DOSEN KU CUPU

DOSEN KU CUPU
Dipertemukan kembali


__ADS_3

****


"Ehm,jadi bagaimana Zi? tanya Arka kembali setelah mengumpulkan keberanian untuk menagih jawaban dari Zira,biarlah dia dianggap laki laki pemaksa sama Zira dia tidak peduli.


Zira menunduk dan memainkan jemarinya untuk menghilangkan rasa gugup dan meredakan sedikit detak jantungnya,Zira mengatur nafasnya dengan pelan.Gadis itu mengarahkan pandangannya terhadap pria yang berada disampingnya.


Bola mata kecoklatan gadis itu bertemu dengan bola mata Arka.


"Hmm mas ..natapnya gak usah gitu kali bikin aku grogi." ujar Zira dengan manyun lucu dan membuat Arka terkekeh dan semakin gemas dengan perempuan yang dicintainya ini,ingin rasanya Arka mencium bibir seksi gadis itu.


"Kalau gitu aku merem aja ya biar kamu enggak grogi." Arka terkekeh kembali saat gadis itu memukul lengannya,inilah yang disukai Arka sifat lucu,manja,ngambek dari Zira.


"Udah merem nih,kamu mau kasih jawaban apa." tanya Arka kembali.


"Gak boleh ngintip ya,awas kalau curang entar enggak aku jawab baru tau rasa." ancam Zira.


"Ya,percaya deh sama mas sayang."


Deg..


"Gue dipanggil sayang woi readers so sweet nya nih dosen." batin Zira


Wajah putih Zira kembali merona karena kata sayang yang diucapkan Arka.


"Udah belum?" tanya Arka.


"Apaan sih mas kayak main petak umpet aja." balas Zira.


"Habisnya kamu lama banget,bikin mas gak sabaran dan jantungan aja."Ujar Arka membuka sedikit matanya.


"Udah ah..gak usah merem segala,buka aja tuh mata biar tambah ganteng." kelakar Zira.


"Nih bocah pintar gombalin mas juga ya." Arka kembali mengelus puncak kepala Zira.


"Dah tau masih bocah ngapain cinta."kesel Zira karena dijulukin bocah.


"Cinta tidak memandang usia Zi,malahan mas bahagia dapatin cewek yang jauh umurnya dibawah mas.masih seger gitu." jawab Arka dengan tersenyum licik.

__ADS_1


"Dasar mesum." balas Zira.


"Jadi bagaimana,mas enggak akan memaksa kamu untuk menerima mas tapi mas berharap nanti kamu beri kesempatan lagi untuk mendapatkan cintamu.Semoga semua harapan mas terwujud untuk menjadikan kamu perempuan yang akan melahirkan keturunan dan mendampingi mas hingga tua nanti." ujar Arka sedikit gusar.


Zira merasa terenyuh mendengar ucapan Arka,gadis itu memberanikan diri menggenggam tangan kokoh Arka dan menatap bola mata hitam legam milik Arka sama persis dengan bola mata Andra.


"Ck..kok tiba tiba gue ingat brengsek itu lagi." batin Zira dan membuang kasar nafasnya dan mengalihkan pandangannya dari Arka.


" Maaas...ak


..aku..aku mau kamu jadikan wanita satu satunya dihatimu,aku mau kamu menerima segala kekurangan ku begitu juga sebaliknya dan." sejenak Zira menelan salivanya. "ak..aku...berharap kamu tidak mengecewakan ku mas,karena aku... tidak sanggup jika kecewa untuk kedua kalinya." ucap Zira menunduk tanpa disadari air mata membasahi pipi putih merona gadis itu,karena rasa kecewa itu masih membekas di lubuk hatinya paling dalam.


"Huufff...sebegitu nya kah rasa kecewa gadis ini?" batin Arka.


Arka memegang dan mengangkat dagu Zira dan menghapus air mata yang membasahi pipi gadis cantik itu dengan ibu jarinya.


"Tatap mas Zi." Zira memberanikan diri menatap Arka.


