DOSEN KU CUPU

DOSEN KU CUPU
Kamu milikku


__ADS_3

Saat Zira berlari meninggalkan Andra dengan perasaan berkacamuk gadis itu berpapasan dengan Bagas sedang menatapnya penuh selidik,Zira hanya menunduk dan berlalu didepan om nya itu.


"Ada apa dengan tuh bocah?" ujar Bagas dan kembali ketujuan utamanya menyusul Andra yang tak kunjung kembali.


"Kenapa dia mondar mandir seperti strikaan didepan toilet?" batin Bagas yang memperhatikan Andra dengan penampilan tidak Serapi tadi dan selalu mengusap muka dengan kasar.


"Elo masih disini,udah ketemu belum toiletnya?" tanya Bagas.


"Hmm...udah." jawab Andra cuek.


"Apa yang lo keluarin,lama banget." tanya Bagas


"Gue ngeluarin emas." ucapnya tanpa ekspresi


"Buset mau muntah gue dengarnya..ya udah lo duluan,sekarang giliran gue dari tadi kebelet." ujar Bagas.


Andra pun menuju taman menyusul Zira sesaat pria itu terpaku melihat pemandangan didepannya,rahangnya mengeras tatapan tajam dan dingin kepalan tangannya mulai memutih ia menahan emosi yang sudah sampai keubun ubun.Dia terus menatap gadis pujaan hatinya sedang bersenda gurau dengan sahabatnya sendiri,perlahan kaki panjang itu melangkah pasti mendekat.


"Ehm...boleh gabung?" tanya Andra.sekilas dilihatnya wajah gadis yang terlihat ceria didepannya tadi tiba tiba murung dan langsung menunduk tidak bergeming dihadapan Andra.


"Segitu bencinya kah?" batin Andra hatinya terasa sakit seperti diiris iris dengan pisau dadanya terasa sesak melihat perubahan Zira.


"Eh lo Ndra,kemana aja dari tadi?ya udah gabung sini! ujar Arka dan dan menggeser tubuhnya sedikit mendekat Zira.


"Ngapain dia ngikutin gue,dasar pria arogan." batin Zira.


"Jadi gimana,kapan lo mulai petualang lo mencari tu cewek."tanya Arka.


"Gue enggak perlu susah payah mencarinya lagi,takdir sudah mempertemukan kami." ujar nya "dan dia ada dihadapan gue."batin Andra matanya menatap Zira,Zira pun menjadi salah tingkah.


"Maksud lo udah ketemu tuh cewek?" tanya Arka yang dijawab anggukan oleh Andra.


"Gue ikut seneng bro,jangan lepaskan tuh cewek lo lamar aja langsung kapan perlu bawa penghulu." ujar Arka terkekeh dan menepuk pundak Andra.


"Trimakasih bro,emang itu tujuan gue sebelum di sambar elang jantan." ujarnya dengan bibir sedikit melengkung


Zira memberanikan diri mengangkat wajahnya


Deg


Mata mereka beradu,tatapan Andra serasa melunturkan kebencian yang ada dihati Zira,tapi Zira cepat sadar dia tidak akan mudah melupakan semua perbuatan Andra.


"'Ck...nih orang kok natap gue terus,ya Allah kuatkan hati hamba dari godaan setan yang satu ini." ujar Zira mendelik jengah Andra tersenyum melihat tingkah Zira.


Arka yang tidak sengaja melihat tatapan Andra yang begitu beda terhadap gadis pujaan hatinya,dan melihat perubahan wajah Zira yang merona.


"Ehm..oh ya Ndra,ni kenalin Zira ponakan Bagas." ujarnya mencairkan suasana dan mengelus puncak kepala Zira.

__ADS_1


"Hm," Andra cuma berdehem melihat perlakuan Arka hatinya terasa sakit miliknya diperlakukan seperti itu,Andra tidak ingin miliknya disentuh orang lain tapi Andra menahan dengan kuat emosinya.


