DOSEN KU CUPU

DOSEN KU CUPU
Ungkapan Cinta


__ADS_3

*****


Tidak terasa sudah tiga minggu Zira menjalani kedekatan dengan Arka,mereka sering jalan bareng,makan dan saling berbagi cerita tentang diri mereka masing-masing.


Zira tidak menyangka kalau dosennya itu terlihat sangat manis dan lucu dimata Zira saat berada di luar kampus,lain halnya saat pria itu berada di kampus sikapnya tegas dan disiplin.


Zira mengakui bahwa saat bersama Arka dia merasa nyaman dan dia sering kali diperlakukan seperti anak kecil yang memang harus dijaga Arka.Tapi Zira belum merasakan getaran aneh yang sering muncul saat dia bersama Andra.


Seperti Saat ini Zira tidak merasakan jantungnya berdegub kencang saat Arka memasangkan selbet untuk Zira,walaupun aroma mint memenuhi rongga hidungnya tapi gadis itu bersikap dengan santai .


"Kita mau kemana kak?" tanya Zira saat mobil yang dikendarai Arka meluncur menuju tempat tujuan sang pengemudi.Zira memanggil Arka dengan kakak atas permintaan Arka,mana mungkin Arka mau dipanggil om oleh gadis yang dicintainya.


Ya,saat ini Arka sudah mengakui perasaannya bahwa dia sudah mencintai gadis itu,pria itu hanya menunggu waktu yang tepat untuk mengutarakan perasaannya.Hari ini lah waktu yang tepat itu,setelah beberapa minggu menjalin kedekatan dan dia menilai gadis itu respek terhadapnya dan mulai membuka hati.


Sebenarnya Arka sudah tau cerita tentang Zira di tempat eyang putrinya,walaupun dia sedikit kecewa karena ada laki laki lain yang mendahuluinya mengisi hati gadis itu.Bagas menceritakan atas penolakan yang dilakukan seseorang yang dijodohkan kakaknya dengan Zira dan Bima juga memberitahu bahwa Zira sangat mencintai pria itu.Walaupun Bagas tidak tahu sosok pria yang sudah membuat hancur hati keponakannya tapi dia yakin bahwa pria itu akan menyesali tindakannya suatu saat.


Andra mendesah "Kamu lihat aja nanti." Arka memandang gadis disampingnya sesaat dengan tersenyum simpul dan kembali menatap ke jalan.


Zira hanya mengangguk dan menatap jalan dari arah samping,gadis itu menyandarkan kepalanya sambil berfikir kemana pria yang duduk di sampingnya ini akan membawanya pergi.Arka tidak hentinya mencuri pandang terhadap gadis bocah yang memang cocok dijadikan keponakannya tapi apa boleh buat cinta tidak memandang usia.


Setelah menempuh perjalanan selama 35 menit mereka sampai pada tempat yang dituju,Arka memandang gadis disampingnya yang sudah tertidur hanya deru nafasnya yang terdengar.Arka memutar posisi duduknya setelah memarkirkan mobil dan menatap Zira dengan intens.


"Kamu begitu sempurna,pria mana yang sudah berani menolakmu." ujarnya dengan bibir sedikit terangkat ke samping.


"Aku yakin pria itu sangat bodoh karena sudah menyia nyiakan berlian sepertimu." ujar Arka kembali dan mengelus puncak kepala Zira.


"Aku akan menjadi pria yang terbaik dan akan selalu mencintaimu,tidak akan ada wanita lain yang akan berani menggantikan posisimu dihatiku.Maka tolong berikan aku kesempatan untuk memulihkan luka yang ditorehkan pria bodoh itu." Ujar Arka kembali dan mengelus pipi Zira dengan punggung jarinya.


Zira yang sudah terbangun saat Arka mengelus puncak kepalanya hanya diam dan masih tetap memejamkan matanya.


"Ck...begitu besarkah Arkan mencintai gue?" Ujarnya karena merasa terharu dicintai laki laki seperti Arka tapi apakah dia sudah siap membuka hatinya untuk pria sebaik Arka?


"Ayo Zira lo jangan sia siakan pria di sampingmu." ujar sisi lain Zira menyemangati dirinya.

__ADS_1


Arka membuka pintu mobilnya pria itu melipat ujung celananya hingga betis dan melangkahkan kaki panjangnya ke tepian pantai.Dengan kedua tangan di saku celana Ia memandang ombak yang bergulung menuju ke arahnya dan sedikit membasahi celana pria itu.


Zira masih memandang pria yang tidak begitu jauh dari nya,pria itu sempurna menurut Zira tapi kenapa jantungnya tidak berdegub kencang saat pria itu mengelus pipinya.


