
Di sisa waktunya dalam menggunakan ponsel, Elena sempat membaca sebuah pesan masuk yang tiba-tiba ia terima ketika sedang menelpon Rave. Awalnya Elena masih ingin mendengarkan suara Rave, namun ketika pesan terakhir masuk, Elena sempat membacanya dan mulai panik.
> Elena, aku membutuhkan bantuanmu.
Dengan sigap Elena membuka pesan yang dikirimkan oleh sahabatnya dulu—Teresa. Lebih dari dua puluh pesan ia terima ketika membuka ruang obrolan Teresa. Teresa sudah menghubungi Elena dari beberapa hari yang lalu, yang tentu saja tidak bisa Elena baca.
> Hi, Elena. Aku sungguh terkejut ketika melihat berita di tv kalau sebenarnya kamu adalah seorang Putri penerus Kerajaan Ardorarias. Ingin sekali aku menghubungimu waktu itu, namun aku tidak bisa. Aku punya masalah saat itu dan tidak bisa berkomunikasi dengan siapapun. Elena, aku merindukanmu.
> Elena,
> Ah maafkan aku karena terbiasa memanggilmu Elena. Aku sungguh lancang. Maafkan aku, Putri Elena. Ngomong-ngomong apa kabarmu?
> Putri Elena, bisakah aku bercerita sesuatu padamu? Aku ingin bercerita padamu seperti dulu. Tapi aku takut. Aku takut kamu sibuk. Dan aku takut kamu.. berubah.
> Putri Elena, maaf jika aku lancang. Aku tidak sanggup lagi menahan ini semua. Aku benar-benar membutuhkan seseorang untuk mendengarkan aku cerita. Jika kamu merasa terganggu, kamu bisa langsung memblokir nomorku.
> Aku akan mulai bercerita. Aku sudah menikah. Ya, akhirnya aku menikah dengan kekasihku. Aku sudah pernah mengatakannya padamu, bukan? Jujur aku sangat senang ketika menikah. Namun ketika di malam hari setelah kami melangsungkan pernikahan, wow apa benar aku sudah menikah sekarang. Aku menyesal sudah menikah, Elena. Aku menyesal menikahi pria seperti dia.
> Elena, aku butuh dan merindukanmu.
> Putri Elena, apa kabarmu hari ini?
> Karena kelewat merindukanmu, pagi ini aku sampai mendatangi rumahmu dahulu. Tapi aku sungguh terkejut ketika melihat keadaan rumahmu yang sekarang. Pintu rumahmu tidak terkunci jadi aku masuk ke dalam, mencoba untuk beristirahat, namun keadaan rumahmu sangat kacau. Semua barang di rumahmu hancur berantakan. Berkas-berkas berserakan di mana-mana. Apa yang sebenarnya terjadi? Aku jadi terpikirkan dengan ayahmu. Apa Dokter Daniel baik-baik saja? Aku berharap begitu.
> Ohya aku lupa menceritakan padamu kalau aku sudah berhenti bekerja di perusahaan sialan itu.
__ADS_1
> Aku bebas haha.
Elena menurunkan ponselnya sejenak. Dihembuskannya napas yang cukup berat. Pesan dari Teresa membuatnya tiba-tiba terpikirkan dengan keadaan rumahnya dahulu. Sudah lebih dari satu bulan ia meninggalkan rumah itu, lalu kenapa rumahnya bisa hancur berantakan dengan berkas berserakan di mana-mana. Sebenarnya apa yang terjadi? Apakah rumah itu dimasuki pencuri? Tapi itu tidak mungkin. Sangat tidak mungkin, mengingat ia tinggal di kawasan yang cukup elit dengan keamanan yang sudah baik saat ini.
"Apakah hal ini ada kaitannya dengan Ayah?"
Tersadar ia tidak boleh melamun dan membuang waktu saat ini, ia pun kembali membaca pesan dari Teresa. Pesan-pesan yang belum sempat terbaca berikutnya baru saja dikirimkan hari ini. Tepatnya dua puluh menit yang lalu, ketika Elena sedang menghubungi Rave.
> Elena, tolong aku.
> Maafkan aku, maksudku Putri Elena.
