Dua Insan

Dua Insan
Aku, Kamu dan Jogja


__ADS_3

3 bulan berlalu, Aluna dan Arlangga kini memutuskan untuk pergi ke kota dengan ribuan cerita, Jogja. Kota yang sangat banyak cerita.


Kedua insan itu mengulas senyuman merekah. Tentu saja mereka bahagia karena mereka sudah resmi bertunangan.


"Kak, kita akan kemana setelah ini?"


"Kita pergi mencari senja sayang, ya benar. Kita ke pantai setelah ini, dan setelah dari pantai.. Kita kembali ke dalam penginapan."


"Pantai..? Lalu kenapa kakak menyuruhku mengenakan dress ini? Pasti aku akan sulit berjalan diatas pasirnya!"


"Tidak akan sulit kok. Kita akan bersenang-senang nanti tapi ─"


"Kak, muka kakak pucat.. Kakak baik-baik saja, kan..?"


"Saya tidak apa-apa. Sangat baik, sudah ayo berangkat tuan putri," sahut Arlangga mengalihkan pembicaraan dengan mulai menggendong dan berlari membawa Aluna ke pantai.


"Kakak...!! iihh jangan tinggi-tinggi!!!"


"Larangan adalah perintah sayang."


"PAPA ANDARA, KAK ARLANGGA NAKAL...!!!" adu Aluna membuat Andara tertawa pelan dibalik kamera.


Sesuai berfoto-foto, Aluna dan Arlangga mulai mengitari pantai dan menikmati suasana senja yang indah.


"Aluna, kamu tau tidak..? Ini akan jadi tempat kita bernaung bersama mulai hari ini.. Parasmu yang ayu membuat saya lupa akan rasa sakit. Wajahmu yang mengingatkan saya akan cinta pertama, mama. Kamu yang merubah hidup saya, hati saya bahkan, kamu adalah harmonisasi terindah dalam hidup saya. Andai kamu tidak hadir mungkin... Saya tidak akan pernah bangkit dari keterpurukan ini, Aluna.."


"Ketahuilah kak, kamu akan selalu menjadi semestaku. Duniaku. Rumahku. Segalanya untukku, terimakasih karena telah menjagaku dibawah naungan langit ini. Terimakasih karena telah memberi hal yang tak pernah aku dapatkan sedari kecil."


Arlangga mulai merebahkan dirinya pada pangkuan Aluna diatas pasir pantai, Aluna dengan dress putih, rambut yang diurai mulai mengusap-usap lembut kepala Arlangga, "Kak, kakak lelah..?" tanya Aluna dijawab dengan gelengan kepala oleh Arlangga.


"Saya tidak akan pernah lelah selama kamu berada disisi saya. Kamu pelipur lara yang sesungguhnya, Aluna.. Semakin dalam rasa saya maka, semakin saya tidak bisa berpisah denganmu.. Jika suatu saat Tuhan memberi pilihan.. maka, saya akan memilih bersamamu menderita daripada hidup sendiri dan berbahagia. Karena untuk apa kebahagiaan tanpa cinta..?"


"Kak berjanjilah.. Berjanjilah bahwa kau akan menikahiku dan hidup bersama dengan menua bersamaku!"


"Saya berjanji, ratu kecil."

__ADS_1


"Dan berjanjilah kakak akan tetap disini bersamaku! Sampai kapanpun!"


"Saya berjanji. Saya berjanji saya akan selalu mencintaimu, hari ini, esok, lusa dan selamanya. Saya akan tetap memberikan ruang untukmu bersandar. Karena kita telah menyatu.. Meleburkan jiwa dan mengukir sejarah cinta kedua insan antara Arlangga dan Aluna.."


"Dua insan yang akan saling mencintai hingga menua dan selamanya.. Dua insan yang akan tetap disini hingga seterusnya. Dua insan yang selalu menahan dikala terpaan badai didunia."


