
Pagi sekali, beberapa Menteri di Ardorarias tengah berkumpul di sebuah ruang rapat. Rapat tersebut merupakan rapat tertutup dan tidak banyak orang yang mengetahuinya, bahkan Raja sekalipun tidak tahu jika ada rapat di pagi itu. Rapat diadakan atas desakan sebagian Menteri yang merasa tidak setuju dengan keputusan Raja.
“Sebenarnya apa yang terjadi, Pangeran? Kenapa Raja cepat sekali ingin memerintahkan Putri Elena untuk segera naik takhta? Putri Elena masih sangat muda, dan yang paling penting adalah Putri Elena tidak dibesarkan oleh pihak keluarga kerajaan. Bagaimana bisa seorang gadis muda yang tidak paham dengan situasi di kerajaan dipaksa untuk segera naik takhta?” ucap salah seorang Menteri di sana.
“Ya, itu memang benar. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Raja? Ku dengar, Raja tengah menderita penyakit yang cukup serius. Itulah sebabnya Raja seringkali jatuh pingsan ketika menghadiri beberapa pertemuan. Apakah karena hal itu Raja mengajukan Putri Elena mengambil takhta selanjutnya?”
“Bukankah Raja sangat egois? Beliau sudah tahu dirinya sedang sakit keras, dan ia tiba-tiba membawa kembali putrinya yang selama ini telah ia sembunyikan dengan baik. Putri Elena masih sangat muda dan tidak tahu apa-apa tentang kerajaan, Raja pasti akan ikut campur dengan semua pekerjaan Putri Elena nantinya jika ia naik takhta menggantikan Raja.”
“Putri Elena tidak boleh mengambil takhta Raja. Akan sama saja hasilnya jika Putri Elena naik takhta. Apa yang dikatakan oleh Menteri Perdagangan barusan benar adanya. Jika Putri Elena berhasil mengambil takhta kerajaan, Raja masih bisa ikut campur dengan tugas dan pemerintahan nantinya,” sang Menteri memberi jeda sejenak dan melihat ke arah seseorang yang berada di depan ruangan—sang pemimpin rapat, “Menurutku, anda harus segera turun tangan, Pangeran.”
Seseorang yang dipanggil Pangeran tersebut tersenyum mendengar semua masukan dari para Menteri di sana. Ia dengan tenang memperhatikan semua raut wajah para Menteri satu per satu. Tatapan matanya berhenti di salah satu Menteri. Menteri Pertanian dan Perkebunan berhasil membuatnya sedikit tertarik karna raut wajah Menteri tersebut yang tidak bisa ditebak.
“Bagaimana pendapatmu tentang keputusan Raja, Viktor Recago? Ku dengar bahwa Putri Elena akan ditempatkan di bawah bimbinganmu, di Kementrian Pertanian dan Perkebunan Negara.”
“Hormat saya pada anda Pangeran, tapi saya tidak bisa memberikan pendapat saya karena Putri Elena belum sepenuhnya bekerja di bawah bimbingan saya.” jawab Viktor tenang dan terlihat sangat tidak tertarik dengan rapat pagi itu.
__ADS_1
“Tidakkah kamu ingin mengemukakan pendapatmu tentang keputusan Raja? Apakah menurutmu keputusan Raja ada baiknya atau tidak?”
Seolah dipaksa untuk memberikan pendapatnya, Viktor pun mengangguk pelan, “Menurut saya Raja memang terlalu cepat mengajukan keputusan untuk menjadikan Putri Elena sebagai calon penerus Raja. Namun sepertinya Raja juga sedang mempertimbangkan hal itu, sebab Putri Elena diminta untuk belajar dan bekerja di bawah pemerintahan Ardorarias. Masih ada banyak waktu untuk melihat kinerja Putri Elena nantinya.”
“Walaupun kinerja Putri Elena nantinya baik, tapi tetap saja menurut saya Putri Elena tidak cocok menjadi penerus Kerajaan Ardorarias. Satu atau dua tahun mempelajari kehidupan di kerajaan tidak akan cukup, apalagi harus ditambah mempelajari seluruh pemerintahan Negara Ardorarias. Yang pasti saya menolak dan menentang Putri Elena sebagai penerus Raja.”
