
Selamat membaca ❤️
"Kau?!"
"iya"
Siska. Wanita itu adalah Siska. Entah ada tujuan apa dia datang malam-malam ke rumah Devan dan hanya seorang diri.
"Siapa?" Tanya Devan yang masih duduk di meja makan bersama Rendy.
"Suaranya seperti Tante jelek itu," jawab Rendy. Devan langsung berdiri setelah mendengar apa yang dikatakan anaknya benar. Siska langsung berjalan masuk dan tanpa seijin siapapun dia langsung duduk di sofa.
"Apa yang membuatmu datang kemari?!" Devan langsung bertanya tak suka.
"Rendy masuk kamar!" titah Devan. Rendy hanya menurut, tetapi Siska menahan Rendy dengan cara memegang lengan anak itu.
Devan yang merasa tidak suka dengan kedatangan Siska sekaligus muak disaat wanita itu beraninya menyentuh putranya. Dengan kasar Devan menepis tangan Siska dan menjauhkan putranya.
"Jangan sentuh anakku!" Siska hanya tertawa sinis dan mendekati Rendy yang mulai kebingungan.
__ADS_1
"Dia juga anakku, Devan." Devan berdecih kasar setelah mendengar kata anakku yang dilontarkan Siska. Sangat tidak tahu malu rupanya wanita itu menyebutkan kata anak setelah apa yang dilakukannya selama ini.
"Apa maumu?!" Devan kembali bertanya.
"Aku hanya ingin menemui putraku, apa tidak boleh?"
"Putramu?" Devan tertawa sinis.
"Sudahlah jangan bertele-tele aku sangat tidak menyukai kedatangan mu dirumahku, jadi cepat katakan apa tujuan mu datang kemari?!"
Siska menghela napas panjang. Wanita itu langsung mendekati Rendy dan menundukan tubuhnya agar bisa sejajar, Rendy hendak menjauh tetapi Siska menahan pundaknya.
Rendy menatap bingung pada Siska. Bocah itu tetap tidak mengeluarkan suaranya, sedangkan Devan hanya diam saja dan menunggu drama menjijikan sang mantan istri yang entah kapan akan selesai.
"Aku bunda kamu Rendy, dan kamu adalah anakku, kamu putra bunda!" Ucap Siska mengelus lembut pipi Rendy.
"Ya, jelaskan lah yang sebenarnya." Devan menipali dengan senyum sinis.
"Namun, lihatlah apakah dia menerimamu sebagai bundanya?"sambung Devan.
__ADS_1
Rendy kembali menjauh dari Siska. Anak itu berjalan dan bersembunyi dibalik tubuh Rahma. Siska kembali berdiri. Wanita itu tiba-tiba sudah terisak dan mendekati Devan. Tidak ada tatapan kasihan ataupun iba Dimata Devan terhadap Siska. Hanya ada kebencian yang tersirat di mata hitam miliknya.
"Devan aku--"
"Pergilah, percuma kau datang kemari kalau hanya untuk meminta maaf, aku tidak tau apa yang kau inginkan sehingga datang kemari dan berbuat seperti ini, tapi ingatlah satu hal, tidak ada kata maaf untukmu!" Devan mendorong kasar tubuh Siska agar menjauh darinya. Sungguh merasa jijik Devan melihat Siska.
"Pulanglah, selagi William masih menerimamu,"
"Devan, aku hanya ingin bertemu dengan anakku, untuk perbuatanku dulu aku minta maaf, aku mohon ijinkan aku menebus semua kesalahanku. Setidaknya kamu mengijinkan aku menyayangi Rendy sebagai anakku." Siska yang sudah terisak hebat tetap saja tidak bisa meluluhkan hati Devan. Rahma pun tak tahu harus berbuat apa dan hanya diam.
"Apa yang membuat mu jadi seperti ini Siska?" Apakah William sudah membuangmu sehingga kau ingin kembali kepadaku?" Devan tertawa jahat. Detik berikutnya tertawa Devan berrubah jadi jahat dan langsung mencekram kuat lengan Siska kemudian menarik paksa wanita itu agar keluar dari rumahnya.
"Kuusir secara baik kau tidak mau, jadi jangan salahkan aku jika mengusirmu secara kasar, dari rumahku."
"Devan...." Siska berteriak memohon.
...Apakah Siska akan diusir atau Rendy akan menahannya Karna mengetahui Siska adalah bundanya? hm jadi penasaran😁...
...tungguin part selanjutnya yah❤️...
__ADS_1