
3 Bulan......
Tubuh atletis Andra terasa lemas dan tak bertenaga dengan mata berkaca-kaca Andra memandangi sebuah kertas undangan pernikahan yang baru saja diantar oleh sahabatnya sendiri,saat membaca nama yang tertera di undangan dunia terasa runtuh.3 bulan berlalu berbagai usaha sudah dilakukan untuk mendekati Zira,meyakinkannya bahwa dia menyesal sudah menyia-nyiakan Zira.
Tanpa disadari manik hitam itu meneteskan air mata penyesalan,Andra menyobek undangan tersebut menjadi potongan-potongan kecil seperti itu lah hatinya saat ini,dadanya terasa sesak untuk menarik udara masuk kerongga hidungnya.
"Akkkkhhhh......
sebegitu bencinya kah kamu Zira? sehingga aku tidak mau diberi kesempatan kedua?" Andra memukul dadanya yang semakin sesak dengan lutut menjadi tumpuan tubuh kekarnya dilantai.
"Apa usahaku selama ini tidak bisa dijadikan bukti penyesalan ku,bukti bahwa aku sangat mencintaimu Zira?" racau Andra yang masih menangis seperti anak kecil.
Selama ini Andra melakukan berbagai upaya untuk membuktikan kepada gadis pujaan yang sangat dicintainya,mengirim bunga kesukaan Zira setiap hari, setiap minggu mengunjungi gadis itu dan menginap disana tapi hasilnya nihil.Zira malah semakin mendekatkan diri terhadap Arka dan menolak semua hadiah pemberian dari Andra.
Flashback
Jam 6.30 Andra sampai dikediaman eyang Zira dan disaat memarkirkan mobil di halaman rumah mewah itu,Bagas keluar dengan tergesa tergesa.
"Lo mau kemana?" tanya Andra
"Gue mau jemput nyokap,lo masuk aja ada Zira kok didalam.Tunggu gue,bentar aja kok " ujar Bagas yang sudah duduk di kursi kemudi.
"Jadi gak enak gue,lo gak dirumah." Ujar Andra sekedar basa basi padahal hatinya sangat senang karena ini kesempatan emas berdua dengan Zira mengingat sebulan ini begitu sulit untuk berbicara empat mata dengan gadisnya.
"Udah gak apa-apa mau hujan bro,gue cabut dulu titip Zira kalau cuaca buruk dan lampu mati dia gak berani sendiri dirumah." Andra membunyikan klakson mobil dan menancap gas meninggalkan Andra yang masih berdiri mematung.
Andra melangkah perlahan menyusuri setiap ruangan mencari keberadaan gadis bar- bar pujaan hati.Kaki Andra melangkah menaiki anak tangga yang menghubungkan ke lantai dua,dia yakin kamar gadis itu berada di sana.
Seringain kecil melengkung di bibir seksi Andra saat mendengar suara cekikikan di salah satu kamar yang pintunya sedikit terbuka.Entah dengan siapa gadis itu bebicara sampai tidak menyadari Andra berdiri di depan pintu dengan kedua tangan dilipat di dada.
"Oooh shit" Umpat Andra mengusap tengkuknya saat melihat pemandangan luar biasa yang memancing jiwa kelakiannya dan membuat yang di bawah meronta-ronta.
Zira dengan posisi tidur telentang memakai hotpants dan bra sport,gadis itu masih tetap berbicara sambil cekikikan entah dengan siapa membuat Andra kelimpungan sendiri.Tapi Andra berusaha meredam jiwa kelakiannya biar tidak mendapat stempel sepuluh jari milik Zira.
__ADS_1
Mata elang itu terus menatap memuja,rasa yang membuncah tidak bisa ditahan lagi.Perlahan Andra masuk dan menutup rapat pintu.
" Cklek"
Pintu terkunci dengan sempurna membuat Zira kaget dan....
"Akkhhhhhhhhhmmmmppp....." Andra langsung naik ke kasur dan membekap mulut gadis itu dengan tangan kekarnya.Mata Zira membola dengan sempurna melihat siapa yang berani memasuki kamar pribadinya.Tangan Zira memukul dada bidang pria maskulin yang beberapa bulan ini di buang jauh-jauh dari Lubuk hatinya.
"Auwww...." Andra mengibaskan tangannya karena nyeri di jari akibat digigit Zira yang berubah menjadi dracula cantik.
