
****
" Sssstttt...pelan dikit suara lo kenapa? Sasa langsung membungkam mulut Zira dengan sebelah tangannya.
" Ih..lepas Sa tangan lo bau terasi,hueeek.." menyingkirkan tangan Sasa di mulutnya,perutnya langsung mual karena emang dari dulu Zira tidak suka dengan terasi.
" Sorry,gue tadi habis ngulek sambal terasi disuruh nyokap.he..he.." Jawab Sasa cengingiran.
" Geser lo,ntar gue mual lagi" sambil mendorong pelan tubuh Sasa.
" Lebay lo,oh ya Zi gue penasaran tuh om om cinta gak sama lo? kata Sasa sambil menyeruput minumannya kembali.
" Ya cinta lah,soalnya gue cantik body jangan tanya lagi lo udah tau seperti gitar spanyol.apa coba yang gak buat dia cinta sama gue." Jawab Zira dengan bangga.
" Ck..ck..ck..emang nih anak,dengar gue baik baik ya Zira yang cantik.Lo harus cari tau dia cinta sama lo apa nggak!"
" Mana gue tau,yang penting gue duluan suka sama dia ." jawab Zira cuek.Sasa menarik nafas dengan kasar mendengar jawaban Zira dia tidak ingin temannya kecewa seperti kakaknya yang kisah nya sama dengan Zira.
" Dengar gue ya Zi,kalau dia mencintai lo dengan melihat kecantikan lo suatu hari dia akan meninggalkan lo dengan alasan memudarnya kecantikan yang lo punya,jika dia yang mencintai dengan hati yang tulus ia tidak akan pernah pergi karena hati tidak pernah mengajarkan ukuran relatif lebih baik atau lebih buruknya Zi. Sungguh beruntung kalau dia mencintai lo dengan kedua alasan itu,Jadi tolong lo cam kan ucapan gue." ucap Sasa yang melihat Zira masih tertunduk sambil menggigit sedotannya sampai gepeng.
" ya..ya..thank's Sa lo emang sahabat sejati gue,Gue akan ingat ucapan lo.Sebenarnya gue masih belum yakin dengan pertunangan ini,kadang timbul rasa takut pada diri gue kalau cinta gue bertepuk sebelah tangan."
" Gue berdoa semoga pertunangan lo lancar dan om om itu juga punya rasa sama lo" Ujar Sasa menyemangati Zira.
Zira tidak bisa berkata apa apa lagi,dia cuma pasrah dan serahkan semua kepada sang ILLAHI.Ini pilihan orang tuanya,cinta tidak bisa dipaksakan tapi dia yakin setelah Andra menikahinya,ia akan berusaha semampunya agar Andra membalas cintanya.
*******
Pagi ini di hari pertunangannya Zira masih tetap menjalankan aktivitas kuliahnya walaupun dilarang oleh maminya tapi Zira gadis keras kepala itu tidak akan menghiraukan dengan alasan pertunangan akan dilakukan setelah shalat ' isya.
__ADS_1
Semalam Zira tidur sudah larut malam karena mempersiapkan segala keperluan yang dia butuhkan.
" Mudah mudahan gue gak ketiduran di kelas." ujar Zira sambil merapikan rambutnya.
" Miiii...Zi berangkat dulu,dah mau telat nih." Teriak Zira kaki jenjangnya menuruni setiap anak tangga dan tidak sempat bersalaman dengan papi maminya.
" Kamu tidak sarapan dulu sayang." kata mami Zira menyusul Zira yang sudah berada di teras rumah.
" Enggak usah mi,ntar aja di kampus.Zi takut telat sama dosen cupu." kaya Zira membuka pintu mobilnya.
" Huss..kamu jangan ngaco kalau ngomong." Balas Fieta menarik telinga Zira.
" Mami siiiih..setiap Zira ngomong dibilang ngaco terus,gak percaya sama anak sendiri.' sungut Zira.
" Ya..ya mami percaya,buruan ntar benaran telat jangan ngebut."
" Ok mi,Assalamu'alaikum" Zira mencium punggung tangan maminya.
Zira melajukan mobilnya sedikit laju dan mendengar lagu lagu di mp3 untuk menepis rasa kantuknya yang mulai menyerang dan ikut bersenandung kecil,terlihat pancaran bahagia di mata indahnya.
Setelah memarkirkan mobinya Zira segera berlari menuju kelasnya.Zira meras lega karena dosen jam pertama belum masuk.Hari ini Sasa nampaknya izin jadi temat duduk di sebelah Zira kosong.
Andra mulai masuk kelas dan mengabsen satu persatu ,tatapan matanya sekali kali ke arah Zira.Andra membuka laptop dan mulai menjabarkan materi pagi ini.
" Semua sudah paham,kalau belum silahkan bertanya." perintah Andra mengarahkan pandangan ke seluruh ruangan.Andra merasa ia sudah menjadi dosen sungguhan dia tidak pernah berfikir melakukan hal konyol ini karena hanya untuk memantau seorang gadis
Andra sama dengan Zira dia tetap beraktivitas seperti biasa,dia tidak akan meninggalkan tanggung jawab karena hal tidak penting,ya Andra merasa pertunangan ini tidak begitu penting baginya.
Mata Andra tertuju pada seseorang yang membenamkan wajahnya dimeja yang tak lain adalah Zira, Andra perlahan mendekati meja Zira.
__ADS_1
" Zira Demayka Wijaya." ucap Suara bariton memanggil nama lengkapnya.
" Bentar mi,Zira masih ngantuk." jawab Zira.
" Ck ...mulai kumat lagi nih anak." batin Andra.
" Zira." suara itu menggelegar ditelinga Zira dan terpaksa ia bangun.
Zira melihat wajah pria berwajah tampan tapi cupu itu sedang menatapnya dengan tatapan tajam sambil berkacak pinggang di hadapannya.
" Mati gue.' Gumam Zira ia meringis.
" Ya kamu akan mati setelah jam saya selesai,nggak usah nyengir kayak kuda kamu kira di sini tempatnya,hah! Zira langsung mengatupkan bibirnya rapat rapat.
" Cepat keluar dari kelas dan cuci muka kamu,saya enggak mau lihat muka bantal di kelas ini.Kamu kalau anggap remeh mata kulia saya silahkan cari dosen sendiri.
" Ya tuhan,ini dosen pedes banget kalau ngomong,waktu hamil nih orang nyokap nya ngidam rawit kali ya? pedas menyengat sampai ke hati." batin Zira geleng geleng kepala.
" Cuci muka pakai air comberan aja lo Zira biar mata lo melek setiap jam pak Andra! ucap salah satu mahasiswa yang di sertai gelak tawa teman Zira yang lain.
" Shut up,kalian mau saya usir seperti dia." tanya Andra dan mengarahkan telunjuknya ke Zira.
" Rasain lo,emang enak ! " batin Zira dan menjulurkan lidahnya ke arah siswa yang meledek tadi.
Andra yang melihat Zira menjulurkan lidahnya tiba tiba mengingatkannya kembali kejadian dimana dia mencium Zira saat diruangannya.
*****
Jangan lupa like dan komen
__ADS_1
Jagan lupa vote
Jangan lupa kasih author bintang ya..!😊😊