
Selamat Membaca...
Devan...!" Siska berteriak memohon.
"Satpam!"
"Cepat bawa dia keluar dan jika dia datang lagi jangan bukakan pintu untuknya!"perintah Devan.
"Baik, Tuan!"
"Devan, tolong maafkan aku, aku hanya ingin bertemu dengan putraku, Devan." Siska terus saja berteriak memohon, tetapi Devan tidak menghiraukan nya dan terus berjalan masuk ke dalam rumahnya.
Brakkk!
Pintu rumah ditutup kasar. Rahma dan Rendy hanya diam dan menatap takut pada Devan yang kali ini terlihat sangat menakutkan.
"Bunda," pangil Rendy pelan.
"Ssst....diamlah, bunda juga takut pada ayahmu," jawab Rahma sedikit berbisik.
Napas Devan terlihat masih memburu. Pria itu kemudian berjalan mendekati Rahma dan putranya. Rendy berjalan mundur dan menarik sedikit piyama Rahma dan otomatis Rahma ikut mundur.
"A--ayah Rendy dan bunda enggak salah. Jangan marahi kami." Ucap Rendy lirih. Devan sontak tersenyum geli. Rendy yang melihat Devan tersenyum merasa lega begitupun juga Rahma.
"Aku bersumpah, setelah ini tidak akan mengatai-ngatai kamu lagi," ucap Rahma mengangkat kedua tangannya ke udara.
__ADS_1
Keesokan Harinya...
Hari ini genap satu bulan Rahma bekerja di rumah Devan. Satu buah amplop tebal berisi kertas kebahagiaan sudah berada di tangan Rahma. Tentunya gadis itu sangat bahagia. Rahma hari ini memutuskan satu hari izin untuk pulang dulu ke rumahnya. Dengan berat hati Devan mengiyakan meskipun rasanya tak rela apabila Rahma tidak ada dirumahnya meskipun satu hari.
"Bunda, Rendy boleh ikut?" Berulang kali kalimat itu Rendy lontarkan kepada Rahma.
"Tidak, sayang bunda hanya satu hari, besok sudah pulang kembali,"jawab Rahma.
Rendy menunduk lemah. Sedangkan Devan hanya diam meskipun ia juga merasa tak rela jika Rahma harus pulang meskipun hanya satu hari. Tetapi, Devan juga tidak berhak melarangnya untuk pulang.
"Ya sudah, bunda pergi dulu," Rahma beranjak pergi.
Rahma hendak berjalan keluar, disaat gadis itu hendak keluar gerbang ia kembali menoleh dan melihat kebelakang disana Devan berdiri diam di dekat pintu. "Tuan, jangan rindu yah," kedipan jahil dari manik hitam milik Rahma membuat Devan bergidik ngeri.
Rahma memang menolak ketika Devan menawarkan untuk mengantarkan nya.gadis itu tentunya tidak mau merepotkan.
"Ya sudah,"
*****
Kesepian!!!!
Itulah yang dirasakan Devan ketika Rahma tidak ada dirumahnya. Hari Minggu biasanya Devan akan mengotak atik laptop-nya dan ditemani gadis itu disampingnya.
Terbiasa satu bulan penuh bersama gadis itu membuat Devan merasa beda disaat satu hari tidak ada gadis itu disampingnya. Tidak ada teman berdebat, bertengkar, bahkan tidak ada yang menjahilinya hari ini. Hidupnya seakan akan tidak menyenangkan dan membosankan.
__ADS_1
Begitupun Rendy yang hanya dari tadi mencoret coret kertas di kamarnya untuk melampiaskan rasa bosan nya. Bahkan Riki yang memanggilnya dari tadi tidak ia hiraukan.
"Kenapa hari lama sekali," Devan bergumam kesal karena sudah lama ia rasanya mengalihkan pikiran pada pekerjaan,tetapi jam tetap tidak bergerak sama sekali, sudah tidak sabar sekali ia menunggu hari esok dimana Rahma akan pulang kerumahnya lagi.
Sedangkan Yunita hanya bisa tersenyum melihat anak dan cucunya yang nampak tidak bergairah karena tidak ada Rahma dirumahnya. Wanita paruh baya itu langsung mendekati putranya dan Rendy.
"Rendy,"pangil Yunita.
"Bosan yah?" Rendy mengangguk.
"Rindu, bunda,"lirih Rendy.
"Aiss, ini bahkan baru tujuh jam dari kepergian Rahma. Lagian kan bunda sudah bilang kalau besok pagi akan datang kesini lagi. Rendy hanya terdiam dan menunduk lemah.
"Besok masih lama, apa aku putar saja jam nya biar lebih cepat?"otak polos Rendy kembali bekerja. Bocah itu langsung melihat dinding yang menunjukkan pukul dua siang.
"Yah, gak bakal bisa membuat berganti harilah sayang,"jawab Yunita. Rendy hanya mendesah kecewa. Bocah kecil itu langsung bangki dari duduknya dan naik ke atas lantai. Yunita dan Devan hanya memperhatikan dan diam melihat tingkah Rendy.
Malam kembali tiba. Devan menatap ponselnya dan melihat nomor Dinda di handphone. Mau menelpon? Tetapi tidak tau apa yang harus dikatakan? Tidak mungkin Devan mengatakan bahwa ia rindu bukan? Tetapi apabila tidak ditelpon Devan resah sendiri.
"Aarghh... Kenapa aku bisa seperti ini!" Gerutu Devan merasa frustasi.
...hm ternyata benih benih cinta udah mulai tumbuh nih😂...
...heheheh maaf yah cerita nya author gantung biar kalian makin penasaran😁dan maaf juga author cma bisanya sehari satu part karna kesibukan kerja😁...
__ADS_1
...tungguin part selanjutnya yah Babay❤️...