
*****
Hari berganti minggu,minggu berganti bulan.Tanpa terasa sudah satu bulan Zira di bandung,ditempat baru tidak seburuk perkiraan Zira.Di kampus ini dia menemukan sahabat sahabat yang seperti Amel dan Sasa.
Dan di sini juga tidak memandang orang kaya,miskin atau berpangkat,semua berbaur saling berbagi dan tetap kompak tidak seperti di Jakarta.
Ini berkat didikan seorang dosen muda yang ketampanannya seperti bintang film,dia Arka pria yang hampir seumuran dengan om Bagas.
Zira menatap dosen yang digilai mahasiswi di kampus ini,dia mengagumi begitu bijak dan berwibawanya Arka dalam bertindak dan bersikap.Ya,Zira hanya sekedar mengagumi sebagai lawan jenis tentu merasa tertarik apabila didepannya ada pria dewasa seperti itu.
Tatapan mereka beradu untuk sesaat,tatapan Arka seolah ingin memiliki seutuhnya.Zira mengalihkan pandangan dengan menundukkan kepalanya.
"Ehm..Zira ada yang anda belum pahami?" tanya Arka yang masih memandang Zira untuk menghilangkan rasa gugup saat beradu pandang.
Zira kaget saat namanya disebut dan kembali menatap Arka "Eh...enggak pak,sa..saya sudah paham." elak gadis itu.
"Baiklah,tetap fokus selama mata kuliah saya." ujar Arka dengan tegas.
"Ish..semua dosen sama aja,dah jelas dari tadi gue fokus ke elo..apa gak sadar tuh orang."batin Zira mendumel sendiri dan mendengus kesal.
Arka yang mengetahui ketidak sukaan Zira atas ucapan nya tadi hanya tersenyum dalam hati,ia berhasil membuat gadis yang pertama kali sudah merubah prinsipnya.Ia tidak akan pernah tertarik apalagi mencintai mahasiswi didikannya,semua itu terbukti sebelum Zira datang ke kampus ini.Tapi saat Zira datang begitu mudah gadis itu mengubah segalanya,begitu kuat daya tarik gadis itu sehingga Arka melanggar prinsipnya sendiri.
Dari awal Arka sudah tau kalau Zira adalah keponakan sahabatnya sendiri,mereka sering kumpul bareng tapi karena sibuk dengan urusan masing masing Arka dan Bagas jarang kumpul kumpul lagi.
Arka hanya menggeleng geleng kecil sambil tersenyum membayangin bagaimana reaksi Zira jika dia sahabat dari omnya.
" Ngapain nih orang senyum senyum." batin Zira dengan dahi berlipat.
Puk...
__ADS_1
Tiba tiba sebuah kertas mendarat di punggung Zira,gadis itu memutar badannya dengan sedikit emosi.
"Ck..ketupret mulai usil." batin Zira gadis itu tanpak kesel karena selalu diganggu oleh teman sekelasnya dan hampir setiap hari menyatakan cinta.Ronal mengangkat sebelah alisnya denga senyuman licik dan sinis dia menyuruh Zira membuka kertas yang dilempar tadi.
"Tuh dosen nengok elo terus,gue enggak suka milik gue di lirik orang lain!!"
"Milik gue..mimpi aja lo." batin Zira tanpa menghiraukan Ronal.
Di sisi lain Andra seperti cacing kepanasan,semua suruhannya tidak menemukan tempat kuliah Zira.
"Aaaakh...kemana keahlian kalian,sudah satu bulan tidak ada yang menemukannya?"
"Sumpah bos,semua kampus sudah kami datangi tapi tidak ada mahasiswi baru yang pindahan dari Jakarta." ucap pria suruhan Andra.
"Apa kalian yakin sudah mendatangi semua kampus?" Selidik Andra dengan tatapan dingin dan rahang mengeras.
"Jhon suruh dia keluar." perintah Andra dan mendobrak meja.
Andra berjalan menuju ruang pribadinya dan mengambil sebotol whisky,meneguk dengan perlahan sehingga menghabiskan dua botol.Pria itu mulai membuka dasi dengan setengah terlepas dan membuka kancing bagian atas kemejanya,dia merasa sangat gerah.
Andra membaringkan tubuhnya di sofa,apa dia yang harus turun tangan mencari keberadaan Zira? padahal saat ini dia sangat sibuk dan begitu banyak pekerjaan yang harus diselasaikan,entah siapa yang bisa menggantikannya saat saat seperti ini.
"Huuffff...siapa yang bisa membantuku mencari keberadaannya?" tanya Andra pada dirinya dengan sedikit mabuk dan mengusap kasar wajahnya dengan kesel karena belum menemukan solusi,pria itu memejamkan mata kembali.
Cekleekk....
Andra membuka mata dan menatap gadis yang berjalan berlenggak lenggok ke arahnya.
"Ck...dia lagi." Andra mendengus kesel.
__ADS_1
"Haii...sayang." ucap Sella.Gadis itu duduk disamping Andra yang masih setengah berbaring dan langsung memeluk pria itu.
Cup..
"Aku kangen kamu,kamu minum ya sayang?." bisiknya mulai menggoda Andra dan membuat bulu kuduk Andra meremang,mungkin karena pengaruh minuman juga sehingga hormon kelakian nya mudah terpancing.
"Hm...ngapain kamu ke sini." tanya Andra dan meneguk whisky kembali.
"Ck..pakai nanya lagi,aku kangen sayang." ucap Sella mengelus elus pipi Andra.
Andra menatap Sella dengan tatapan tak bisa ditebak,pria itu melihat wajah Sella seperti Zira dan dia mulai menangkup wajah Sella dan mengecup bibir gadis itu.
Cup..
"Kamu bersembunyi dimana,semua orang suruhanku tidak ada yang bisa menemukanmu." Ucapnya dengan wajah sendu dan tatapan mata sayu sedangkan Sella wajahnya mulai merona.
"Sayaaang,aku tidak pernah sembunyi dari kamu dan selama ini aku sibuk pemotretan." Ujar Sella yang berubah wujud menjadi Zira dimata Andra,gadis itu membelai wajah yang sudah ditumbuhi bulu bulu.
Cup...
"Cukup sayang minumnya,kamu sudah mulai mabuk." Ujar Sella dan mengambil botol minuman yang masih berisi Whisky di atas meja dan membuangnya ke tong sampah.
"Jangan pernah tinggalkan aku lagi,aku sangat mencintaimu.Maafkan aku...." Ucap Andra dengan mata terpejam.
"Aku bahagia kalau kamu masih mencintaiku." Batin Sella dengan sangat bahagia dan dan mengecup dahi Andra dengan lembut.
******
Jangan lupa like,komen dan votenya para reader Dosen ku cupu..😍😍
__ADS_1