
Hembusan lembut angin pagi menyeruak masuk seolah menyapa sorang gadis cantik yang berdiri termenung dan bersandar dipinggiran jendela dan membuat surai yang menempel didahinya ukut beterbangan.
Gadis itu menatap hamparan pemandangan yang indah tak jauh dari rumah eyangnya dengan tatapan kosong,sekosong hidupnya seperti saat ini demi menghilangkan kenangan yang buruk yang ditorehkan oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab karena hal itu dia harus berpisah dengan orang orang yang dicintai,kebersamaannya itupun ikut direnggut. Gadis itu sangat membenci sumber dari semua ini,tapi tubuhnya tidak bisa diajak untuk kompromi apabila sudah berhadapan dengan pria yang sangat dibencinya itu.
Zira mendesah berat,disini dia mulai dari awal lagi.Mendekatkan diri dengan orang orang yang belum dikenal.Pagi ini Zira akan memulai kuliah pertama nya di kampus baru,berjumpa dengan orang orang baru,mencari teman yang bisa untuk berbagi suka dan duka itu sangat sulit ditemukan saat ini.Bisa jadi disini bertemu dengan seseorang yang benar-benar mencintai dan menginginkannya,tapi Zira tidak ingin berharap banyak dia serahkan semuanya pada takdir.
Tok...tok..
"Ziraaa..." samar samar suara lembut diluar kamar.
"Iya eyang,sebentar lagi." jawab Zira,gadis itu mengambil tas selempang yang terletak diatas kasur queen sizenya dan segera keluar kamar menuruni setiap anak tangga dengan berlari kecil.
"Hati-hati ntar jatuh." ucap suara bariton yang berada dibelakang Zira yang tak lain adalah Bagas.
"Ayo buruan om ntar gue telat." ucap gadis itu sambil menuju ruang makan.
"Alasan,bilang aja lapar."jawab Bagas dengan senyuman mengejek.
" Om Bagas yang ganteng pinter deeeh tapi sayang enggak laku laku." Ujar Zira dan menarik satu kursi disamping eyang putri.
Pletakk...
"Jaga mulut mu,dasar bocah." Jawab Andra dan menyentil jidat Zira.
"Sakit taauuu,resek banget nih situa ." omel Zira.
__ADS_1
"udah buruan sarapannya,ntar telat." ujar eyang putri dan menggeleng geleng melihat tom and jerry di depannya.
Setelah menyelesaikan sarapannya Zira segera diantar Bagas ke kampus barunya.
"Perlu om antar ke dalam?" tanya Bagas saat mereka sampai di gerbang kampus.
"Gak usah,ntar dibilang gue pacaran sama om om.Rusak citra diri gue gara gara lo om." ujar Zira memajukan bibirnya dan mendengus sebel.
"Dasar nih anak,justru kamu terkenal dikampus ini karena punya om ganteng kayak om."Ujar Bagas terkekeh.
" Bomatlah,tangannya sini." Zira menjulurkan tangan kanannya dan Bagas menyambut tangan gadis itu.
"Assalamu'alaikum." Ucap Zira dan mendorong tangan nya agar Bagas mencium tangan gadis itu.Zira langsung keluar dan tekekeh melihat Bagas yang mengikuti apa yang dia lakukan.
"Buset kok malah gue yang nyium tangan ni bocah." Batin Bagas saat menyadari kalau dia dikerjain oleh Zira.
"******.. gue kerjain lo om,banyak omong sih."
Gadis itu menuju ruangan kelasnya tapi dia sangat bingung kearah mana mau berjalan,semua mata tertuju kearahnya.Tatapan memuji dan takjub akan kecantikan dan kemolekan gadis itu dan ada juga tatapan yang merasa tersaingi.Zira tidak menghiraukan semua itu,tujuan hanya satu mencari kelas jurusan manjemen bisnis.
Setelah beberapa menit berkeliling tanpa bertanya akhirnya gadis itu menyerah,dia duduk bersandar disebuah lorong yang memang disediakan tempat duduk bagi para mahasiswa.
"Malu bertanya sesat dijalan,emang benar nih pepatah." batin Zira.Karena malu bertanya akhirnya dia harus berkeliling memperbesar betis mencek satu persatu ruangan.
"Ck..Jangan - Jangan om bagas salah kampus." ujar Zira
__ADS_1
"Ya ampuuun...lama - lama betis gue bisa dijadikan pemukul bola kasti nih." ujarnya kembali sambil mengurut betisnya sedikit sakit.
"Ehm..." Suara deheman membuat Zira mengangkat kepalanya sedikit mendongak.
Zira memperhatikan pria berkemeja biru didepannya,sejenak mengingatkan Zira pada Andra.Postur tubuh yang sama yang membedakan hanya wajah mereka,disini Andra yang mendominasi dan kulit yang eksotis menambah ketampanan Andra.
"Tampan juga." batin Zira.
Pria yang berada di depan Zira menjentikkan jarinya sehingga membuat gadis itu mengedipkan mata berulang kali.
"Apa yang Anda lakukan disini,Anda mahasiswa baru dari kelas manajemen bisnis pindahan dari kampus terkenal di Jakarta itu?" tanyanya dan membuat Zira kaget.
"Lo kok tau?" tanya Zira.
"Karena saat ini saya dosen yang mengisi kelas anda." ujarnya dan membuat mata Zira membola.
"Mati gue ." batin Zira dan membuat gadis itu gelisah.
"Maaf pak saya sudah mutar mutar dari tadi tapi kelasnya tidak kunjung ketemu,coba lihat betis saya enggak seksi lagi kan?Emang disembunyikan dimana ya pak tuh kelas?" Ucap polos gadis itu sambil merengut.
Pria itu tersenyum mendengar Zira "Ayo ikut saya." Zira pun mengekor dibelakangnya dan menghirup aroma mint tubuh pria itu.
******
Assalamu'alaikum para pembaca budiman,maaf baru up.
__ADS_1
Jangan lupa vote,like dan comentnya ya!🙏🙏😍😍