DOSEN KU CUPU

DOSEN KU CUPU
Khawatir


__ADS_3

****


Andra malam ini tampak sangat tampan,tubuhnya yang kekar dan gagah dibaluti kemeja merah maroon dan celana hitam.Rambut yang ditata rapi menambah ketampanannya,walaupun pencariannya terhadap Zira belum dimulai dan perasaannya tidak bisa diungkapkan kepada siapapun tapi demi memenuhi undangan sahabatnya Andra akan tetap menjaga penampilannya.


Kantung mata Andra tanpak menghitam karena semenjak kejadian itu dia jarang tidur nyenyak dan ditambah Semalam Andra tidak bisa memejamkan matanya,kalau dipikir pikir memang sangat sulit mencari seseorang tanpa adanya alamat,tapi Andra tetap bertekat dan yakin bahwa dia akan menemukan gadis itu tentu saja membutuhkan bantuan dari dua sahabatnya.


Belum sella yang selalu minta penjelasan hubungan mereka,gadis itu memohon dan mendesak agar hubungannya dengan Andra segera mengucapkan ijab qobul dan disahkan oleh para saksi karena ia tidak mau Andra meninggalkannya demi perempuan lain.


Andra segera mengambil kunci kontak mobil dan segera menuju lantai dasar karena letak apartemennya berada dilantai lima jadi tidak memerlukan waktu begitu lama.Pria itu segera menuju parkiran,membuka pintu kemudi.


Sedangkan ditempat lain Zira tampak begitu cantik dan anggun dengan drees sederhana karena ulang tahun eyang putrinya dirayakan sangat sederhana hanya bakar bakar ayam dan ikan dan beberapa orang terdekat saja yang diundand.Baju drees diatas lutut berwarna hitam lengan panjang,rambut panjangnya digulung sehingga menampakkan leher jenjang dan tengkuknya yang mulus karena hari ini dia juga ikut turun tangan dalam bakar bakar malam ini.


Zira sedikit risih karena tatapan dari beberapa teman sekantor Bagas yang turut diundang.Zira menghampiri eyang putri yang sibuk mengaduk aduk bumbu membantu art.Sesat Zira ingat Arka karena batang hidungnya belum juga nampak gadis itu mengarahkan pandangannya.


Dari jauh muncul sosok pria bersama om Bagasnya pria yang mengantarnya siang tadi,ya Arka tampak sangat tampan baju kemeja dongker menambah aura ketampanannya.


Deg...


"Ya ampun jantungku mulai lagi." batin Zira saat tatapan mereka beradu dan Arka semakin mendekat ke arah mereka.


"Selamat ulang tahun ma." ucap Arka dan memeluk eyang putri Zira.


"Terimakasih sayang,mana anak mama yang satu lagi katanya dia sudah disini?"


"Masih dalam perjalanan orangnya ma, bentar lagi nyampe."jawab Bagas.


"Ayo bro " ajak Bagas menarik tangan Arka karena pandangan Arka tidak lepas menata Zira yang asik membakar daging.


"Ck.. udah entar langsung dekatin,gak bosan lo nengok ponakan gue terus?" ejek Bagas yang dibalas senyum sinis oleh Arka.


"Awas lo kalau bikin ponakan gue kecewa,gue bikin babak belur elo." ancam Bagas.


"Enggak lah,lo kan sudah tau gimana gue." Sambil menjitak jidat Bagas.

__ADS_1


Setelah menyapa beberapa teman kantor Bagas,Arka pun langsung ikut bergabung duduk di karpet yang sudah digelar disana sudah tersaji berbagai makanan yang siap untuk disantap.


Melihat Zira sedikit kecapean Arka merasa kasihan dan berniat membantu,Arka akhirnya mendekati gadis itu dengan diam-diam.


"Ehm." ujar membuat gadis itu kaget.


"Auuu..." ujar Zira saat tangannya kena pemanggangan.Arka reflek meraih tangan gadis itu dan meniupnya eyang putri langsung mengambil salep.Arka dengan hati hati memoles ketangan gadis yang di cintainya.Dengan jarak dekat begini Zira dapat melihat wajah pria tampan yang sangat mengkhawatirkan dirinya.Zira tersenyum melihat kepanikan Arka saat dia kena pemanggangan,sebesar itukah rasa cintanya Arka terhadapnya? Ini sudah membuktikan bahwa Arka betul betul mencintainya,Zira Arkan memberikan jawaban yang akan membuat laki laki ini bahagia.mudah mudahan dengan sering bersama rasa kagum akan berubah menjadi perasaan cinta.