"Oh ya kak,aku mau bantu eyang dulu." ujar Zira melihat situasi yang membuat bulu kuduknya merinding,Arka mengangguk tanda setuju karena dia tahu Zira tidak nyaman dengan kehadiran Andra diantara mereka berdua.


"Udah berapa lama lo kenal dengannya?" selidik Andra.


"Maksud lo sama tuh bocah?" jawab Arka


"Hm."


"Semenjak pertama dia menginjakkan kaki dikampus." ujar Arka tersenyum simpul membayangkan pertemuan Pertamanya dengan Zira.Andra menangkap hal berbeda dari Arka,pria itu seperti anak ABG sedang jatuh cinta.Tiba tiba rasa takut menelusup direlung hatinya,takut miliknya diambil orang apalagi diambil sahabat sendiri dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padanya.


"Oh..gue lihat lo memperlakukannya sangat spesial banget,jangan bilang kalau cewek yang diceritakan Bagas waktu di apartemen gue tuh bocah." selidik Andra kembali dengan tersenyum sarkas.


Arka tersenyum mendengar tebakan Andra yang begitu tepat sekali,Andra mengangkat sebelah alisnya hatinya semakin berkecamuk.


"Jangan sampai Arka menyukai Zira,gue harus lakukan sesuatu." batin Andra.


"Sebenarnya gue..."


"Woi serius amat,Lo berdua lagi cerita apaan?." tiba tiba Bagas duduk diantara mereka.


"Sebenarnya apa Arka?" tanya Andra sedikit dingin ketegangan masih menyelimuti diantara mereka.


"Udah ah lupain,kapan kapan gue kasih tahu lo dan yang pasti tuh cewek sudah menerima cinta gue dan sebentar lagi gue mau ngelamar dia.ya udah bro gue balik duluan mau jemput nyokap." ujar Arka.


"Waah...yang benar lo mau ngelamar po..hmmmm." mulut Bagas tiba tiba dibekap Arka membuat Andra semakin penasaran.


Entah apa yang dibicarakan mereka Andra tidak peduli tapi tatapannya tetap mengawasi pergerakan Arka dan Zira.Hati Andra memanas melihat Arka berjalan beriringan dengan Zira sepertinya gadis itu mengantar Arka sampai ke depan,sehingga dia tidak menanggapi setiap omongan Bagas.


"Woii..gue ngomong lo bengong aja,berasa ngomong sama patung gue." ledek Bagas.


"Ada hubungan apa Arka dengan pokan lo." tanya Andra.


"Oh itu...seperti yang lo dengar barusan mereka baru jadian nampaknya." ucap Bagas jujur dan menghembuskan kasar nafasnya.


"Gue dukung senang bro,dengan kehadiran Arka dapat mengobati hati ponakan gue." ucap Bagas


Deg...


Bagaikan disambar petir Andra kaget mendengar ucapan Bagas,tiba tiba kepalanya pusing tanah yang didudukinya terasa bergoyang,nafasnya terasa sesak seperti ada batu besar yang mengganjal.Tubuhnya gemetar menahan gemuruh dihatinya,kecewa sedih bercampur aduk.


"Lo kenapa ?" tanya Bagas memegang bahu Andra melihat Keringat Andra bercucuran.


"Enggak ada,gue balik duluan." Andra berdiri sedikit sempoyongan.


"Lo sakit Ndra,enggak usah pulang nginap sini aja." ujar Bagas khawatir dan menahan tubuh Andra.

__ADS_1


Andra tidak menanggapi,pria itu berjalan dengan tatapan kosong hatinya hancur berkeping keping gadis yang sudah membuat dia seperti orang gila selama beberapa bulan ini menjadi milik sahabatnya.


Mata Andra mulai kabur,pria itu menangis.Menangisi kebodohannya,dimana pria yang bersikap dingin itu. lagi lagi dia rapuh karena cinta.Andra segera menuju mobilnya tapi langkahnya kembali terhenti saat melihat Zira dan Arka sedang berpegangan tangan,Arka mengecup puncak kepala Zira.Andra mundur selangkah menyaksikan keromantisan dua insan didepannya.


