pekerjaannya di kantor,ia segera keluar ruangan dan diikuti oleh Jhon.


Andra langsung menuju lift khusus presdir dan memencet tombol menuju lobi.


" Ck sialan." maki Andra memukul dinding lif.


" Aaakkkhhhh.." teriak Andra kembali dan menyugar rambutnya dengan kasar.


Andra begitu kesal seharian ini dia tidak fokus melakukan pekerjaannya,ada saja kesalahan yang dia lakukan bahkan sekretaris menjadi sasaran empuk untuk melampiaskan emosinya.


Selama ini Andra tidak akan mencampur aduk kan antara urusan kantor dan pribadi.Tapi prinsip itu tidak berlaku untuk hari ini karena kehadiran seseorang itu, masa lalu yang telah membuat luka terlalu dalam di hati Andra.Meskipun luka itu ditutupi kembali tapi hasilnya tidak akan sempurna seperti semula.


Jhon hanya memperhatikan bos sekaligus sahabat nya, Ia sudah mulai curiga atas perubahan sikap Andra semenjak Andra kembali dari kampus dan ia tidak berani untuk bertanya karena tidak mau menjadi sasaran berikutnya.Semenjak ditinggal Sella Andra selalu bersikap dingin dan arogan.ya gadis yang berada diruangan Andra adalah Sella kekasih yang berani membatalkan pertunangan mereka demi cita citanya.


" Jhon kamu pulang duluan,saya akan ke kampus." ucap Andra dengan tidak bersemangat.


" Bos tidak apa apa menyetir sendiri ." tanya Andra sedikit khawatir dengan kondisi Andra.


" Hm..kamu tidak usah khawatir, I'm fine " ucap Andra meyakinkan asisten yang sudah beberapa tahun ini membantunya.


" Ok bos,hati hati."


Sampai di lobi Andra segera menuju parkiran khusus sedangkan Jhon menunggu taksi online yang baru saja dipesan.


Andra menancap gas mobil dan melajukan dengan kecepatan sedang, walaupun tubuhnya terasa sangat lelah tapi demi tugas dan tanggung jawab Andra menyingkirkan nya.


Satpam berlari membukakan gerbang,Andra memarkirkan mobilnya dan segera menuju ruangannya.Di kampus masih nampak mahasiswa dan mahasiswi yang berada dikelas untuk bersiap siap pulang dan ada juga yang duduk santai dipinggir lorong kampus tapi Andra merasa ada yang aneh dari tatapan mereka.

__ADS_1


" Kenapa mereka menatap seperti mau mengintimidasi ku,padahal hampir setiap hari berjumpa denganku" batin Andra dan melajukan sedikit jalannya.


Ceklek...


Andra bergegas menuju meja kebesarannya dan mengambil tugas tugas dari mahasiswa yang belum sempat dikoreksi Andra.


Saat Andra berbalik ia kaget karena melihat seorang gadis tidur di sofa.


" Ck ...aku kok jadi amnesia ya,sudah berapa lama dia menunggu ku disini." tanya Andra pada dirinya.


Perlahan kaki Andra mendekati gadis yang masih tetidur pulas itu.


"Dasar gadis bodoh,sudah berapa lama dia menungguku di sini sampai ketiduran seperti ini" ucap Andra.


Andra merunduk dengan posisi tubuh setengah berjongkok menyamakan dengan posisi Zira,Andra menyibak surai yang menutupi wajah cantik Zira dan menatap dengan intens.


" Sangat cantik ." batin Andra.


"Bibir ini pernah memberikan kecupan di pipiku,sangat lembut dengan wangi strowberry dari bibir ini bisa membuat sesuatu dibawah sana bangun" batin Andra dengan senyum simpul.Saat Zira memberi kecupan dia sangat bahagia.


Entah dorongan dari mana Andra memberanikan diri untuk mengecup bibir Zira,perlahan tapi pasti bibir mereka sudah menyatu apalagi dengan mulut Zira yang sedikit terbuka,melihat tidak ada pergerakan dari Zira Andra melanjutkan aksinya anggap saja ia sebagai maling ya..maling ciuman.Andra mengulum bibir itu penuh hasrat menelusuri setiap rongga mulut Zira dan meresapi setiap incinya dan melupakan semua masalah yang membuatnya uring uringan seharian ini.


Andra terus mengulangi ******* dibibir Zira,bibir ini akan menjadi candu bagi Andra tapi dia tidak menyadari hal itu.


" Engghhhh...." Suara lenguhan itu membuat Andra kaget secapat kilat menghentikan aksinya."


" Ck...apa yang aku lakukan,bukankah aku tidak menyukai bocah tengik ini dan ingin membatalkan pertunangan kami." batin Andra bertanya pada diri nya ada nada frustasi.


Andra melihat Zira mulai duduk dan membuka matanya perlahan,setengah sadar Zira menatap wajah di depannya.

__ADS_1


" Kau...kau...wajahmu mirip calon tunanganku." ucap Zira sambil mengucek ngucek matanya.


Andra yang sadar akan ucapan Zira langsung berdiri dan membelakangi Zira,Andra mengusap wajahnya sesaat tangan Andra berhenti.


" Sialan...kenapa aku bisa lupa dengan penyamaran ku,pantas aja dia begitu mudah mengenaliku " umpat Andra.


" Ehm...apa anda sudah puas tidur di ruangan saya." tanya Andra dengan posisi masih membelakangi Zira mengalihkan ucapan Zira.


" Eh..itu suara sicupu sama persis dengan suara om Andra." batin Zira.


" Maaf pak saya ketiduran karena terlalu lama menuggu bapak." jawab Zira penuh kesal.


" Oh ya pak,selain kita berdua apa ada seseorang yang datang kesini" tanya Zira


" Tidak ada" ketus Andra


" Cihhh..dasar cupu,gue pacarin lo baru tau rasa." batin Zira.


" Kalau Anda cuma mengatai saya silahkan keluar." tegas Andra dan berjalan menuju meja kebesarannya.


" Eit kok dia tau lagi," gumam Zira.


" Tapi pak,anda tadi yang meminta saya datang keruangan ini."


" Saya tidak butuh lagi,silakan keluar." perintah Andra karena ia takut Zira mengetahui kalau selma ini dia menyamar.apalagi hari ini dia melupakan kaca mata kumis tipis tapi palsu.


" Brengsek nih orang" batin Zira dan segera meninggalkan ruangan itu.


Braaakkk...

__ADS_1


Andra sedikit kaget dan segera mencari masker untuk menutupi wajahnya.


******


__ADS_2