"Lain kali hati-hati,maaf karena saya kamu seperti ini." ujar Arka menatap Zira penuh penyesalan setelah mengoleskan salep.


" Ziii.." panggil Arkan mengelus pipi gadis itu.


"Eh ya..pa..pak,sorry maksud ku mas." jawab Zira gugup.


"Kamu panggil apa?" tanya Arkan dengan senyum simpul.


"Anu...aku panggil mm...mas." ujar nya menunduk malu.


"Mass,hmm..aku suka dipanggil itu." jawab Arkan.


" Mau ngapain?" tanya Arkan.


"Issshh..gak peka banget nih orang,katanya minta jawaban malah balik nanya ujar Zira."


"Eng..gak ada,ya udah kalau gak mau." ujar Zira dan mulai melangkah meninggalkan Arka dengan kesel.Tiba tiba gadis itu berhenti karena lengannya ditahan seseorang.


"Ayo." ujar Arkan menarik pelan lengan gadis itu dan merekapun berjalan beriringan menuju taman dengan rasa canggung.


Sedangkan ditempat yang sama seorang turun dari mobilnya dan langsung menuju ruang tamu disana Bagas sudah menunggu sahabatnya itu.


"Maaf bro sedikit terlambat macet." ujar Andra.


"Gue sangka lo enggak mau datang,mama udah nanya lo dari tadi kangen katanya." Ucap Bagas

__ADS_1


"Ayo kita langsung kebelakang,sebentar lagi makan makan." Bagas memegang pundak Arkan dan mereka terkekeh sepanjang jalan menuju arah taman entah apa yang dua pria tampan itu tertawakan.


Bagas memberi kode ke Andra untuk mendekati wanita berumur 60 tahun itu yang sedang menata daging bakar di piring.


"Assalamu'alaikum ma." ujar Andra memeluk tubuh wanita itu dari belakang.Eyang putri Zira merasa pernah mengenal suara itu langsung berbalik.


"Andraaa..." teriak mama Bagas dan memeluk Andra.


"Mama enggak mimpi kan,kamu beneran Andra?"Ujar nya dengan tidak percaya.


Mama Bagas alias eyang putri Zira tidak tahu bahwa Andra yang dijodohkan keluarganya dengan Zira,kalau waktu itu eyang tidak sakit dan ikut menghadiri acara itu.kira kira bagaimana reaksi eyang putri ya??


"Ayo langsung bergabung." ujar eyang Zira.


"Suruh bantuin bakar bakar dulu ma,masak mau makan langsung."ledek Bagas.


"Enggak usah itu tugas kamu,entar anak ganteng mama bau amis." ujar eyang


"Ayo ikut mama." eyang pun menarik tangan Andra,Andra menjulurkan lidahnya kearah Bagas dan terkekeh melihat wajah kesel Bagas.


"Arka mana mah,apa tidak datang?" tanya Andra.


"Ooh..kemana yah tuh anak,tadi bantuin cucu mama ngoleskan salep karena kenak pemanggangan.


"Maksudnya mama?" selidik Andra.


"Ada cucu mama dari Jakarta yang kuliah dikampus Arka" jawab nya.


"Jangan jangan ponakan Bagas cewek incaran Arka....." batin Andra.


"Kamu tunggu disini mama mau siapin dikit lagi,biar kita bisa makan bersama entar terlalu malam enggak enak." eyang pun meninggalkan Andra yang sibuk dengan handponenya membaca email dari Jhon.


Sedang dua makhluk tuhan yang berlawanan jenis sedang duduk dipinggir kolam yang berada di taman itu,yang satu menatap indahnya dan cerahnya langit malam ini dengan tangan bersedekap di dada sedangkan yang satu lagi menatap setiap tetesan air mancur di kolom ikan tersebut sambil memikirkan bahasa yang bagus untuk menjawab cinta lawan jenisnya.

__ADS_1


*******


Jangan lupa vote,like dan coment.😍😍


__ADS_2