"Kamu tau tidak,kalau mas orang yang tidak gampang mendekati wanita.Karena mas takut mengecewakan dan dikecewakan.Mas akan pilih satu perempuan yang akan mas bawa ke pelaminan yaitu kamu Zi.Kamu pasti sering dengar dikampus kalau Arka orang yang dingin terhadap perempuan,begitu banyak perempuan yang dekatin mas tapi mas tidak merespon karena mas tidak menyukai perempuan seperti itu.Tapi kamu beda dari mereka dan hati mas yakin kamu jodoh yang dipilih Allah untuk mas." ucap Arka setengah berbisik


"Hmm.." angguk gadis itu dan Arka langsung merengkuh tubuh Zira kedalam pelukannya.


"Trimakasih sayang,mas sangat bahagia akhirnya doa mas diijabah Allah." Ucap Arka.


"Boleh mas mengecup kening mu? tanya Arka sedikit ragu takut Zira menyalah artikan.


"Iss...apaan sih pakai nanya segala."


"Mas takut kamu tersinggung,boleeeh..?" tanya Arka kembali dan dibalas dengan anggukan oleh Zira.


Cup


"Ya Allah bukakan hati hambamu dengan perlahan untuk membalas cinta pria baik ini,tolong bantu hamba menghapus nama Andra dihati ini.semoga kita segera ke pelaminan mas,biar aku bisa melupakan seutuhnya pria brengsek itu." batin Zira dalam keadaan masih dalam pelukan Arka.


"Ehm..udah selesai pelukannya?." ucap Bagas merasa geli melihat dua sejoli itu.Arka dan Zira langsung melepas pelukan mereka karena kaget.


"Udah ditunggu mama tuh,ayo." Bagas langsung meninggalkan Arka dan Zira.

__ADS_1


"Ayo mas." ajak Zira,Arka langsung menggenggam jemari gadis itu dan Zira melepas paksa tangan Arka karena tatapan eyang putri.


Arka langsung ambil posisi disamping pria yang duduk membelakangi mereka yang sedang makan tidak lain Andra sedangkan Zira langsung menuju eyang putri.Andra maupun Zira belum menyadari kehadiran mereka masing masing.


"Lahap banget makan lo,udah berapa hari gak makan? kelakar Arka.Andra menjawab dengan mengangkat dua bahunya karena mulutnya penuh makanan.


"Oh ya ma,sebentar lagi akan ada pesta lamaran di rumah ini." ledek Bagas dan melirik kearah Arka dan Zira,Arka yang saat itu menyeduh minuman langsung terbatuk.


"Bagus dong,niat baik itu harus dipercepat kalau tidak disambar orang." ujar eyang putri yang tau maksud omongan anaknya.Andra langsung berhenti saat mendengar pesta lamaran.


"Si...." ucapan Arka terputus saat matanya mengarah ke sosok disebelah eyang putri Zira.


Deg...


"Ada apa Andra,kamu mau ngomong apa barusan." tanya Bagas melihat perubahan wajah Andra dan matanya tertuju kepada mamanya dan Zira.


"Andra,kok namanya sama." batin Zira gadis itu mengangkat kepalanya dan diantara Bagas dan Arka ada sosok pria yang tidak asing lagi sedang menatap intens terhadapnya.


Deg...


Mata mereka bertemu,ada kerinduan didalam mata Andra.Mata Andra tiba tiba berkabut karena digenangi air mata bahagia,Sedangkan Zira dengan tiba tiba tubuh gadis itu gemetar, lidahnya terasa kelu dengan susah payah gadis itu menelan Saliva nya seolah ada es batu yang mengganjal ditenggorokannya.


"Ke..kenapa dia ada disini,kenapa kami dipertemukan kembali." batin Zira.


"E..eyang Zi ke kamar dulu,mau cuci muka." ucap Zira dan berlari meninggalkan taman karena gadis itu sock dengan kehadiran Andra.


"Zira." panggil Arka dan tidak dihiraukan oleh Zira,Arka jadi khawatir dengan gadis itu kenapa tiba tiba dia pucat,apa karena ucapan Bagas barusan.


"Zira..itu benaran Zira,kenapa dia ada disini.Apa hubungan Zira dengan keluarga ini,dan apa maksud pesta lamaran." batin Andra berkecamuk pria itu mengusap kasar wajahnya.


"Toilet dimana bro,gue kebelet."tanya Andra dan segera menuju arah tunjuk Bagas yang masih bingung.


"Ada dengan mereka?"batin Bagas.


******


Jangan lupa vote,like dan komennya.❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2