DUDA NYEBELIN

DUDA NYEBELIN
Zahra


__ADS_3

Selamat membaca❤


Sekarang pasti aku bakal tidak diejek lagi oleh teman-temanku,"ucap Rendy. Devan langsung menghentikan aktifitas makan nya, sedangkan Rahma menatap hangat pada Rendy. Gadis itu tau kemana arah ucapan anak itu. Berbeda dengan Devan yang sudah salah arti.


"Kenapa, mereka mengejek putra ayah, hm?apakah ada yang memiliki tas yang lebih mahal darimu? Atau sepatumu kurang bagus di mata mereka? Siapa yang berani mengejek anak ayah? Katakan saja akan ayah keluarkan mereka dari sekolah nanti?!"tanya Devan.


"Bukan itu, tapi mereka mengejek aku karena aku gak punya--"


"Sekarang 'kan sudah ada. Bunda nanti akan marahi mereka yah,"potong Rahma. Rendy menganguk patuh sedangkan Devan langsung bungkam dengan wajah cengonya.


"Kalian ngomongin apa?"tanya Devan.


"Nenek,Rendy berangkat dulu,"pamit Rendy. Mereka kini memang sudah berada di halaman rumah sambil menunggu mobil mewah ayahnya yang baru saja dikeluarkan dari garasi.


"Salim dulu,"perintah Rahma. Rendy menurut. Rendy langsung berjalan mendekati neneknya dan mencium  tangan sang nenek.


"Ck, lama sekali!" Gerutu Devan saat pak doni belum selesai mengeluarkan mobil laborghini miliknya.


Wajar saja susah. garasi mobil dirumah agam tidak terlalu besar, dan seharusnya hanya muat tiga mobil saja. Tapi Devan malah menempatkan enam mobil jadi mengeluarkan mobil yang terparkir dibagian belakang harus mengeluarkan yang depan dulu.


"Sepertinya, aku harus mengusur rumah tetangga kita. Garasi kita tidak muat menampung mobil-mobil mewahku,"ucap Devan,mamanya hanya menjelik jengah.


"Cih terus saja terus,pamer secara halus. Tidak pamer tidak afdol. Cibir Rahma yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Devan.

__ADS_1


"Bilang saja dirimu sirik,"ejek Devan.


"Dih, ogah siapa juga yang sirik dengan duda seperti anda!"


"Ayah, bunda jangan berantem," lerai Rendy hingga menghentikan umpatan yang lirih Devan lontarkan.


*******


"Rendy,nanti jangan lupa pamerkan baju mahalmu yah, sayang,"seru Devan saat sudah sampai di depan sekolah sang anak.


"Apa yang kau katakan duda laknat? Ayah macam apa kau yang mengajarkan anak pamer sejak dini?!"ucap Rahma.


"Sudah,nak jangan ikuti tingkah gila,ayahmu itu,"nasehat Rahma. Rendy pun menurut.


Cupp!


"Belajar yang rajin,jangan berantem,jadi anak yang baik yah,sayang. Nanti siang bunda jemput."


"Siap bunda!"jawab Rendy patuh.


"Rendy!"langkah Rendy terhenti dan langsung menatap sang ayah yang sudah berdiri di depannya. Devan berjongkok dan membuka dompetnya.


"Nih, bagikan satu-satu sama teman-temanmu nanti,jangan lupa katakan pemberian dari daddy Devan,oke!" Ucap Devan sambil memberikan beberapa lembar uang bergambar soekarno hatta yang wanginya dicintai sejuta umat bumi tersebut pada Rendy.

__ADS_1


"Kau berniat sedekah,apa kembali berniat pamer?!"sentak Rahma.


"Dua-duanya!"


**********


Disebuah sekolah paud terkenal di salah satu kota ini terdapat beberapa anak-anak yang menjadi siswa sedang duduk rapi mengikuti intruksi dari sang guru yang mengatakan bahwa siapa yang duduk paling rapi akan pulang duluan.


"Rendy kamu kenapa duduk disitu?bukankah sudah ibu bilang bahwa anak laki-laki tidak boleh duduk sama anak perempuan,"tegur bu nisa selaku guru kelas.


"Kata ayah, anak laki-laki harus bisa lindungi anak perempuan, bu"jawab Rendy polos.


Bu nisa kembali menghela nafas panjang guna  mempersiapkan dirinya supaya tidak terkena stroke mendadak karena mendengar jawaban ambigu dari siswanya yang paling bandel tersebut.


"Melindungi dari apa, Rendy?ini kelas seharusnya kamu mematuhi peraturan sekolah kita,paham, sayang?"


"Gak papa bu, aku mau jagain zahra aja. Kata ayah populasi penerus bangsa yang cantik harus dijaga dan yang buruk harus dimusnakan,"jawab Rendy lagi.


Gadis kecil bernama zahra Aulia tersebut menatap tajam ke arah Rendy. Sejujurnya dirinya sangat tidak senang karena Rendy selalu mengusiknya.


"Besok Zahra pindah kelas aja,"ucap Zahra melipat tangan di depan dada sambil mengerucutkan bibirnya.


#jangan lupa tinggalkan jejak❤

__ADS_1


__ADS_2