DOSEN KU CUPU

DOSEN KU CUPU
Sibos Insaf


__ADS_3

*****


"Aaakhhh..." Andra merenggangkan seluruh otot ototnya,ia berusaha untuk bangkit dan duduk.Kepalanya terasa sangat pusing dan pria itu mengarahkan pandangannya keseluruh ruangan.


"Oohh..rupanya aku masih di kantor." batin Andra.


Ceklek...


"Bos sudah bangun?" tanya Jhon.


"Hm..apa yang terjadi pada saya Jhon? dan kenapa kepala saya terasa pusing?" tanya Andra memegang kepala dan menggosok gosok pundaknya, kedua tangannya mulai memasang kancing kemeja yang sudah lepas semua.


"Oooh..itu bos tadi ada kucing garong,untung saya cepat datang kalau tidak tubuh bos sudah dicakar sampai buah *****." ujar Jhon terkekeh.


"Maksud kamu??" tanya Andra dengan dahi belipat.


"Tadi ada Sella masuk keruangan bos,dia manfaatin bos yang lagi mabuk.Syukur saya datang tepat waktu."


"Menurut saya sih kalau berdua duaan dengan bukan muhrim ditempat yang sama dilarang bos kan itu ajaran agama kita dan yang jadi ketiga itu setan yang suka bisikan sesuatu menyesatkan,bersalaman dan memandang aja dilarang apa lagi melakukan lebih seperti pelukan,ciuman atau yang ena ena bos" Ucap Jhon panjang lebar.


"Ck..tidak usah kamu ceramahi saya,kalau enggak mabuk saya pun gak mau berdua duaan dengan Sella dalam satu ruangan." tegas Andra.


"Sedikit Siraman rohani buat bos." ujarnya kemabali terkekeh.


Andra segera menuju kamar mandi membersihkan tubuhnya dan Andra menuju wolk in closet yang tidak terlalu besar.


"Oh ya Jhon setelah menyelesaikan semua urusan di sini,saya kan ke bandung.Saya percayakan perusahaan ini dan tolong kabari saya jika membutuhkan sesuatu." perintah Andra.


"Ya....gue gak diajak deh." batin Jhon

__ADS_1


"Apa bos tidak membutuhkan tenaga dan pikiran saya di sana?" tanya Jhon begitu percaya diri.


"Tidak perlu,di sana ada yang akan membantu saya.Saya membutuhkan kamu untuk berada di sini." Ujar pria itu.Dia memang tidak membutuhkan Jhon di sana karena ada sahabat - sahabatnya yang akan membantu pencarian terhadap keberadaan gadis pujaan hatinya.


Karena waktu hampir magrib Andra melaksanakan kewajibannya sebagai muslim,kadang yang lima waktu itu sering bolong juga karena kesibukan.Tapi dia tetap dan bertekat tidak akan meninggalkannya lagi,shalat dapat menenangkan jiwanya tapi entah mengapa tadi dia bisa mabuk seperti itu.


Padahal Andra tahu ilmu yang didapat waktu di pondok dulu selama 1 tahun bahwa minuman yang memabukkan itu haram.Islam melarang dengan keras segala mimuman yang berakohol untuk dikonsumsi umat muslim karena mudharat dan keburukan yang didapatkan.Pria itu berjanji dalam hati bahwa tidak akan menyentuh minuman berakohol itu lagi apalagi meminumnya.


"Alhamdulillah sibosku insaf juga." batin Jhon karena ikut senang,sudah lama juga dia tidak melihat bosnya melakukan sholat.


"Besok tolong kamu bereskan minuman itu, saya enggak mau lagi melihatnya di ruangan ini." perintah Andra sambil melipat sejadahnya.


"Ok bos." Jawab Jhon dengan semangat.


Andra yang diikuti Jhon dari belakang segera menuju lobi,Andra akan menemui mamanya sudah 2 minggu tidak berkunjung ke rumah orang tuanya dan sekaligus akan memberi tahu niatnya untuk mendapatkan Zira kembali.Mudah-mudahan kabar ini membuat mamanya bahagia dan memberi restu karena semenjak kejadian itu sang mama tidak ceria seperti dulu lagi banyak diam dan murung.


Andra merasa sangat sangat berdosa dan bersalah,mungkin dia dicap sebagai anak durhaka.Apalagi surga itu dibawah telapak kaki ibu,bagaimana ia akan mendapatkannya kalau sering menyakiti hati sang mama.


******


Tok...tok...


"Zi..Zi...udah sholat belum?" tanya eyang dibalik daun pintu.


"Udah eyang,Zi lagi mengerjakan tugas nih." Jawab gadis itu yang masih fokus pad tugasnya.


Ceklek..


"Udah siap belum?" tanya eyang perlahan mendekati Zira dan mengelus puncak kepala gadis itu.

__ADS_1


"Dikit lagi,ada apa eyang?." tanya Zira membalikkan badan dan memeluk eyangnya.


"Ayo bantu om Bagas menyiapkan makanan! ada teman masa kuliahnya mau datang,bibi hari ini cepat pulang anaknya sedang sakit." jelas eyang yang masih mengelus kepala Zira.


"Ya udah,ntar aja dilanjutin.ayo eyang!" ujar Zira menggandeng tangan sang eyang.


Mereka menuruni anak tangga dan langsung menuju ruang makan,Zira pun segera menuju dapur dimana Bagas sibuk membuat seauatu untuk menyambut tamunya.


"Ciieeee....siapa nih yang mau datang,sibuk amat." tanya Zira mencolek dagu Bagas.


"Kepo kamu,buruan bantu om." ujar Bagas.


"Penasaran aja,ceweknya ya om?" tanya gadis itu kembali tanpa mengerjakan sesuatu dan masih tetap berdiri disamping Bagas.


"Tau ah,ntar kamu tengok aja." ujar Bagas dengan mendengus kesel.Zira mendelikkan bola matanya karena melihat Bagas cuek menjawab pertanyaannya.


Setelah semua tersaji di meja makan,tidak lama terdengar bel berbunyi dan Bagas segera menuju ruang utama untuk membukakan pintu.


"Assalamu'alaikum." ucap sitamu


"Wa'alaikumsalaam,ayo bro kita langsung aja ke ruang makan." ujar Bagas dan merangkul pundak sitamu.


Zira mendengar sayup sayup percakapan mereka dan merasa tidak asing lagi dengan suara itu.


******



__ADS_1



Jangan lupa like,komen dan votenya ya..😍😍


__ADS_2