
Selamat membaca❤
"siapa yang mau melakukan hubungan terlarang? aku hanya mau menyuruhmu mencarikan dasiku"jawab Devan. Rahma langsung bungkam. ia mengerjap beberapa kali dan langsung menjauhkan tubuhnya dari Devan.
"Bunda, ada apa?" Devan dan Rahma langsung menoleh pada pintu. Disana sudah ada kehadiran Rendy yang terlihat sangat panik.
"Rendy, tolong bunda nak, Ayahmu mau menyakiti bunda," adu Rahma langsung berlari mendekati Rendy. Mama Devan yang melihat itu langsung tersenyum geli.
"Sungguh aktris profesional,"lirih Mama Devan.
Satu detik...!!
Lima detik....!!
Sepuluh detik....!!
"Ayah....!"Rendy berteriak marah.
"Nenek, ayah nakal ayo kita bakar celananya!"
__ADS_1
"Nenek ambil minyak tanah nya dulu," sahut mama Devan dari lantai bawah. Sementara Devan sudah mengangga tidak percaya.
"Bukan, seperti itu nak. Ayah dan bunda tadi sedang, emmmh....itu sedang merencanakan membuat adik untuk, Rendy. Yah itu dia."kilah Devan. Kini giliran Rahma yang membeo. Rahma mengelengkan kepalanya saat Rendy menatap dirinya.
"Benarkah?"tanya Rendy berbinar.
"Tidak, sayang bukan seperti itu tadi--"
"Bundamu, memang suka bercanda sayang,"ucap Devan memotong ucapan Rahma sambil merangkul pingang Rahma dengan erat.
Rendy langsung tertawa bahagia, bahkan anak itu meloncat-loncat girang. Nampaknya kali ini Devan sudah memberikan harapan kosong lagi kepada Rendy. Mana bisa Devan membuatkan adik lagi untuk Rendy. Devan bahkan tidak sudi menitipkan ****** nya di goa gohara milik Rahma. Tidak dan bahkan tidak mungkin!
"Yess, Rendy bakal punya adik,"seru Rendy. Rahma sudah kalang kabut kehabisan cara untuk menjelaskan kepada Rendy yang sudah terlanjur bahagia.
Selepas kepergian Rendy, Devan langsung menjauhkan dirinya bahkan menatap kesal pada Rahma. Rahma pun tak kalah memberikan tatapan garang kepada Devan.
"Apa?"bentak Devan.
"Tuan yang apa-apaan?! Membuatkan adik? Tuan pikir rahim ku ini sudi menerima cairan expeired dari, tuan? Bermimpi!" Ketus Rahma.
__ADS_1
"Apa makhsudmu expired, huh?!" Sentak devan berkacak pingang.
"Iyah expeired karna sudah terbengkalai bertahun-tahun. Boro-boro terasa hangat yang ada sudah dingin dan cair pula. Jawab Rahma, Devan semangkin kesal pula.
"Kita buktikan saja, ayo berbagi keringat!"
*********
Setelah pertingkaian antara ****** expired Devan dan Rahma sudah berkumpul di meja makan. Mama Devan yang melihat Devan dan Rahma saling melempar tatapan tajam hanya bisa tersenyum geli.
"Rendy, mau disuapin bunda," ucap Rendy. Rahma langsung mengalihkan atensinya dari Devan dan tersenyum manis kepada Rendy.
Rahma langsung mengeserkan bangkunya mendekati Rendy. Setelah mengambil nasi goreng Rahma langsung menyuapi Rendy. Devan yang melihat raut bahagia tanpa beban dari putra kecilnya itu ikut tersenyum. Kehadiran Rahma memang memberikan kebahagiaan besar bagi putranya.
"Nanti, yang jemput aku bunda'kan?" Tanya Rendy. Rahma tak langsung menjawab ia menoleh terlebih dahulu menghadap Devan yang juga sedang menatapnya. Pria itu mengangguk memberikan isyarat.
"Tentu saja, nanti bunda jemput,"ucap Rahma. Rendy kembali tersenyum bahagia.
"Sekarang pasti aku bakal tidak diejek lagi oleh teman-temanku,"ucap Rendy. Devan langsung menghentikan aktifitas makan nya, sedangkan Rahma menatap hangat pada Rendy. Gadis itu tau kemana arah ucapan anak itu. Berbeda dengan Devan yang sudah salah arti.
__ADS_1
#Jangan lupa tinggalkan jejak ❤
#jangan lupa di vote❤