DOSEN KU CUPU

DOSEN KU CUPU
Menunggu jawaban


__ADS_3

*****


Zira berlari lari kecil agar segera sampai dikelasnya,gadis itu sedikit terlambat apalagi jam pertama dengan mata kuliah Arka,keringat bercucuran membasahi tubuhnya dan membuatnya merasa tidak nyaman untung gadis itu selalu membawa pakaian ganti untuk berjaga jaga hal seperti ini akan terjadi.


Zira melirik jam ditangannya,gadis itu merasa tidak ada waktu lagi untuk berganti pakaian.


Tok...tok..


"Permisi,maaf saya terlambat." ujarnya seraya menunduk melihat pria bertubuh atletis itu.Arka yang sedang memberikan materi seketika berhenti dan Mata elang Arka langsung menatapnya dengan lembut dan penuh cinta.


"Silahkan masuk."ujarnya dengan lembut.


Zira segera menuju kursinya dengan tetap menunduk,melihat tatapan Arka seperti itu membuatnya sedikit risih apalagi teman sekelasnya menatap sikap Arka yang sedikit berbeda kepada Zira.


" Ehm,kita lanjutin materinya." ujar Arka sedikit gugup karena kedapatan menatap Zira begitu intens oleh mahasiswa yang lain.


"Cieeee...yang di depan nampaknya terkagum kagum tuh." ujar Adel teman sebangku Zira.


"Apaan sih lo,biasa aja tuh." ujar Zira manyun.


"Lo enggak percaya?semua yang berada dikelas ini saksinya loh,Pak Arka aja sampai salah tingkah tu ketahuan sama kita kita." Adel terkekeh membayangkan ekspresi wajah Arka.


Akhirnya mata kuliah Arka selesai,hari ini cuma satu mata kuliah gadis itu akan langsung pulang dan memesan grab.


Ting..


Zira membuka pesan yang baru saja masuk


" Pulang bareng sama saya,tunggu saya diparkiran ada yang mau saya bicarakan!" Arka


Zira menarik nafas dengan dalam,gadis itu bertanya dalam hati darimana dia tau kalau Zira tidak diantar sama om Bagasnya.


"Nih pasti om Bagas kasih tahu,sebel deh pak Arka pasti minta jawaban gue.Bagaimana nih,gue mau kasih jawaban apa??." Zira tampak gelisah.

__ADS_1


"Ayo..Zira lo harus pikirkan jawabannya,apa gue tanya mbah google aja ya?." gadis itu mengambil handphonenya.


"Jawaban ketika kamu menerima cinta seseorang."ucap Zira kepada embah google.


"pikir sendiri." balas mbah google


"Loh kok jawaban nya itu sih,iiiih... gak bisa diandalin nih google kalau gue lagi butuh." sambil memasukkan kembali handphonenya.


Dari jauh terlihat pria bertubuh atletis berjalan ke arahnya,lengan baju yang digulung menambah keseksian pria itu.Zira langsung menunduk saat mata Arka beradu pandang dengannya rona merah kembali mewarnai pipi gadis itu entah kenapa jantungnya berdetak sedikit kencang.Apa karena Arka meminta jawaban sedangkan dia sendiri belum tahu jawaban yang akan dikasih atau memang karena Zira sudah tertarik dengan pria dewasa itu? entahlah Zira butuh dokter atau siapa lah agar bisa mengobati jantungnya berdetak normal kembali.


Arka membukakan pintu mobil untu Zira,tapi gadis itu termenung dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Kenapa gadis ini,seperti memendam beban hidup terlalu berat,atau memikirkan seseorang?." batin Arka.


"Ehm...Ayo masuk." ujar Arka


"Ya." jawab Zira masih bingung dan masih berdiri menatap Arka.


Arka memasang selbet untuk Zira dengan jarak begitu dekat,hembusan nafasnya begitu terasa di kulit wajah gadis itu,sedikit saja Zira bergerak maka hidungnya dengan hidung Zira akan bersentuhan.Perlakuan manis Arka seperti ini membuat degub jantungnya bertambah kencang dan wajahnya sudah seperti kepiting rebus.


"Selesai." ujar Arka seperti tidak merasakan apa yang gadis itu rasakan dan mengacak puncak kepala Zira.


Setelah pintu mobil ditutup Arka berjalan mengelilingi mobil dan membuka pintu bagian kemudi pria itu duduk sambil tersenyum menatap Zira yang masih mematung.


"Ada apa Zi." ujar Arka memecah kesunyian diantara mereka.Kening Arka mengerut melihat Zira masih menatap kosong kearah jalan.


"Zi." panggil Arka lagi dan menyentuh lengan gadis itu.


"Ya..ad..ada apa pak?"


"Kok nanya balik,kamu kenapa?"Arka mengangkat sebelah alisnya.


"Eh..anu pak sa..saya nggak apa apa kok." ujarnya dengan gugup.

__ADS_1


"Santai aja,enggak usah grogi dekat pria tampan seperti saya." ucap Arka tersenyum bangga.


"Apaaa,pria tampan katanya? pede banget nih orang.Walaupun sebenarnya batin gue membenarkan."batin Zira ngedumel.


"Entar malam saya tunggu jawabannya." ucap Arka membuat mata gadis itu membola dengan sempurna.


"Kok cepat banget nagih nya pak." jawab Zira dengan manyun.


"Ya,saya enggak mau digantung terlalu lama.kalau kamu juga mempunyai perasaan yang sama dengan saya.Saya akan jadikan malam terindah untuk kita berdua."jelas Arka


"Tapi kalau kamu menolak saya,saya tidak akan langsung mundur tolong beri saya kesempatan untuk memenangkan hati kamu." ujarnya kembali.


Zira hanya diam mencerna setiap kata yang diucap Arkan,kalau seperti itu Zira tidak akan bisa pergi dari hati Arka dan tidak akan mudah buat Arkan menerima keputusan yang mengecewakan hatinya.


Tiba tiba mobil Arka berhenti,Zira memandang pria yang juga memandangnya tatapan penuh harap begitu jelas dimata pria tampan ini.


"Hm..betah ya duduk dimobil pria tampan seperti saya."kelakar Arka dan mengelus pipi putih Zira dengan punggung tangannya.


"I..iya,eh...maksud saya enggak kok." jawab Zira terbata.


"Aduh **** banget gue terlalu jujur nih mulut."maki gadis itu.


"Ayo turun." ujar Arka membuka pintu mobil.


"Cepat banget sih nyampe rumah,perasaan baru duduk." batin Zira gadis itu pun ikut turun .


"Hm..trimakasih ya pak,bapak enggak mampir duluan?"


"Ya,entar malam aja saya mmpir.Oh ya Zi kalau diluar kampus panggil mas aja enggak panggil bpk,nampak kali saya tuanya" Arka kembali mengacak rambut Zira dan dia pun langsung menuju mobil untuk kembali ke apartemennya.


******


Assalamu'alaikum maaf ya baru up jangan lupa like,vote dan komennya.😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2