DUDA NYEBELIN

DUDA NYEBELIN
Devan cemburu


__ADS_3

Selamat membaca ❤️


"Tuan?"


"Iyah ini aku, jangan salah paham karena aku cuma mau menyampaikan bahwa kau harus pulang besok karna Rendy sudah menunggu mu. Seperti biasa Devan tanpa ditanya akan menjelaskan sendiri. Devan langsung ikut duduk di samping pria berkemeja hitam yang sedang bergobrol ria dengan Rahma.


"Hanya mau memberikan nasihat bahwa bertamu di rumah perempuan malam malam tidak baik." Devan mulai beraksi dalam ajang sindir menyindir. Tidak ingatkah pria itu bahwa dia juga bertamu malam-malam.


"Dia ini --" ucapan Rahma terhenti ketika mau memperkenalkan karena Devan langsung menyela.


"Bukan siapa-siapa kami hanya teman dekat." Rahma hanya bergulum senyum kala Devan mengatakan itu.


"Ih yah, aku Reno, aku--"laki laki bernama Reno itu tak melanjutkan ucapannya kala Devan langsung menyerka kasar.


"Aku tidak berniat mengetahui namamu!" Reno langsung bungkam . Suasana yang sejak tadi sudah dingin seketika menjadi semakin dingin sejak kedatangan Devan. Manik hitam milik pria itu tentu saja menyiratkan tidak suka pada Reno. Reno langsung cangung sendiri.


Rahma hanya diam menyaksikan ekspresi Devan yang entah kenapa sangat mengemaskan malam ini. Rahma jelas saja sudah mengetahui bahwa Devan sedang menahan amarah saat ini.


"Jika aku liat liat kamu masih muda?berapa umurmu?"tanya Devan. Baru saja beberapa detik Devan tidak mau mengetahui nama Reno tapi kenapa sekarang malam Bertanya. Sungguh aneh sekali!.


"Jadi kau suka yang berondong?" Tanya Devan.


"Apa maksudmu?aku--"


"Huu---- panas sekali, aku merasa panas." Devan mengibaskan bajunya sedangkan Reno dan Rahma hanya menatap heran.


Beberapa detik Devan sibuk menghilangkan keringatnya. Devan kembali menatap Reno yang bak seperti penjahat yang siap dimutilasi. Bahkan pria itu tidak mau mengungkapkan satu katapun kalau tidak ditanya oleh Devan.


"Dek, kamu masih kecil tidak sepantasnya menyukai tante-tante!" Rahma terdiam. Apakah Devan sedang cemburu sehingga mengatainya tante-tante?jika benar sedang cemburu apakah tidak ada cara lain mengekspresikan kecemburuan nya dengan cara menjelek jelekan Rahma.

__ADS_1


Sangat kurang ajar!..


"Bukan s--"


"Kau masih kecil jangan mendekati perempuan jika belum bisa membahagiakan nya. Ingatlah menjalin rumah tangga itu rumit.kau bisa dijadikan SOP apabila dirumah kehabisan bahan masakan." Dengan bijak dan nada ketidaksukaan Devan menjelaskan. Reno hanya bisa mengangguk.


"Apa yang kau katakan, dia itu sebenarnya--"


"Kau juga, nona lele! Harusnya kau juga harus bisa memilih pasangan yang bermutu. Setidaknya kelak bisa memperbaiki keturunan. Jangan malah memperburuk." Reno tersentak. Kalimat yang baru saja Devan lontarkan jelas saja memiliki arti penghinaan secara halus yang tertuju padanya.


"Kak Rahma aku pamit pulang, mama baru saja mengabarkan bahwa kucing kami akan melahirkan, aku harus membantunya bersalin." Reno langsung beranjak pergi.


"Ya cepatlah, jangan sampai kucing mu pecah ketuban gara2 terlalu lama menunggu mu." Devan menimpali.


"Iyah hati-hati, titip salam sama Kila." Jawab Rahma.


"Panas yah?" Tanya Rahma.


"Iyah panas sekali." Devan menjawab dengan senyum kekesalannya.


"Dia sepupuku, anak dari bibi Hana adiknya ayah." Rahma menjelaskan. Devan seketika menghentikan kibasan tangannya dan menatap kaget Rahma. Lagi lagi Devan harus menanggung malu karna salah tempat kecemburuan, tetapi tetap saja bukan? Bisa saja Rahma dan cowok tadi berpacaran meskipun mereka sepupu an.


"Kenapa,kau cemburu?"tanya Rahma.


"Ngakk!" Kila Devan dengan nada lantang.


"Tapi dia beneran suka sama aku," ucap Rahma menjahili Devan.


"Beneran?" Devan melotot sempurna.

__ADS_1


"Cemburu yah?" Tanya Rahma lagi.


"Ngakk!"


"Iyah beneran suka, dulu ia pernah mengungkapkan perasaan nya padaku." Rahma semakin gencar menjahili Devan.


"Kencing aja belom lurus udah sok-sok'an." Cibir Devan.


"Tu'kan cemburu?"


"Enggak!" Elak Devan. Rahma langsung tertawa. Gadis itu langsung menoel pipi Devan yang merah.


"Ck, kau tidak mahir menutupi drama kecemburuan, Tuan." Rahma tersenyum menggoda.


"Ngarep banget mau aku cemburu." Ejek Devan.


"Ngak ngarep, tapi karena udah liat bukti yang ada jadi aku merasa yakin bahwa jimat buntal ku telah berkuasa."


"Ini sudah satu bulan, empat bulan lagi kontrak mu akan habis." Devan mengingatkan. Rahma mengangguk dan tersenyum kecil.


"Iyah, yah gak terasa bentar lagi akan habis kontrak kerjaku,"jawab Rahma. Melihat raut wajah kesedihan di wajah Rahma membuat Devan tak tega.


"Akan diperpanjang apabila kinerja mu bagus."


"Rahma, ada tamu yah siapa?" Pria paruh baya keluar dari dalam rumah. Devan menoleh dan langsung bangkit dari duduknya.


"Paman." Devan langsung menyapa hormat.


... Tungguin part selanjutnya yah Babay ❤️...

__ADS_1


__ADS_2