
Tok..tok...
Sudah beberapa detik Zira menunggu belum ada sahutan dari suara bariton yang mengingatkan Zira pada seseorang dan juga membuat Zira merinding.
Tok...tok..
" Ck.. kemana nih orang,apa kuping nya mulai budek ya." batin Zira.
Karena bosan menunggu Zira memberanikan diri untuk masuk tanpa menunggu perintah yang punya ruangan.
Perlahan Zira membuka knop pintu.
Ceklek..
Mata indah itu menyusuri setiap ruangan Andra alias dosen cupu tapi ia tidak menemukan sosok Andra.
" Kemana tuh sicurut cupu,apa dia memang jin Aladin yang sedang menjalankan tugas dari tuannya?" batin Zira.
" Serem banget,kok gue jadi merinding ya."
Zira perlahan melangkahkan kakinya menuju sofa dan ia duduk menyandarkan kepalanya disandaran sofa.
" Hmmm..adam banget ruangannya bikin gue ngantuk,tapi pak Andra kok gak ada juga ya..jangan bilang kalau dia mau ngerjain gue." Gumam Zira.
__ADS_1
" Hoaaamm...." Zira mulai merubah posisinya menjadi berbaring,dia tidak bisa menahan lagi matanya sudah mulai berat dan akhirnya gadis itu tertidur.
Sedangkan Andra mengadakan pertemuan dengan kliennya disebuah restoran ternama dan setelah itu ia akan kembali lagi ke kantornya untuk menandatangani berkas berkas yang sudah menumpuk. Setelah keluar dari kelas Zira Andra mendapat telpon mendadak dari asistennya kalau hari ini pertemuan penting dengan seorang klien dan tidak bisa dicansel.
Flashbsck
" Anda yang duduk disamping Zira ,tolong suruh Zira ke ruangan saya segera." Perintah Andra kepada Sasa.
" Ba...baik pak." jawab Sasa gugup.
Setelah menyelesaikan mata kuliah nya di kelas Zira Andra langsung menuju ruangannya. Saat Andra memasuki ruangannya ia kaget karena pintu ruangan sedikit terbuka,karena penasaran Andra langsung masuk matanya langsung tertuju kepada seseorang yang duduk dikursi kebesarannya.
Andra menatap seseorang itu dengan tajam rahangnya perlahan mulai mengeras jari jarinya mulai mengepal dan memutih, Andra melangkah perlahan entah apa yang terjadi dengannya tiba tiba tubuh nya bergetar dengan hebat tatapan tajam itu berubah dengan tatapan hangat melihat senyuman dibibir indah itu,tapi tatapannya kembali tajam setelah memori masa lalu yang menyakitkan menari nari dikepalanya.
Drrttttttt...drrtttttt..
" Ada apa Jhon?"
"........."
" Ok,saya akan segera ke kantor." jawab Andra
Andra memasukan handpone nya ke dalam kocek kemejanya. Andra kaget saat ada sepasang lengan halus dan lembut melingkar di dada bidang nya.Andra memejamkan matanya sesaat menahan segala emosi yang bercampur aduk,dekapan hangat yang selalu dirindukannya selama beberapa tahun ini mampu mencairkan hatinya yang selama ini membeku.
__ADS_1
" Kamu kembali disaat yang tepat sayang,walaupun selama ini aku kecewa dengan keputusanmu." batin Andra
" Jangan pernah sentuh aku dan silahkan keluar dari ruanganku!" perintah Andra dan melepaskan tangan yang masih memeluknya dengan kasar.
Dengan perasaan yang kacau Andra mengemasi barang barangnya dan keluar dari ruangan itu.
"Brengsek..." maki Andra menendang ban mobilnya dengan kuat saat sampai di parkiran.Andra mengusap kasar wajahnya,tanpa terasa butiran bening menetes di sudut mata Andra.
" Seperti apapun kamu merubah sikap dan penampilanmu tidak akan bisa merubah perasaan ku dan aku masih tetap merindukan wangi khas tubuh maskulin mu kak,maafin aku yang sudah merubah mu seperti ini." Ucap seseorang yang masih mematung dengan mata yang bekaca kaca.
Flashback
Andra tidak bisa berkosentrasi dalam kerjasama dengan klien kali ini karena pikirannya tertuju kepada seseorang yang masih menempati sepenuh hatinya.
Andra merasa kehadiran masa lalunya bisa mempermudah semua rencananya dalam membatalkan perjodohan ini sedangkan disisi lain dia belum yakin untuk bisa kembali sepenuhnya ke masa lalu itu dan apakah orang tuanya akan menerima kembali.
******
***Assalamu'alaikum pembaca budiman..❤️❤️
jangan lupa vote...
jangan lupa kasih..❤️
__ADS_1
jangan lupa like*** ...