
Selamat membaca❤
Devan yang sedang duduk di kursi kebangaanya melirik sejenak pada jam tangan mahal miliknya. Sepuluh menit lagi jam pulang anaknya telah tiba dirinya tidak akan membiarkan putra kebangaan nya diajak Rahma pulang naik angkot oleh si induk ikan buntal itu. Bisa lecet nanti putra kesayangan nya apabila ditempeli bau keringat oleh rakyat jelata.
Tok...Tok...Tok.!!
"Masuk!"
"Bapak memangil saya?"seorang pria berpakaian hitam formal menunduk hormat kepada Devan.
"Iyah, pergi ke sekolah anak saya dan jemput dia,"perintah Devan.
"Baik tuan,"
"Jangan lupa bawa juga si induk ik--makhsud saya bawa juga gadis yang sedang menjemput anak saya,"ucap Devan
"Baik tuan,kalo begitu saya permisi!"
******
"Zahra, kamu jangan marah!"Rendy berlari cepat menyusul Zahra yang sudah berjalan hendak keluar gerbang menuju ibunya menjemput.
"Aku gak suka, Rendy deket-deket aku terus!"teriak Zahra kesal. Rendy menatap anak itu sedih.
__ADS_1
"Kenapa?apa karena baju aku jelek?ini baru kok, tas aku juga baru nih liat bisa nyala,"jawab Rendy.
"Udah jangan deket-deket,"omel Zahra.
"Rendy gak punya bunda! Wlee...."segerombolan siswa tak jauh dari tempat Rendy dan Zahra berseru ramai-ramai mengejek Rendy.
Sebenarnya pembullyan itu sudah 2 bulan berlangsung berturut-turut, tetapi Rendy tak memberitahu ayahnya. Teman-temanya mengetahui bahwa Rendy tak punya bunda karena dua bulan lalu sekolahnya mengadakan pentas puisi dan guru-guru mengundang orang tua para siswa dan tentu pada saat itu Rendy hanya datang bersama ayahnya.
"Wuuu....Rendy gak punya bunda!"Rendy menatap sendu pada teman-teman sekelasnya.
"Punya kok,"teriak Rendy kesal.
"Udah, Rendy jangan didengerin, ayo!" Zahra yang sejak tadi berdiri di sampinya angkat bicara memberikan pembelaan pada Rendy. Gadis kecil itu langsung menarik pergelangan tangan Rendy menjauh, tapi Rendy tetap engan menjauh.
"Mana?!huuu..."
"Punya kok,liat saja bentar lagi datang, kalian pasti akan dimarahi,jawab Rendy.
"Rendy jangan berantem dong Zahra gak suka," lirih Zahra menarik ujung seragam Rendy.
"Bentar Ra, aku harus pamer bunda aku dulu,"jawab Rendy.
"Biarin aja mereka Rendy, nanti mereka malah nambah ejek kamu,"ucap Zahra.
__ADS_1
"Kamu gak percaya kalau aku punya bunda, Ra?aku punya kok, makanya tunggu bentar lagi bunda aku datang,"jawab Rendy. Zahra langsung diam. Gadis kecil itu sebenarnya mengerti perihal sahabatnya Rendy yang tidak punya bunda,mamanya pernah menjelaskan.
"Mana bunda kamu,Rendy katanya ada?!bohong pasti'kan?"siswa-siswa tersebut masih belum berhenti mengejek Rendy.
"Hei...kalian anak nakal!"semua orang langsung menoleh pada gadis cantik yang baru memasuki gerbang sekolah.gadis dengan sebuah pisau besar di tanganya serta lipstik yang menyala itu langsung mendekati segerombolan siswa yang mengejek Rendy.
Ya,dia Rahma. Hampir dua jam gadis itu bersiap mendadani dirinya supaya ketika menjemput Rendy dirinya tidak akan membuat Rendy malu. Bahkan Rahma reka mengeluarkan dress paling bagus supaya nanti akan menutupi perkara hidup miskinya dan bisa terlihat pantas untuk menjadi bunda Rendy.
"Bunda.."Rendy berseru bahagia."ayo,Ra!" Ajak Rendy menarik tangan Zahra.
"Siapa yang tadi mengejek putra kesayangan bunda,tadi huh?!" Rahma mengacungkan pisau ditanganya. Bukan!itu bukan pisau melainkan case di hp.
"Siapa yang bilang,kalau Rendy tidak punya bunda?"jika tante masih liat masih ada yang mengejek putra, tante awas kalian yah!"ancam Rahma sambil mengancungkan pisaunya.anak-anak itu sudah pucat pasi terlebih lagi melihat wajah seram Rahma.
"Ayo berjanji,jangan pernah mengejek putra tante lagi!"
"Kami janji, tante."jawab mereka serempak.
"Bagus,kalo masih tante potong itit kalian, paham?!"
"Paham, tante."
"Baiklah sekarang kalian pulang,dan jangan pernah nakal lagi."ucap Rahma. Bocah-bocah tersebut langsung lari terbirit-birit.
__ADS_1
#jangan lupa vote ya😊