Elena; Ratu Dari Ardorarias

Elena; Ratu Dari Ardorarias
Part 12; Kemunculan Putri Ardorarias


__ADS_3

Pagi sekali setelah beberapa orang datang menjemput Elena, rumah yang selama 26 tahun telah Elena tempati mendadak ramai dengan awak media. Beberapa warga sekitar juga ikut berbondong berkumpul memperhatikan rumah milik Daniel Rosamun itu. Warga sekitar tidak percaya jika selama ini mereka tinggal sangat dekat dengan calon penerus Kerajaan Ardorarias itu.


“Tidakkah kalian tahu jika Elena adalah putri dari Raja Ardorarias V?” tanya salah seorang awak media kepada warga sekitar.


“Tidak. Selama ini kami hanya mengenal Elena sebagai putri dari Dokter Daniel.” jawab warga sekitar yang sedang diwawancarai oleh reporter.


“Dan apakah kalian tahu ke mana perginya Dokter Daniel?”


Warga sekitar kompak menggelengkan kepala mereka, “Pagi sekali setelah rombongan istana datang menjemput Elena—Putri Elena maksud saya, Dokter Daniel langsung pergi dengan menggunakan mobil miliknya.”


Kepergian Daniel Rosamun itu sendiri meninggalkan luka bagi sebagian warga di sana. Daniel dikenal sebagai Dokter yang sangat baik. Ia selalu membuka praktek pengobatan gratis untuk warga sekitar yang kurang mampu. Ditemani oleh Elena yang warga sekitar anggap sebagai putri satu-satunya Daniel, Daniel dan Elena sudah banyak membantu warga sekitar yang kesusahan.


Elena yang sudah sampai di kediaman keluarga kerajaan pun langsung disambut penuh suka cita oleh Raja dan Ratu. Semua keluarga, petinggi istana, pejabat, politisi dan para pelayan juga menyambut kedatangan Elena. Namun Elena bisa melihat raut sebagian besar orang di sana tidak ada yang mengharapkan kedatangan dirinya. Ia mencoba tetap bersikap seramah mungkin pada mereka.


“Yang Mulia Raja, saat ini awak media sedang dihebohkan dengan kemunculannya Putri Elena. Untuk sementara, sebaiknya Putri Elena diberikan waktu untuk beristirahat dahulu.” ucap salah satu pejabat di istana.


Raja Ardorarias menggelengkan kepalanya cepat, “Tidak. Putri Elena sudah lama beristirahat dan selama ini ia sudah mempersiapkan akan datangnya hari ini. Mulai besok ia akan muncul dan mengikuti serangkaian acara di istana.”


Semua pejabat, politisi serta petinggi istana yang berada di dalam ruangan itu langsung ricuh ketika Raja Ardorarias V pergi meninggalkan ruangan bersama putrinya—Elena. Raja Ardorarias pun membawa putrinya ke salah satu ruangan pribadi milik Raja. Di sana sudah ada seorang pemuda yang tengah menunggu kedatangan mereka berdua.

__ADS_1


“Hormat saya Yang Mulia Raja Ardorarias dan Putri Elena.” ucap pemuda itu sembari memberi hormat.


“Saya terima hormatmu,” jawab Raja dan beralih ke Elena di sampingnya, “Dia Farel Diggi, asisten pribadimu, Elena. Dia yang akan selalu membantu dan memberitahumu tentang sesuatu yang berkaitan dengan Kerajaan. Dan dia juga lah yang bisa kamu andalkan ketika kamu membutuhkan masukan. Dia sudah disumpah akan selalu membantu, melindungi serta hanya tunduk padamu seorang.” jelas Raja menjelaskan pada Elena.


“Saya Farel Diggi bersumpah akan selalu membantu, melindungi serta tunduk hanya pada Putri Elena. Jika di kemudian hari saya berkhianat kepada Putri Elena, saya siap menerima hukuman yang setimpal bahkan nyawa saya sendiri.” Farel bersumpah tepat di hadapan Elena dan Raja.


Farel tersenyum manis dan Elena dapat melihat ketulusan di wajahnya. Elena pun membalas senyuman Farel dan mengulurkan tangannya ke arah Farel. Farel yang melihat uluran tangan Elena pun mendadak gugup namun ia tetap membalas jabatan tangan sang Putri.