"Pria brengsek,tua gak tau mau malu. Ngapain ke kamar gue.Hah...?" Teriak Zira dengan sangat marah ada rasa takut yang menyelinap ke relung hati gadis cantik itu dan membuat tubuhnya merinding.
Ya,walaupun Zira sangat mencintai Andra tapi dengan sifat nekat Andra seperti ini membuat nyali gadis itu ciut.
Andra menatap Zira dan menelisik setiap inci tubuh gadis itu dan memandang penuh kagum,Zira yang bersandar di kepala tempat tidur tidak menyadari tatapan memuja dari si tua gak tau malu itu.
Andra menarik kedua kaki Zira sehingga membuat gadis itu tidur telentang dalam Kungkungan tubuh Andra
"Apa yang Lo lakukan,lepaaasssss....! Teriak Zira.Namun Andra tidak bisa lagi mengendalikan dirinya.
Cup
" I LOVE U....I LOVE U SO MUCH Zira" ucap Andra dengan suara bergetar.
"Berikan aku kesempatan,kamu tidak mencintai Arka.Jangan lakukan ini Zira,banyak hati yang akan tersakiti.Arka laki laki baik,jangan jadikan dia sebagai pelampiasanmu." Ujar Andra dengan masih posisi yang sama,pria itu mengelus penuh sayang setiap permukaan wajah Zira.
"Ayo Zira jangan luluh dengan semua ucapan bajingan didepanmu,Arka masa depan mu." Batin Zira meronta agar lepas dari Kungkungan tubuh kekar Andra.Tapi apa boleh buat hati dengan tubuhnya tidak sejalan lagi,gadis itu menikmati setiap perlakuan Andra.
"Percaya padaku,aku menyesal...sangat menyesal...aku akan membahagiakan mu,kamu adalah rumah terindah untuk menampung bibit unggulku."
"Bibit unggul pala lo,dasar mesum" batin Zira
Cup
__ADS_1
Andra berguling dan berbaring disamping Zira memeluk gadis itu dengan erat sambil meredam sesuatu yang bangkit di inti tubuhnya.
Hujan dan petir tidak mengusik Andra untuk menaklukkan hati gadis pujaannya,Zira yg tidak nyaman diperlakukan seperti itu memberanikan diri untuk melakukan perlawanan sehingga ia sukses melepaskan diri.
Deg...
Zira langsung panik disaat bersamaan lampu mati yang diiringi dengan petir yang menggelegar.
" Gelap....aku takut...." lirih Zira terbata dengan tubuh mulai gemetar.
Gadis itu memberanikan diri meraba raba sesuatu di sampingnya,apakah Andra masih disampingnya.Tangan gadis itu menyentuh benda keras tapi tak bertulang.
" Andra...Lo masih di sini? jangan tinggalkan gue." ucap Zira tapi masih tidak ada jawaban dari Andra.
" Andra....Andra...lo dengarkan? ujarnya lagi dan menggoyang goyangkan tangannya diatas benda keras tersebut.
" Ahhhhh....emang dasar nih bocah,gak nyadar apa yang dipegang." batin Andra frustasi.
"Andra...Gu..."
"Ssssstttt....diam lah,aku ada di sini.lepas tanganmu dari benda pusaka ku.aku takut dia khilaf." bisik Andra
"Eh...maaf" ujarnya cepat baru tersadar atas apa yang dilakukan.
"Bego...bego Lo Zi,tangan Lo pegang apa barusan.Pantas aja agak beda gitu...
Aaaahh mamiiii....tangan gue gak perawan lagiiii." jerit Zira dalam hati dan membuat seluruh tubuhnya meremang.
Beberapa menit berlalu hingga lampu pun menyala,hanya detak jantung tak beraturan dan deru nafas mereka berdua yang ada mengisi keheningan semenjak mati lampu.
"Huuuuuffff.....Dasar tidak tau diri,harus dijinakkan" batin Andra terhadap inti tubuhnya,Menginginkan sesuatu disaat yang tidak tepat.pria itu beranjak dari kasur dan melangkah menuju pintu.
"Pikirkan sekali lagi ucapanku." ujar Andra saat membuka kenop pintu dan berlalu meninggalkan Zira yang masih diam mencerna setiap ucapan dan tindakan Andra.
__ADS_1
Haiii.....haaiiii.....maaf baru update.😘😘😘🙏🙏🙏