> Ingat kamu pernah memberiku kartu hitam dengan tulisan berwarna emas? Kamu menyebutnya sebagai kartu tak terbatas. Aku menggunakannya saat ini. Awalnya aku takut kamu berbohong, tapi ketika aku menyadari kamu benar seorang Putri Kerajaan Ardorarias, aku tahu itu pasti sungguhan. Aku menggunakannya dan berhasil.
> Aku menggunakannya untuk bersembunyi di hotel, Elena.
> Elena aku ingin menangis.
> Suamiku orang yang sangat jahat. Dia melakukan kekerasan padaku. Dia ternyata sangat posesif dan aku sangat takut. Tangan kiriku patah dan aku tidak bisa pergi ke rumah sakit karna khawatir ia akan mencariku.
> Elena, kamu pernah bilang jika aku membutuhkan bantuanmu dan kamu tidak bisa dihubungi, aku bisa mendatangi royal house. Apakah jika aku ke sana, aku bisa bertemu denganmu?
> Elena aku tidak tahu apakah seorang Putri Kerajaan mempunyai hari libur. Tapi hari ini hari minggu dan aku berharap bisa bertemu denganmu.
> Aku sangat takut, Elena.
__ADS_1
> Elena, aku membutuhkan bantuanmu.
Setelah membaca keseluruhan isi pesan yang dikirimkan oleh Teresa, Elena langsung menekan tombol panggil di ponselnya. Panggilan masuk, namun tidak ada jawaban dan tiba-tiba panggilan ditolak. Elena mencoba berulang kali untuk menghubungi Teresa tapi tetap ditolak sampai akhirnya sebuah pesan tiba-tiba masuk.
> Maaf aku terus menolak panggilan darimu, Elena. Ponselku tidak bisa digunakan untuk menelpon lagi. Elena, ku harap kamu mau membantuku.
< Katakan di hotel mana kamu saat ini, Teresa.
Elena menunggu balasan pesan dari Teresa dengan panik. Ia pun meminta Farel masuk ke dalam ruangannya dan meminta Farel untuk segera menyiapkan kendaraan. Farel bingung, tapi melihat Elena yang cukup panik ia pun segera mempersiapkan apa yang diminta oleh Elena.
> Hotel Newton di perbatasan kota.
< Tetap di sana. Aku akan datang menjemputmu.
Setelah mendapatkan lokasi keberadaan Teresa, Elena pun segera keluar menemui Farel. Diberikannya ponsel milik Elena pada Farel dengan ruang obrolan masih terbuka. Elena sengaja menyuruh Farel membaca isi pesan yang dikirimkan oleh Teresa, namun Farel sangat menjaga privacy Elena. Ia hanya membaca dua pesan terakhir. Lokasi hotel tempat Teresa berada sekarang.
Jarak antara Hotel Newton dengan Royal house tempat Elena tinggal sangat jauh. Butuh waktu hampir dua jam menuju ke sana. Dalam perjalanan menuju ke lokasi Teresa, Elena sangat gugup dan khawatir dengan keadaan Teresa. Dirinya berharap Teresa baik-baik saja dan mampu bertahan sampai Elena datang.
Di samping kursi kemudi, Farel dengan cekatan membalas dan sibuk menerima panggilan telpon. Karna permintaan Elena yang sangat dadakan, Farel harus menerima resiko membatalkan seluruh janji dan rencana kegiatan Elena hari ini. Elena benar-benar memohon maaf pada Farel akan hal ini. Ia terlalu dan seringkali menyusahkan Farel.
Menjadi seorang Putri Kerajaan mempunyai banyak keistimewaan. Salah satunya adalah bisa melewati jalanan tanpa harus mematuhi rambu lalu lintas. Tapi dengan syarat, jika sangat terdesak dan anggota kerajaan di dalamnya meminta untuk menerobos rambu lalu lintas. Semua kendaraan yang berada di jalan raya pun menepi dan memberi jalan untuk kendaraan milik Elena. Mobil yang Elena naiki pun akhirnya bisa menembus waktu hanya satu jam lebih untuk sampai di lokasi Teresa berada.
Setelah sampai di lobi hotel, Farel langsung berlari ke meja resepsionis dan mencari ruangan tempat Teresa tinggali. Tidak butuh waktu lama, Farel pun mendapatkan nomor kamar tempat Teresa menginap. Elena pun segera mengikuti langkah kaki Farel, didampingi oleh para penjaga yang Elena bawa dari istana serta beberapa pelayan hotel.
"Elena!"
__ADS_1
...***...