DUDA NYEBELIN

DUDA NYEBELIN
Tuan Duda Laknat


__ADS_3

Selamat membaca❤


"Mobilku ini seharga ginjalmu,"ucap Devan. Rahma menatap Devan jengah. apakah pria itu kembalu berniat pamer?.


"Aku tidak bertanya!" Ketus Rahma.


"Kecangihan nya bisa merekam jelas umpatan yang kau lontarkan,"ucap Devan.


"Bolehkah aku membunuhmu malam ini wahai duda laknat?!" Geram Rahma mengepalkan tanganya.


"Boleh, tapi kita main bunuh-bunuhan di ranjang nanti." Rahma membeo.


********


Setelah dua hari menjelang masa liburnya kini Devan sudah bersiap hendak kembali kekantor. dirinya tidak mau melepas tanggung jawab lebih lama. tentunya sebagai boss yang berwibawa Devan harus rajin, lagian sayang'kan apabila dia dirumah saja dan wajah tampanya tak terlihat oleh makhluk bumi?.


"Ayah....!"Teriakan melengking dari lantai bawah membuat Devan buru-buru menyelesaikan pangilan alamnya di dalam kamar mandi. semoga tidak ada bubur kuning yang tertingal di bokongnya? Doakan saja!.


"Iyah.... Ayah sudah siap!" Teriak Devan sambil buru-buru memakai pakaiannya.

__ADS_1


memang dirumahnya mempunyai lima pelayan wanita. tetapi mereka tidak tinggal dirumah Devan


mereka hanya akan datang pukul lima subuh dan pulang pukul empat sore. Dan Devan tidak pernah menugaskan pelayan untuk menyiapkan segala kebutuhan nya ketika hendak berangkat kerja. ia lebih suka menyiapkan pakaian nya sendiri.


******


"Bu, silahkan makan, biar saya yang memangil tuan," ucap Rahma. gadis itu memang sudah menyelesaikan tugasnya. dari membangunkan rendi sampai membantu menyiapkan persiapan anak itu.


"Iyah," jawab mama Devan.


"Anak itu memang lama jika sedang bersiap-siap, menyebalkan sekali," dumel Mama Devan. Rahma hanya tersenyum tipis dan melepaskan apron yangberada ditubuhnya, gadis itu langsung melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamar si duda tampan tapi nyebelin itu.


jika bukan karna pekerjaan dan gaji besar itu Rahma tidak akan sudi memangil Devan dan menyuruhnya turun.Berdekatan dengan Devan saja sudah memancing sakaratul maut datang.


"Tuan duda anda dipangil kebawah untuk segera sarapan!"teriak Rahma dari balik pintu kamar Devan. tak lupa ia juga mengedor-ngedor pintu kayu itu dengan kuat.


Devan yang sedang mencari keberadaan dasi birunya menghentikan aktifitasnya


sejanak. ia menoleh dan menatap kesal pada arah pintu kamarnya yang masih tertutup rapat.

__ADS_1


"Dia mau dipotong gaji rupanya, kenapa dia memangilku seperti itu," gumam Devan.


"Tuan duda apa kau mendengarkan ku? apakah kau belum bangun!?" Rahma terus saja berteriak.


Cekkleek


"Tuan duda -mphhht!"


"tutup mulutmu jika tidak mau kusumpal dengan celana dalam kotormu!" sarkas Devan melepaskan tanganya dari mulut Rahma.


"Ciihhhh....tanganmu bauk sekali,uekkk....ini menjijikan,"ucap Rahma. Devan melihat tangan kanannya kemudian dengan ragu-ragu dia mencium tanganya sendiri.


mencium tanganya yang tidak bau Devan sontak menatap Rahma kesal, gadis jorok itu ternyata mengerjainya. baiklah Devan akan melakukan pembalasan!


"Masuk!" ucap Devan sambil menarik tangan Rahma masuk kedalam kamarnya, Rahma melotot sempurna dan memberontak ketika mau masuk kedalam kamar Devan.


"Nggakk, saya tidak mau, tuan duda jangan macam-macam yah, saya tidak mau. Jangan perkosa saya, huaaa! Rahma berteriak histeris tak lupa ia tambahkan bumbu-bumbu dramatisnya yang membuat Devan geleng-geleng kepala.


"Ibu.... tuan mau melakukan hubungan terlarang!" teriak Rahma mencoba meminta bantuan kepada Mama Devan.

__ADS_1


"siapa yang mau melakukan hubungan terlarang? aku hanya mau menyuruhmu mencarikan dasiku"jawab Devan. Rahma langsung bungkam. ia mengerjap beberapa kali dan langsung menjauhkan tubuhnya dari Devan.


#jangan lupa tinggalkan jejak


__ADS_2