"Brengsek." ujarnya dan meninju dinding tempat menyandarkan tubuh kekarnya.


Setelah menunggu beberapa menit mobil Arka meninggalkan pekarangan rumah Bagas,ada sedikit kelegaan dihati Andra.Andra bersembunyi dibalik pot bunga besar bersebelahan dengan dinding dan jendela besar rumah itu.Zira mulai mendekat wajah gadis itu tidak begitu ceria,menggambarkan suasana hatinya saat ini.


Andra langsung menarik tangan Zira ketempat persembunyian yang hanya di terangi cahaya lampu yang tidak terlalu terang karena terhalang oleh pohon palem.


"Akhh..hmmmm.." gadis itu kaget saat mulutnya di bekap Andra.


Andra melepas tangannya,ia memeluk tubuh gadis itu tanpa berjarak sedikitpun.Andra menautkan keningnya dengan kening Zira,hidung bibir semua tidak berjarak lagi dan menyatu.Hembusan nafas keduanya begitu terasa,tubuh gadis itu meremang,Jantung Zira berdetak kencang mereka dapat merasakannya.


"A..apa yang lo lakuin? lepaaasss!" tanya Zira sok dengan sikap Andra yang terlalu berani.


"Sssst...diam sayang." bisik Andra.


Cup


Andra mengecup bibir merah jambu seksi milik Zira membuat tubuh gadis itu tegang dengan mata membulat sempurna. Perlahan Andra menautkan kembali bibirnya,menyesap dan ******* dengan kasar bibir Zira karena emosi yang ditahan dari tadi,berulang kali pria itu melakukannya .Melihat Zira kehabisan oksigen Andra menarik bibirnya kembali.


"Kamu milikku Zira...hanya milikku." Ucapnya dengan suara serak dengan mata berkaca kaca dan nafas yang tersengal sengal.


"Oh tuhan..Ada apa dengan gue kenapa tidak bisa memberontak tubuh ini padahal dia sudah berani mencuri ciuman gue."bati Zira.


"Tidak...tidak ...kenapa dia menangis." batin Zira kembali.


"Lo sudah milik Arka Zi,buang masa lalu yang menyakitkan ini walaupun rasa itu belum tergantikan." batin Zira.Hatinya juga hancur melihat Andra yang begitu rapuh.


Saat ini Andra menangis,kepalanya sengaja disandarkan diceruk leher Zira.


"Kamu milikku Zira,tidak akan ku biarkan milikku diambil orang lain." ujar Andra disela sela tangisnya.


Andra mengangkat kepalanya dan menatap gadis pujaan hatinya dengan sendu.Pria itu mengusap air matanya dengan kasar,dan memegang wajah gadis itu dengan kedua tangannya


"Gue bukan milik lo,lepaaas." bentak Zira memberanikan diri, dia mulai luluh melihat cinta pertamanya begitu rapuh.Zira berusaha melepas dekapan Andra,dan mulai bergedik ngeri karena tatapan Andra mulai dingin dan tajam.


Andra kembali menarik tengkuk leher Zira,ciuman panas itu kembali terjadi.walaupun tidak ada balasan dari Zira,Andra tetap mengulum,menyesap bibir gadis pujaan hatinya.Tangan Andra mulai menggerayangi punggung Zira,membuat Zira sadar dan menggigit kuat bibir Andra.


"Auwww.." Andra meraba bibirnya yang berdarah.


Plaakkkk...


"Ingat gue bukan milik lo pria arogan." ujarnya dan berlari meninggalkan Andra yang masih mematung,akhirnya pertahanan Zira runtuh juga,gadis itu menangis sambil berlari menuju kamarnya.


"Akkhhhh..." teriak Andra menarik rambutnya dengan kuat.

__ADS_1


*******


Jangan lupa Vote,like dan komennya..😍😍😍


__ADS_2