Zira menyusul Arka yang masih berdiri mematung dengan tatapan yang sulit diartikan.Gadis itu menyentuh lengan Arka dan tersenyum manis dan mengerjapkan mata seperti anak kecil minta dibelikan permen.Itu yang membuat Arka tergila gila dengan sikap polos dan ke kanakan Zira,gadis itu bisa memposisikan dirinya dimana dia harus bersikap dewasa dan polos.


"Sudah bangun?" tanya Arka menatap bola mata indah Zira.


"Hm..ngapain gak bangunin aku sih kak?" ujarnya dengan bibir mengerucut membuat Arka semakin gemas.


"Aku gak tega,kamu pulas banget nampaknya." ujar Arka dan mengacak puncak kepala gadis itu.


"Ck..kak Arka suka banget berantakin rambut aku sama kayak om Bagas." ujar Zira kesel dan membuat Arka terkekeh melihat mimik wajah gadis itu dan berjalan menyusuri pinggiran pantai.


"Sebel deh." gerutu Zira yang mengekor di belakang Arka.


"Kkkkyaaaaaa."teriak Zira saat tangan besar Arka menariknya agar berjalan sejajar dengan Arka,pria itu menggenggam jemari Zira dan membuat mata Zira membulat sempurna.


" Kak tangannya."ujar Zira.


"Ya udah,kakak mau ngomong apa? tanya Zira dan menarik perlahan tangannya dari genggaman Arka.Ada raut kecewa terpancar dimata Arka,apa gadis di depannya tidak menyukai sikapnya? kalau memang betul berarti dia sudah begitu lancang terhadap gadis itu.


" Maaf kalau kamu tidak menyukai sikap kakak barusan,mungkin kakak terlalu lancang." ujar Arka dengan wajah memelas.


"Eng..nggak kok kak,aku nggak berpikir seperti itu." ujar Zira merasa bersalah.


"Aduh Zi dia cuma mau pegang tangan lo,masak gitu aja gak boleh sih." ujar Zira merutuki dirinya.


"Zi..." Arka kembali menatap gadis yang sudah duduk disampingnya.


"Ya kak.." ujar Zira dan membalas tatapan Arka mata mereka beradu.Arka merogoh kantong celananya dan mengeluarkan kotak kecil berwarna merah.Betapa kagetnya Zira saat pria itu mengeluarkan kalung bermata berlian yang sudah sangat harganya begitu mahal.


Tanpa izin Arka langsung memasangkan kalung ke leher jenjang putih milik Zira,Zira tidak bisa berkata apa apa,gadis itu dengan susah menelan salivanya karena ini sesuatu yang tidak pernah terbayangkan oleh Zira.Hembusan nafas Arka begitu terasa di lehernya sehingga membuat gadis itu merinding.Sedangkan Arka susah payah untuk konsentrasi memasang kalung dileher jenjang itu,ia tidak tidak tahan melihat makhluk tuhan yang satu ini dengan jarak sedekat ini.

__ADS_1


"Selesai." Ujar Arka menahan degub jantungnya yang begitu kencang dia takut Zira akan mendengarnya.


"Tung..tunggu kak,ini maksudnya apa?" ujarnya dengan menautkan kedua alisnya.


"Ini untuk mu,tolong jangan ditolak ya!"


"Tapi kak..Zi.." ucapan gadis itu terpotong saat telunjuk Arka menempel di bibirnya.


"ssstttt...tidak ada bantahan,dan asal kamu tahu Zi kakak memberikan ini karena kakak sangat mencintaimu." ujarnya dan menatap intens gadis dihadapannya.


"Ck..gak ada romantis rimantisnya nih cowok." batin Zira


"Tapi..." gadis itu tidak berani menatap Arka wajahnya merah merona karena ucapan Arka barusan.


"Kamu tidak perlu jawab sekarang,walaupun kamu suatu nanti menolak kakak kalung ini akan tetap jadi milikmu." ujar Arka dengan suara serak.


Drrrrtttt...Drrrttttt...


"Hallo..."


"........"


"Bagaimana dengan Bagas? ok,ntar lagi gue balik dan langsung meluncur ke apartemen lo." ujar Arka.


Zira menatap pria itu dengan penasaran" ada apa kak? " tanya nya.


"Ooh..itu ada temen baru datang dari jakarta,bima udah di sana.Ayo,kakak antar pulang! ujar Arka.Saat Zira akan melangkah tiba tiba lengannya di tahan Arka.


" Jangan terlalu dipikir dan dipaksakan,kakak tulus mencintaimu." Zira hanya mengangguk.


"Kakak tunggu jawabanmu! ujar arka kembali dan mengacak puncak kepala gadis itu sehingga membuat gadis itu merengut,Arka kembali terkekeh melihat gadis disampingnya.


" Yaah...akhirnya terucap juga." batin Zira

__ADS_1


********


Maaf baru up jangan lupa selalu dukung author..😍😍


__ADS_2