DUDA NYEBELIN

DUDA NYEBELIN
Devan punya kekasih


__ADS_3

Selamat Membaca❤


Setelah hampir dua minggu Devan tak menemui sang kekasih. Hingga akhirnya pada jam makan siang kantornya, Devan memutuskan untuk bertemu dengan sang kekasih di sebuah restoran yang telah mereka janjikan.


Setelah menyelesaikan berkas-berkas di atas mejanya Devan langsung bergegas pergi karena saat ini Jessika sudah berada di restoran menunggu Devan.


Sama halnya dengan Rahma yang sedang berada di dalam taxi hendak pulang karena baru saja menjemput Rendy. Saat hendak memasuki lorong kompleks perumahan mereka, Rendy tiba-tiba saja meminta putar balik karena ingin makan siang diluar sekalian jalan-jalan bersama Rahma.


"Kamu yakin mau makan diluar, sayang?"tanya Rahma. Rendy menganguk antusias.


"Baiklah, pak tolong putar balik," pinta Rahma. Supir taxi tersebut menganguk patuh.


Selang lima belas menit Rahma dan Rendy sudah berada di restoran seperti yang diinginkan oleh Rendy. Dengan tak sabarnya anak itu langsung menarik tangan Rahma mencari tempat duduk dan langsung memesan makanan.


"Bunda, Rendy mau es crim boleh?"pinta Rendy memelas.


"Sa--"


"Dua mangkuk"potong Rendy.


"Rendy....gak boleh gitu gak sopan memotong ucapan orang tua. Dan harus....?"


"Nurut,"jawab Rendy. Rahma tersenyum manis saat Rendy mengalah.

__ADS_1


Setelah mengucapkan pesanan dan selang sepuluh menit makanan sudah ada di atas meja. Rendy tentu dengan antusias nya melahap makanannya. Sedangkan Rahma yang hanya memesan minuman hanya tersenyum hangat dan sesekali tanganya yang sibuk membersikan mulut Rendy yang belepotan Es crim.


"Ayah pasti kerja, kalau tidak sudah Rendy ajak,"ucap Rendy dengan mulutnya yang penuh dengan makanan. Rahma kembali memincingkan matanya memberikan peringatan kepada Rendy.


"Lupa ya? Kan bunda pernah bilang gak boleh ngomong saat sedang makan,"ucap Rahma. Rendy tersenyum manis kemudian menganguk.


"Rahma? Seorang pria berjas biru dongker yang memangil Rahma membuat sang empu terkejut dan langsung menoleh.


"Alan!?"


"Benar kamu ternyata? Boleh duduk'kan?"pria bernama Alan tersebut melirik Rendy yang sedang lahap makan.


"Boleh,duduk aja,"jawab Rahma.


Sama halnya dengan Devan yang baru datang dan langsung mencari keberadaan Jessika. Setelah ketemu langsung pria itu menghampirinya. Tak lupa pelukan dan kecupan sayang yang diberikan Devan sebagai rasa kerinduannya pada sang kekasih.


"Maafkan kesibukan ku sayang,"ucap Devan.


"Sulit sekali menghubungimu, hampir saja aku mati karna menahan rindu," jawab Jessika kesal.


Yah, dia Jessika gadis cantik yang berumur 23 tahun yang menyandang status sebagai kekasih Devan sejak tiga bulan yang lalu. Hubungan mereka memang selalu berjalan dengan baik karena Jessika yang menurut Devan pengertian padanya dan tidak menuntut banyak waktu membuat mereka tidak pernah bertengkar atau berdebat.


Tak banyak orang tau bahwa mereka sepasang kekasih. Devan memang menutup fakta itu dari orang-orang, bukan tak mau memperkenalkan Jessika, hanya saja Devan tidak suka keributan dan kehebohan yang diciptakan orang-orang ketika mengetahui itu nantinya.

__ADS_1


"Kamu sudah pesan?"tanya Devan. Jessika menganguk sebagai jawaban.


Lama mengobrol membahas hubungan mereka dari Jessika yang ingin dipercepat dinikahi dalam bulan ini kembali membuat Devan tertekan. Bukan tak mau menikahi Jessika  hanya saja gadis itu belom bisa mengambil hati Rendy hingga Devan belom berani menikahi Jessika.


Pernah sekali Devan mengajak Jessika bertemu dengan Rendy, tetapi respon Rendy dan sikap Jessika membuat Devan ragu, tapi Devan mencoba paham bahwa antara Jessika dan Rendy belom terbiasa jadi Devan memakluminya.


"Hahahahhaah....om Alan lucu yah bunda?"merasa familiar dengan suara tawa anak itu membuat Devan mengidarkan pandangannya dan benar, tak jauh dari tempat duduknya ada Rahma dan putranya terlihat bahagia. Eh, tunggu siapa pria itu?.


Devan masih terus memperhatikan sampai-sampai Jessika yang tetap berbicara panjang lebar tak Devan hiraukan. Hatinya seketika memanas ketika melihat Rahma tertawa lepas bersama pria tak dikenalnya itu.


"Devan!" Devan menoleh sejenak pada Jessika yang tampak kesal karna tidak dihiraukan.


"Kamu lihat siapa sih?"tanya Jessika mengikut arah pandang Devan.


"Bunda kamu tetap cantik yah ternyata Rendy. Sama seperti terakhir bertemu dengan om SMA dulu." Ucapan pria itu yang memuji Rahma membuat Devan tak bisa mengontrol diri. Dengan cepat ia bangkit dari duduknya tanpa menghiraukan Jessika yang sudah berteriak memangil namanya.


Brak!!


#Bersambung😁


kira-kira Devan kenapa yah


jangan lupa di like yah

__ADS_1


__ADS_2