DOSEN KU CUPU

DOSEN KU CUPU
Titip salam rindu


__ADS_3

*******


"Pantas aja gak ketemu." Batin Zira saat berhenti di sebuah ruangan kelas yang memang agak terpisah dari kelas kelas lain.


Gadis itu masih berdiri didepan pintu,dia merasa agak risih dengan tatapan semua orang yang berada diruangan itu.


"Ayo,silahkan masuk!" Ucap pria yang bersamanya tadi tidak lain adalah dosennya sendiri tanpa diketahui siapa namanya.


Zira langsung menuju tempat duduk yang masih kosong yang memang mungkin disediakan untuknya.


Sedangkan ditempat lain Andra seperti orang kesurupan,pria itu mengamuk semua barang yang berada di atas mejanya berjatuhan dan ada juga yang sudah tidak berbentuk lagi.


"Brengsek,kalian tidak ada yang becus bekerja." ujarnya dengan suara lantang.


"Maaf bos." ujar seorang pria yang berdiri disamping Jhon yang tak lain adalah mata mata Andra untuk mengawasi Zira tapi sayang hari ini pria itu tidak bisa memberikan informasi.Pria itu tidak melihat Zira dari pagi hingga para mahasiswa pulang,pria itu kaget kalau Zira tidak kuliah disana lagi saat dia bertanya kepada petugas keamanan.


Biasanya Andra bisa mengawasi melalui cctv walaupun orang suruhannya tetap berjaga di sana tapi hari ini dia begitu sibuk.Andra nampak frustasi,matanya merah berkaca kaca menahan sesuatu yang tidak mau dia keluarkan di depan orang lain.Pria itu menatap kosong keluar,semua usahanya sia sia.Kenapa dia bisa tidak tahu bahwa gadis itu pindah dari kampus keluarga besarnya dan dia tidak mengetahuinya.


"Kapok lo bos" Batin Jhon sambi tersenyum sinis melihat bosnya yang kacau.


"Kemana aku harus mencarimu,kenapa kamu suka bikin aku tersiksa begini.Segitu bencinya kah padaku? " batin Andra dan mengusap kasar wajahnya.

__ADS_1


Andra berdiri dan meletakkan toxedo dibahunya,pria itu melangkah gontai seluruh persendian di tubuhnya terasa lemas semua.


Jhon mengikuti Andra dari belakang dan disusul pria suruhannya.Saat sampai di lobi semua mata karyawannya menatap sibos dengan tatapan penuh tanya apalagi melihat penampilannya yang tidak biasa.


"Kunci." ujar Andra


"Biar saya aja yang nyetir bos." jawab Jhon.


"Kunci." ucap Andra dengan tegas matanya merah menyala dengan rahang yang mengeras dan menatap tajam ke arah Jhon.


Kalau sudah seperti ini Jhon tidak bisa berbuat apa apa lagi,ia menyerahkan kunci mobil kepada Andra.Andra yang dalam keadaan emosi,kesel,tidak bisa dibantah sedikitpun.Ia segera menuju mobilnya,Jhon dan suruhannya hanya terpaku ditempat.


Sebenarnya ia merasa berat melepas Andra untuk menyetir sendiri dalam keadaan Andra seperti itu,tapi harus bagaimana lagi dari pada dia menjadi sasaran empuk bogem Andra.


Pria dewasa yang sudah menjadi gila hanya karena bocah yang ditolak sendiri olehnya, ia ingin sekali memutar waktu kembali atas tindakan bodohnya.Ia akan menerima perjodohan,membuat orang tuanya bangga dan bahagia.kalau bukan karena kebodohannya itu mungkin saat ini dia sudah menikahi gadis yang sekarang sudah memenuhi seluruh hati dan pikirannya.


"Melukismu saat senja memanggil namamu keujung dunia,tiada yang lebih pilu tiada yang menjawabku selain hatiku dan angin yang berhembus.Angin titipkan salam rinduku untuknya dimanapun dia berada,bilang padanya tunggu kedatanganku.Kita akan meraih mimpi mimpi indah bersama sayang"


Saat ini yang harus ia lakukan menemui kedua orang tua Zira,satu satunya jalan menemukan sang pujaan hati.


Andra memutar arah mobilnya,ia menuju kediaman orang tua Zira.Satpam membuka pagar rumah Zira,setelah mobilny di parkir Andra segera mengetok pintu.

__ADS_1


Tok...tok..


"Den Andra..Maaf aden mau ketemu siapa?" tanya seorang pembantu paruh baya.


"Saya mau bertemu dengan nyonya dan tuan Wijaya." ujar Andra.


"Maaf den,tuan dan nyonya sedang keluar kota."


"Ooh..kalau anaknya ada bi?" selidik Andra.


"Tidak ada den,non Zira ke bandung tempat eyangnya sedangkan den Zio keluar." Jawabnya jujur.


"Rupanya kamu ke bandung,tunggu aku di sana." batin Andra dengan bibir terangkat sebelah ,ia merasa senang walaupun sedikit informasi yang didapat tapi itu sudah cukup membuat Andra sedikit tenang.


"Kira kira kapan ya kembalinya bi?" tanya Andra untuk menghilangkan kecurigaan sang pembantu.


" Maaf den Andra bibi kurang tau,permisi den pekerjaan bibi masih banyak." ucap pembantu itu lalu menutup pintu rumah karena tidak mau Andra bertanya lagi.


Andra menuju mobilnya dengan wajah bahagia,walaupun bandung bukan kota kecil dan sangat sulit menemukan seseorang tanpa tahu alamatnya tapi dia tetap bertekat dan berpukiran positif untuk menemukan Zira.


******

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan votenya.


Maaf kalau sering buat reader kecewa,krn kelamaan up.🙏🙏🙏


__ADS_2