
*****
Zira dan Sasa menuju parkiran setelah urusan mereka selesai,lagi pula hari ini Dosen yang masuk ke kelas mereka izin.Zira pun maaf maafan dengan teman sekelas serta para dosennya.
Hari ini terakhir Zira berada di kampus ini begitu banyak kenangan di sini,di sepanjang lorong gadis itu mengarahkan pandangannya mencari seseorang.Ya Zira mencari Kevin,gadis itu bertanya tanya dalam hati kemana menghilangnya kakak kelasnya itu,walaupun Kevin sedikit jahil dan gombal tapi laki laki itu selalu sosok penghibur hatinya ketika Zira ada masalah di kampus.
Saat sampai parkiran tiba tiba Sasa menghentikan langkahnya.
" Zii..mata gue gak salahkan? itu..." ucap Sasa. Sasa tidak melanjutkan ucapannya, matanya tertuju pada pria berkaca mata hitam,berkemeja putih,kancing kemeja bagian atas sudah terbuka, lengan baju sudah digulung hingga siku menampakkan lengan kokohnya.
Zira yang asik menscroll hand ponenya untuk menghubungi Kevin ikut menghentikan langkahnya.Gadis itu megarahkan pandangannya ke depan dan ternyata ada pria yang sedang menatapnya dengan intens.
Mata mereka beradu,mata hitam legam yang tajam milik Andra menusuk ke retina mata Zira membuat Zira tidak bisa mengalihkan pandangannya ke arah lain mata itu seakan menghipnotisnya.
Deg..
Detak jantung gadis itu tidak beraturan lagi,tubuh nya terasa kaku bibir ranum itu gemetar wajahnya pucat pasi,bumi yang dipijak terasa berputar sehingga membuat gadis itu sempoyongan.Kejadian seminggu yang lalu masih membayangi dirinya,bagaimana dirinya ditolak dan keluarganya dipermalukan.Sasa langsung menahan tubuh Zira walaupun sedikit kawalahan karena tubuhnya sedikit kecil dari sahabatnya itu.
"Kenapa brengsek ini muncul lagi dihadapan gue,apa dia belum puas?" batin Zira.gadis itu menarik nafas dalam dalam berulang kali untuk menetralkan detak jantungnya agar normal kembali
"Lo gak apa apa kan Zi?" tanya Sasa khawatir dan memopong tubuh gadis itu menuju mobilnya yang bersebelahan dengan mobil Andra.
Sedangkan Andra terus menatap gadis cantik yang semakin mendekat ke arahnya,rambut panjang terurai,body bak gitar spanyol,bibir tipis nan ranum,kulit putih susu,mata belo semua yang ada pada gadis itu di rindukan Andra.
__ADS_1
"Kenapa mata yang aku rindukan itu biasanya terlihat berbinar terang sekarang meredup dan sayu,begitu besarkah dampak dari perbuatan ku?" tanya Andra pada dirinya.
Andra perlahan dan langkah pasti mendekati mobil di sampingnya di mana gadis yang dirindukan berdiri membelakanginya.Sasa segera mengambil kunci mobil dengan tergesa gesa melihat pergerakan dari Andra dan melihat perubahan wajah sahabatnya semakin pucat.
"Ehm." deheman Andra tida merubah posisi Zira gadis itu tetap membelakangi Andra menahan gejok hatinya.
"Ayo buruan Sa,gue gak kuat lagi."batin Zira dengan mata mulai berkaca kaca,dia sangat jijik melihat Andra yang mendekatinya.
"Zi..Zira,sa..saya mau berbicara.Hanya empat mata." ujar Andra terbata dan memandang kearah Sasa berharap Sasa memberikan kesempatan kepadanya untuk berdua saja dengan Zira.
"Tumben lo ngomong lancar di depan gue,biasanya jangan kan ngomok melirik aja enggak." batin Zira.
Gadis itu memberanikan diri dan memutar tubuhnya agar berhadapan dengan Andra.
Zira menatap Andra dengan kebencian dan Andra menyadari itu tapi dia tidak peduli,pria itu tetap kekeh dengan tekatnya bahwa Zira akan menjadi pendamping hidup dan ibu dari anak anaknya.walaupun sedikit terlambat menyadari bahwa gadis bocah ini berhasil mencuri dan mengisi hatinya,ia sangat mencintai gadis ini dan ia akan memperbaiki semua kesalahan yang diperbuatnya,walaupun itu semua tidak segampang membalikkan telapak tangan.
" Ck...om lagi" batin Andra sedikit kesal.
" Zi please...saya minta maaf." ujar Andra lagi dengan wajah memelas dan menarik tangan gadis itu.Zira menatap manik mata pria di depannya ada kesungguhan terlihat di sana tetapi Zira tidak mau tertipu dengan itu.
"Taik lo,jangan sok akrab ma gue jijik gue nengok wajah lo."batin Zira.
" Lepaaas,kalau gak gue teriak nih." ancam Zira menarik kuat tangannya dari genggaman Andra.
__ADS_1
"Teriak? silahkan saja biar kita jadi tontonan gratis dan menjadi pasangan yang dramatis di sini." Ujar Andra dengan senyum licik berharap Zira mau memberikan sedikit waktu untuk nya.
"Pasangan? mimpi lo,setelah lo campakkan gue terus mau lo ambil lagi?" ejek Zira dalam hati gadis itu mulai emosi dengan sikap Andra.
"Brengsek lo,jangan pernah sentuh gue karena gue benci..benci..sangat benci sama lo.Satu lagi gue gak pernah kenal om om kayak lo." ucapnya sedikit berteriak.manik mata yang tadi terlihat sendu sekarang berubah merah menyala penuh kebencian.
Andra melongo mendengar ucapa Zira,Andra menelan salivanya sendiri entah mengapa tenggorokannya terasa kering hingga membuat sulit sekali untuk berbicara dengan gadis itu.
Saat hendak melangkahkan kakinya kembali tiba tiba lengan Zira ditarik kembali oleh tangan kokoh Andra sehingga membuat tubuh gadis itu berbalik dan menabrak dada bidang itu.Zira mengerjapkan matanya saat ia merasakan sesuatu yang kenyal hangat dan basah itu menyentuh bibirnya lebih tepat mengecupnya.
"Zi..jangan tergoda zi,sadar lo sadar." batin Zira memperingati dirinya.
"Aww..."pria itu meringis kesakitan kaki nya diinjak dengan sekuat tenaga oleh Zira.
Plaakkk...
Satu tamparan mendarat sangat tepat di pipi Andra,hari ini dia mendapatkan stempel lima jari dari gadis pujaannya.
Zira segera menutup pintu mobil Sasa dan mobil itu mundur perlahan meninggalkan Andra yang masih mematung sambil memegang pipi bekas tamparan Zira.
"Mungkin sekarang saatnya aku berjuang,aku tidak akan melepaskannya." batin Andra dan meninggalkan kampus menuju kantornya.
*****
__ADS_1
***Assalamu'alaikum aku up lagi tapi maaf sedikit.
Aku minta like,vote dan komen para pembaca budiman..🤗🤗***