DUDA NYEBELIN

DUDA NYEBELIN
Celana andalan


__ADS_3

Selamat membaca❤


Devan menatap sendu laptop bermerek apel di gigit monyet yang telah retak tersebut. Pasalnya dirinya sudah menghabiskan dua malam


untuk mendownload puluhan vidio pelampiasan kala efek duda nya bangkit.


"Bunda dimana?kata, ayah bunda sudah, ayah beli kenapa sekarang dia tidak ada dirumah?" tanya Rendy menyampaikan keresahan.


"Oh, tadi dia sudah ayah buang kembali,Nak. bakteri lumut itu tidak pantas jadi bundanya, Rendy jadi tidak usah mencarinya lagi ya,sayang.minggu depan kita akan cari yang lain saja, ayah juga sudah memiliki beberapa rekomendasi bunda yang bagus untuk Rendy. Bagaimana setuju!?"


"Nenek.....! Celana andalan, ayah kita bakar malam ini,"Teriak Rendy, Devan melotot sempurna. Tidak. Tidak boleh. Celana andalan itu berupa celana unlimitied edision sepelanet bumi. kenapa ancaman yang Devan terima harus melibatkan celana andalannya?!


kenapa sulit sekali menyingkirkan gadis gila bernama Rahma tersebut. Bahkan hanya mengusirnya saja Devan sudah diancam membakar celana andalanya.lantas bagaimana jika Devan sudah mengirim gadis itu ke planet venus. mungkin dirinya bisa dibunuh oleh ibu dan anaknya.

__ADS_1


"Devan...!"Devan yang masih dalam posisi memegang laptop mahalnya yang telah rusak tersebut langsung menoleh pada asala suara itu. Ibunya sudah memegang korek api dan minyak tanah untuk membakar celana andalanya.


"Ibu.....!Telah kau kemana 'kan gadis itu,huh?" nyali Devan menciut mungkin dirinya haru mengalah dan membawa kembali si bakteri malaria itu malam ini demi menyelamatkan celana andalanya. ya, Devan harus membawa kembali gadis itu,Devan harus membelinya lagi.


Devan langsung mengangkat kedua tanganya dan nenyengir onta.


"Oooh, hehehhe...em, itu anu, tadi bundamu sedang pulang mengambil pakaian nya


Rendy. yah benar, mengambil pakaiannya," jawab Devan sambil beranjak dari duduknya dan langsung berlari mengunakan jurus seribu bayangannya dan cepat sampai dikamarnya. Celana andalanya harus diselamatkan terlebih dahulu.


*****


Dengan berbalutkan piyama satin hitam polos Devan kini sedang menyusuri jalanan kota mengendarai mobil mewah bermerek ferrari 488 spinder seharga orgab tubuh manusia yang baru saja dia beli kemarin.

__ADS_1


Bahkan ibu dan anaknya tidak membiarkan nya memakai setelan jas mahalnya terlebih dahulu sebelum menjemput si induk ikan buntal tersebut. Bukan apa-apa hanya saja Devan merasa kadar ketampanan nya berkurang apalagi tidak memakai pakaian mahalnya.


"Gadis itu sunguh menyusahkan saja." Bagaimana bisa seorang tuan Devan Alexander harus bersikap pasrah hanya demi gadis bernama Rahma beraroma jogong violet itu," celoteh Devan.


Tidak lupa matanya melirik sana sini demi mencari keberadaan si induk ikan buntal itu yang tadi sore telah dia coret dari daftar sayembara pencarian bunda ny,Rendy.


"Barang yang sudah kubuang seharusnya tidak boleh kupungut kembali," ucap Devan.


"Dimana keberadaan mu wahai, induk ikan buntal? apakah hidupmu segabut itu sehingga kau selalu merepotkan diriku." Devan lagi-lagi berbicara sendiri.


"Ibu benar-benar tidak akan melepaskan celana menjijikan tersebut apabila perempuan itu tidak kau bawa kembali kesini."


Devan mengelengkan kepala nya kuat kala mengingat ucapan ibunya tadi. Tidak boleh. Celana berharga Devan tidak boleh lecet sedikitpun,! sudah cukup dirinya kehilangan vidio empat mata tidaknya malam ini hanya karena gadis bernama Rahma itu, Devan tidak mau jika sampai celana andalanya harus dibakar.

__ADS_1


#Jaangan lupa tingalkan jejak❤


__ADS_2