"Apabila salah satu dari kita tiada.. Berjanjilah. Salah satu dari kita akan mengabadikan nama dalam sebuah karya."


"Apabila aku yang tiada..?"


"Saya akan menunjukkan ke seluruh dunia bahwa saya mencintai gadis yang kuat. Sosoknya adalah Aluna Pragya Pratmana."


"Dan apabila orang tua kakak tidak merestui kita..?"


"Saya tau semua orang tua hanya ingin yang terbaik untuk anaknya. Begitu juga dengan orang tuamu. Saya tidak akan meninggalkanmu, saya berjanji tidak akan mengakhiri hubungan ini meski suatu saat.. Kita berdua menyerah dan berpulang bersama. Jangan ada yang meninggalkan.. Saya akan membawamu kemana yang kamu mau. Janji saya, jiwa dan raga bahkan, matipun saya mau asal bersama denganmu, ratu kecilku."


"Dan aku berjanji akan tetap mencintai kaka hari ini, esok, lusa dan selamanya."


......................


Entah mengapa Arlangga belakangan ini terlihat lesu dan mudah sekali lelah. Bahkan, sering pingsan hingga saat ini telah tiba waktu bersekolah. Aluna memasuki kuliah dan sialnya, ia satu kelas dengan 7 orang yang membuatnya trauma.


"Kak, kakak tidak apa-apa..?"


"Tidak. Saya baik-baik saja. Masuk ke dalam kampus dan ingat. Jika ada apa-apa langsung lawan dan telfon saya."


"Iya kak, kakak hati-hati ya kerjanya! Aku tunggu kakak jemput nanti!"


Arlangga mengangguk. Ia membiarkan Aluna memasuki kampus tersebut dan Aluna tentunya takut saat hendak memasuki kelas.


"Aduh, kenapa buru-buru banget sih..?"


"Lepasin aku. Jangan pernah sentuh aku lagi, sialan!"


"Sombong amat lo..? Lo lupa ya.. Kalau kita bisa sebarin video waktu itu..?"

__ADS_1


CPLASH!!!


Laura menyebatkan sebuah ikat pinggang dengan cukup kuat agar Andrew tidak mendekat namun, Andrew langsung menarik ikat pinggang tersebut dan membuang ikat pinggang tersebut begitu saja.


"Ternyata anjing tidak selalu berbentuk binatang ya..? Sakit? Itu akibat kamu kelewatan batas, Andrew!"


"Woy! Cemen banget lo beraninya sama perempuan!" remeh seorag gadis yang bertubuh jakung bersama dengan seorang lelaki yang terlihat kecil.


Andrew jelas langsung pergi dari sana. Siapa lagi jika bukan Andrea dan Rasya? Mereka adalah sahabat yang bertukar sifat. Sangat lucu.


"Aluna, lo gapapa?"


"Iya, aku gapapa.. Makasih ya, Drea," ujar Aluna dengan mengulas senyuman tipis.


"Sama-sama, lo lupa ya kita sahabatan?! Gua nyariin lo nyampe sini, ketemunya disini. Dasar."


"Hehe, maaf ya.. Ah ya! Aku punya kekasih!"


"Widih, siapa tuh?"


"Kak Arlangga!"


"WOY TUMPENGAN!!! SUJUD SYUKUR, ALUNA UDAH JADIAN AMA CRUSH NYA!" seru Rasya heboh sendiri membuat Aluna tertawa lepas.


Kemudian, ketiga orang itu memasuki kelas dan tentunya, Aluna dijaga sangat ketat oleh keduanya


"Tenang. Kita udah disini, ga akan ada yang buat lo sakit."


Aluna menganggukkan kepalanya.


Tak terasa, waktu pulang tiba. Arlangga belum menjemput jadi, Aluna memutuskan untuk berdiam diri diluar menunggu Arlangga namun..


"Gua bakal dapetin lo lagi, Aluna."


To be continue!

__ADS_1


__ADS_2