
Selamat membaca ❤️
Selama satu bulan Devan sudah menyadari perasaan nya pada Rahma. Dari gadis itu Devan mulai mengerti Arti cinta yang sesungguhnya. Ketika kita ada disisinya kita merasa bahagia.
Sejauh ini Devan merasakan cintanya, nasehat dari ibunya sekarang benar benar terjadi. Perasaan cinta yang tak terduga sekarang mulai tumbuh karena sering terjadinya kebersamaan antara mereka berdua. Kebersamaan itulah yang menumbuhkan rasa cinta di hati Devan.
Gadis yang sederhana tapi berbalutkan ketulusan hati yang luar biasa. Kasih sayangnya yang besar dan perhatian hangat nya yang tidak pernah berubah itu yang membuat Devan makin jatuh cinta pada Rahma.
"Rendy, bunda gak suka Rendy kayak gitu." Devan menatap hangat Rahma yang sedang memarahi putranya karena tadi siang bertengkar dengan anak gang sebelah sampai-sampai ibunya datang ke rumah Devan marah-marah.
Seperti yang kita tau reaksi Devan biasa-biasa saja. Pria itu tau alasan kenapa putranya memukul anak gang sebelah malah bertepuk tangan bangga.
"Ya, Rendy benci karna anak itu nakal, jadi Rendy pukul aja biar anak itu tidak nakal lagi." Jawab Rendy.
Sementara Devan menjawab " bagus nak, lanjutkan bakatmu."
Ayah laknat memang.
"Tadi mama anak dari yang Rendy pukul tadi datang kesini, dia marah sama bunda, katanya bunda gak bisa didik Rendy." Rendy hanya menunduk tak berani menatap Rahma. Devan hanya melihat dan tersenyum betapa patuh dan hormatnya putranya pada Rahma. Berbeda ketika bersama Devan.
__ADS_1
"Emang nya bunda gak bisa didik Rendy yah?" Rendy menggeleng kuat mendapat pertanyaan dari Rahma.
"Terus kenapa Rendy gak dengerin bunda. Bunda bilangkan gak boleh berantem?"
"Maaf bunda," Rendy mendongak kan kepalanya.
"Bunda pernah bilang kalau salah harus...?"
"Minta maaf." Rahma menganguk membenarkan.
"Ya sudah sekarang ikut bunda ke rumah anak itu dan Rendy harus minta maaf. Mau?" Rendy menganguk.
Rendy menoleh sejenak pada Devan yang hanya diam dan tak memberikan pembelaan sedikitpun. Rendy kembali menoleh pada Rahma dan menganguk patuh.
"Iyah bunda, Rendy minta maaf." Rahma tersenyum manis kemudian mengelus lembut Puncak kepala Rendy.
*****
Angin malam berhembus kencang. Nampaknya akan turun hujan malam ini. Rahma yang tadinya menemani Rendy tidur beranjak ke belakang menuju teras rumah. Menikmati angin malam akan membuat tenang. Gadis bersdater polos itu memejamkan matanya. Menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskan nya.
__ADS_1
"Empat bulan." Rahma menghembuskan nafasnya gusar dan kembali membuka matanya. Memikirkan waktu empat bulan lagi membuatnya menjadi resah.
"Kok aku rasanya gak mau pisah yah?" Rahma bergumam sendiri. Hingga suara Devan disampingnya menmbuahnya melonjak kaget.
"Nona buntal."
Devan berjalan mendekat. Pria itu langsung mendudukkan tubuhnya di salah satu kursi dan Rahma ikut duduk di sampingnya.
"Ada apa tuan?"tanya Rahma.
"Memangnya kenapa? Ini rumahku jadi terserah ku mau kemana!" Rahma mengerut. Bukankah dirinya hanya bertanya kenapa. Lalu kenapa Devan malah tidak nyambung ketika ditanya.
"Aku hanya bertanya, bukan tidak suka tuan kesini ?" Jawab Rahma.
Devan lansung bungkam. Devan menggaruk dagunya yang tak gatal. Rahma hanya diam dan menunggu saja sebenarnya apa yang mau Devan katakan.
"Rahma besok temani aku kekantor." Rahma terkejut. Dirinya tidak sedang berada di mode halu akibat keresahan empat bulan lagi.
"M-menemani tuannn?"
__ADS_1
...*Maaf yah author jarang up lagi soalnya sibuk kerja😁jangan lupa tinggalkan jejak yah❤️ Babay...