
Selamat membaca❤
"Yey! terimah kasih ayah,akhirnya aku memiliki bunda baru."
"Sama-sama sayang,"ucap Rendy
"Yasudah besok kau akan aku jemput disini."ucap Devan menarap Rahma
"Baik tuan."
***
Keesokan Harinya
Devan sudah berada di pasar untuk menjemput si induk ikan buntal, dengan berbalutkan sarung tangan dan masker hitamnya Devan berjalan pelan bak siput menyelusuri lorong neraka tersebut untuk mencapai tempat persemayaman si gadis induk ikan buntal yang diinginkan anaknya.
"Induk ikan buntal!"
"Astaga,anda mengagetkan ku, tuan!"ucap Rahma.
"Ya, akhirnya ketemu juga dirimu wahai, nona buntal,"seru Devan dan langsung menarik tangan Rahma menuju ke mobilnya.
"Kau sebenarnya mau bawa aku kemana?"sarkas dinda.
"Kerumah ku,"
__ADS_1
***
Lima belas menit perjalanan diiringi obrolan ambigu kedua insan itu akhirnya sampai di rumah mewah Devan. Rahma hanya membeo bak anak ayam tersesat kala melihat bangunan yang tak bisa lagi dibilang rumah tersebut. Baginya ini adalah istana.
"Ayo masuk, anak ku sudah menunggu,"ucap Devan
Rahma hanya menurut sambil mengumpat dalam hati. Bagaimana bisa dia bisa bertemu dengan pria sombong dan nyebelin seperti Devan
"Bunda....!"albi yang baru saja menuruni tangga bersama sang nenek langsung berlari dan memeluk Rahma erat.
"Bunda?"gumam Rahma keheranan. Rahma melirik Devan yang sudah melotot mengisyaratkan agar Rahma hanya bisa menurut saja dengan jalan cerita yang bahkan tidak diketahuinya ini.
"Ahh,iyah sayang. gimana kabar kamu?"
"Sudah dong, sayang. Ayahmu ini, 'kan baik hati dan kaya raya jadi tidak menepati janji itu bukan, ayah Devan namanya,"jawab Devan bangga. Rahma hanya bisa menatap Devan bagaimana bisa dia bisa bertemu dengan pria seperti Devan. Mungkin pria itu berupa produk salah gagal makanya bisa memiliki sifat nyebelin seperti itu.
"Waaahh, jadi sekarang, bunda bisa tinggal bersama kita?"tanya Rendy kembali
"tentu saja. Dia sudah, ayah beli, jadi sekarang dia akan tinggal disini bersama kita." Belum sempat Rahma mengeluarkan suaranya Devan sudah lebih dahulu menyahut.
"Sekarang kamu senang bukan?" Rendy menganguk antusias.
********
Setelah Rendy tidur, Rahma pulang karna dia tidak mau serumah dengan Devan si duda nyebelin.
__ADS_1
Keesokan harinya
"Ayah.....! Rendy berteriak kencang kala melihat Devan dengan santai berkutak dengan laptop sedangkan sekarang Rendy sedang khawatir lantaran sang bunda telah hilang bak ditelan bumi.
Gubbrakk!
"Oh,no! harta sosis panjang lima belas cm dan berdiameter lima milikku!" teriak Devan.
"Astaga, hancur laptop tempat berkumpulnya vidio empat tidak ayah, nak!"sambung Devan sambil menjambak rambut hitam berkilaunya frustasi.
"Itu vidio empat mata tidak vidio jenis apa, ayah?" tanya Rendy polos.
"Itu vidio pemersatu bangsa, nak!" jelas Devan yang masih bisa sabar meskipun rasanya malam ini dirinya telah berasa kehilangan sebelah jiwanya. sedangkan Rendy terdiam mencoba memahami arti dari ucapan sang ayah.
"pemersatu bangsa?"gumam Rendy dengan polosnya
"Penyatu tiang listrik dan goa gohara,"jawab Devan. melihat ekspresi Rendy yang kebingungan membuat Devan kesal sendiri.
"Sudahlah lupakan, Ada apa?" Sengah Devan mengambil laptopnya yang masih tergeletak dengan kondisi mengenaskan dilantai kramik berlian rumahnya.
Devan menatap sendu laptop bermerek apel di gigit monyet yang telah retak tersebut. Pasalnya dirinya sudah menghabiskan dua malam
untuk mendownload puluhan vidio pelampiasan kala efek duda nya bangkit.
#Jangan lupa tingalkan jejak❤
__ADS_1