“Kita tidak akan pernah tahu bagaimana jalan kedepannya nanti. Mungkin saja Putri Elena bisa mempelajari tentang pemerintahan dengan cepat. Kita hanya bisa melihat dan membantunya saja.” Viktor menjawab ucapan dari Menteri Perdagangan.
“Membantu? Apa maksudmu Viktor Recago? Membantu gadis kecil dalam mempelajari pemerintahan Negara yang cukup rumit ini? Dibandingkan mengajari gadis muda tentang pemerintahan, saya lebih suka mengajar Pangeran James. Setidaknya Pangeran James sudah paham dengan dasar pemerintahan Ardorarias, serta lahir dan besar di dalam keluarga kerajaan.” jawab Sean Nicklas, selaku Menteri Perdagangan di Ardorarias.
“Maaf Pangeran, sepertinya saya harus segera undur diri dari rapat pagi ini. Jika ada hal penting yang saya lewatkan, anda bisa mengirimkan info tersebut melalui asisten pribadi saya.” Menteri Pertanian dan Perkebunan itu pun memperhatikan jam yang melingkar di tangan kirinya, “Sudah hampir setengah delapan, saya harus segera bertemu dengan Putri Elena.”
Raut wajah kecewa terlihat sangat jelas di wajah sang Pangeran. Ia tidak bisa menahan Menteri Pertanian dan Perkebunan untuk mengikuti rapat lebih lama lagi. Dilihatnya beberapa Menteri yang lain juga ikut mengusulkan rapat ditunda dan dilanjutkan lain waktu, membuat sang Pangeran benar-benar harus menghentikan rapat tersebut sesegera mungkin.
Rapat pagi itu pun ditutup dan segera para Menteri di ruangan tersebut perlahan meninggalkan ruang rapat. Sang Pangeran dengan cepat menahan kembali Viktor Recago. Terlihat Viktor menghela napas karna pekerjaannya akan kembali terhenti, dan hal itu membuat sang Pangeran terlihat kembali kesal.
__ADS_1
“Bisa meluangkan waktu untuk makan malam bersama, jika saya mengundangmu secara pribadi?” pertanyaan dari sang Pangeran yang langsung ke poin utama alasana kenapa ia menahan sang Menteri.
“Tentu. Saya akan mengusahakan untuk memenuhi permintaan anda, Pangeran.”
“Terima kasih. Dan saya harap anda bisa membantu Putri Elena dalam pekerjaannya di bawah bimbingan anda, Viktor.”
“Ya, karena itu adalah tugas saya saat ini.”
Menteri Pertanian dan Perkebunan Ardorarias terkenal sangat tegas dan menghargai waktu. Ia tidak takut dengan siapa lawan ia bicara, bahkan jika yang mengajaknya bicara adalah Raja sekalipun, ia akan memastikan waktunya tidak terbuang secara sia-sia. Tanpa izin dari Pangeran di hadapannya, ia segera pergi meninggalkan Pangeran tersebut bersama asistennya. Ia merasa sang Pangeran sudah memberitahukan keinginannya dan ia juga sudah mendapatkan poinnya. Ia pun langsung pergi dan menemui Putri Elena yang tentu saja ia berharap belum datang untuk menemuinya.
Asisten pribadi Viktor langsung membisikkan sesuatu kepadanya setelah mereka keluar dari ruang rapat. Informasi yang ia dapat dari asisten pribadinya itu pun membuat dirinya semakin mempercepat langkahnya. Secepat mungkin ia harus segera sampai di ruang kerja pribadinya saat ini.
“Aku mendengar kabar bahwa anda sangat menghargai waktu. Jadi saya berusaha datang menemui anda sebelum waktu yang telah kita janjikan. Tapi saya malah harus menunggu cukup lama,” seorang gadis muda datang menyambutnya ketika Viktor masuk ke dalam ruang kerjanya sendiri, “Maaf karena saya datang terlalu cepat dan membuat anda tergesa-gesa. Saya tidak ingin hari pertama saya bekerja akan kacau karna keterlambatan saya.”
...***...
__ADS_1