“Terima kasih atas dedikasi yang akan kamu berikan kepadaku. Tetap ingatkan jika aku melakukan hal yang melenceng dari aturan.”


Farel sempat tertegun sebelum akhirnya menjawab, “Ya, Putri Elena. Suatu kehormatan bagi saya bisa menjadi asisten pribadi anda.”


Elena duduk di hadapan cermin besar di kamarnya. Ia pandangi pantulan wajahnya di cermin tersebut. Elena yang sekarang bukanlah Elena sang pegawai kantoran anak dari seorang Dokter ternama. Elena yang sekarang adalah calon penerus Kerajaan Ardorarias. Elena seakan terkurung di dalam cermin itu. Tidak akan ada lagi senyum tulus di wajah Elena nantinya. Ia hanya akan melihat senyum kepalsuan dan penuh beban di pantulan cermin itu.


“Bisakah aku mengatasi semuanya seorang diri?”


Tiba-tiba pertanyaan Elena pada dirinya sendiri membuat ia teringat pada sang kekasih. Bagaimana respon kekasihnya itu ketika melihat artikel bahwa gadis yang telah ia kencani selama delapan tahun terakhir adalah keturunan Raja, bahkan calon penerus Kerajaan Ardorarias. Elena seketika memejamkan matanya, tak sanggup membayangkan raut wajah kecewa sang kekasih, Elena memutuskan untuk beristirahat dan langsung tidur. Hari esok akan menjadi awal mula yang baru, sesuatu yang berat akan selalu menantinya dimulai dari hari esok.


...***...

__ADS_1


Elena sedang bersiap dan merapikan dirinya ketika Farel—sang asisten pribadi datang menjemput Elena. Helaan napas panjang memulai langkah Elena pagi itu dan ia pun segera pergi mengikuti Farel menuju ruang rapat di Istana Negara.


Langkah kaki Elena terhenti di depan pintu sebuah ruangan. Pintu yang amat sangat tinggi dan besar berada tepat di hadapannya. Setelah pintu besar itu terbuka, akan dipastikan hidup Elena yang sebenarnya sebagai penerus Raja segera dimulai. Tidak ada paksaan untuk Elena masuk ke ruangan itu, tapi Elena wajib masuk ke ruangan tersebut karena dengan ini ia akan mulai perang dengan hidupnya sendiri.


“Salam hormat Putri Elena!”


Seluruh anggota kerajaan, politisi, pejabat, petinggi istana serta awak media yang hadir di sana memberikan hormat kepada Elena. Elena membalas salam hormatnya dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan. Farel menarik kursi dan mempersilahkan Elena duduk di samping kiri Raja.


“Para tamu undangan yang sudah datang pagi ini saya ucapkan banyak terima kasih. Hari ini saya akan mengumumkan hal yang sangat penting, tetapi sebelum itu saya ingin mengenalkan Putri Kerajaan Ardorarias—Putri Elena!”


Ucapan tegas Raja Ardorarias V pun membuat semua orang yang berada di ruangan tersebut bertepuk tangan. Raja Ardorarias pun memanggil Elena agar Elena bisa berdiri di sampingnya. Elena pun menerima uluran tangan dari Raja kemudian berdiri dengan gagah dan anggun di samping Raja.


“Putri Elena lahir dengan nama Elena Dilla Leithova, Princess of Ardorarias. Putri Elena lah yang akan menjadi penerus Kerajaan Ardorarias selanjutnya.”


Tentu saja semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut punya banyak pertanyaan yang ingin mereka tanyakan langsung pada sang Raja. Namun siapa saja yang berani menyela dan bertanya kepada Raja tanpa diberikan izin bicara akan segera dihukum. Semuanya hanya bisa menantikan ucapan-ucapan selanjutnya yang akan diberitahukan oleh Raja langsung.


“Dan pengumuman penting hari ini adalah—saya Jeremy Leithova, Raja Ardorarias V, King of Ardorarias dengan ini menyatakan akan turun takhta. Dan kepemimpinan Ardorarias selanjutnya akan dipimpin oleh Putri Elena.”


...***...

__ADS_1


__ADS_2